Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

NIFEDIPINE

0) PENGANTAR  a) Calcium Channel Blocker Bekerja utama di otot polos >> vasodilator >> menurunkan total peripheral resistance. Terdapat dua jenis, yaitu dihidropiridin (nifedipine, amlodipin) dan nondihidropiridin (verapamil, diltiazem) b) Blood pressure variability pada penderita hipertensi morning surge sehingga sering terjadi stroke (silent infarction) pada pagi hari dipping (turun) pada waktu tidur. Ada juga yang ga dipping, misal karena salt >>, atau malah nighttime surge (bisa terjadi misalnya karena OSA) jika BP variability diturunkan, outcome akan lebih baik >> kontrol BP harus 24 jam! Jadi, pilihan terapi hipertensi yang baik adalah yang mengurangi BP sesuai populasi, BP variability juga ditarget, dan bisa memproteksi jantung dan ginjal.  Menurut guideline, long acting CCB (1st line) lebih diutamakan dibanding ARB di awal HT. 1) NIFEDIPINE a) Termasuk DHP CCB, tidak memengaruhi lipid profile.  b) Bisa cepet ilang (waktu paruhnya pendek), t...

GANGGUAN TIDUR PADA ANAK

0) PENGANTAR: FAAL TIDUR a) Anatomi irama sirkadian diatur hipotalamus mimpi diatur oleh lobus frontal, korteks, dan bagian posterior b) Neurotransmiter dan hormon: sistem tidur dimodulasi oleh tidur: melatonin, adenosin, GABA bangun: orexin, histamin Tidur bergantung pada irama sirkadian dan homeostasis, yang dipengaruhi oleh gen, lingkungan, dan komorbid.  Perubahan hormon saat tidur: GH naik, melatonin naik, kortisol turun. c) Fase-fase tidur:  NREM (terbagi tahap 1, 2, dan 3): semua aktivitas tubuh turun. REM (saat elektrooculogram menunjukkan peningkatan, hence 'rapid eye movement'): bisa 5-6 kali terjadi sekali tidur. Saat REM, tonus otot turun (sampe atonia), tapi aktivitas otak naik. d) Durasi tidur normal sesuai usia: 0-2 bulan: 12-18 jam 3 bulan-1 tahun: 14-15 jam 1-3 tahun: 12- 14 jam 3-5 tahun: 11-13 jam 5-12 tahun: 10-11 jam 12-18 tahun: 8-9 jam adult: 7-9 jam Hipnogram: bayi tidur terfragmen, REM >>. Setelah lebih besar, tidur lebih tidak terfragmen, REM ...

AUTISM SPECTRUM DISORDER

1) DEFINISI: gangguan KOMUNIKASI dan INTERAKSI SOSIAL + pola perilaku dan minat terbatas, berulang, tidak wajar >> STEREOTIPIK . Harus ada dua-duanya, kalo cuma gx komunikasi saja namanya SOCIAL COMMUNICATION DISORDER. Berat ringannya tergantung bantuan untuk ADL. 2) DIAGNOSIS dilakukan SEBELUM USIA 5 TAHUN. Sejak 18 bulan sudah bisa, lewat kuesioner (ASDQ) dan memvideokan anak (ortu diberikan instruksi khusus apa saja yang harus divideokan). Ortu pasien sering mengeluhkan keterlambatan perkembangan (komunikasi) anak >> misal umur 1 tahun suka cuek, ga bisa ngomong, tidak mau menunjuk-nunjuk, biasanya ada dispraxia juga. Kecurigaan ASD pada anak 12-15 bulan menggunakan tool ESAT , pada 18-30 bulan menggunakan M-CHAT . Gx jiwa biasa muncul dengan ASD yang IQ-nya kurang. 3) TATALAKSANA a) Medis: HANYA aripriprazol atau risperidon >>  hanya untuk usia 5 tahun ke atas dengan indikasi perilaku destruktif/membahayakan. Risk epilepsi meningkat 16 KALI LIPAT (entah kena...

DISPRAKSIA (DEVELOPMENTAL COORDINATION DISORDER)

0) PENGANTAR: Bagian dari sensory processing disorder. Jenisnya ada dua, yaitu  dispraxia dan postural disorder 1) DEFINISI DISPRAXIA: gangguan praxis (gerak bertujuan), terutama pada planning/koordinasi. Nama lain: developmental coordination disorder (DCD), developmental dyspraxia. 2) Etiologi: prematur, perinatal (mis. APGAR skor rendah dan IUGR) 3) Epidemiologi: 5-6 dari 100 anak, laki > perempuan 4) PATOFISIOLOGI PRAXIS: Pertama anak belajar motorik tidak bertujuan, lalu lama-lama menjadi praxis. membutuhkan sensori yang terorganisir. Tahap-tahap praxis: a) ide b) plan => TERGANGGU PADA DISPRAXIA => bisa mengganggu proses belajar keterampilan baru c) eksekusi d) feedback dan adaptasi (untuk perbaikan) Secara umum, neurodevelopmental disorder (meliputi: bahasa, bicara, motorik, behavior, memori, belajar, contohnya yaitu CP, ADHD, autism, dyspraxia) sering dikaitkan dengan gx kortikostriatal dan kortikoserebelar. Terdapat gangguan neuron GABA-ergic. 5) DIAGNOSIS a)...

ENSEFALITIS AUTOIMUN

Gambar
[THIS ARTICLE IS ORIGINALLY ORIENTED ON PEDIATRIC CASE. APPROACHES ON ADULT CASE WILL BE ADDED GRADUALLY.] 1) PATOFISIOLOGI: Autoimunitas dimediasi limfosit T, B, dan autoantibodi. Pada anak-anak, autoantibodi sering menyerang: NMDA receptor, myelin oligodendrocyte glycoprotein (MOG), glutamic acid decarboxylase (GAD). Pada dewasa, ada paraneoplastic (molekul mimikri, sel T) dan non paraneoplastic (sel B). Bisa terjadi postinfectious (misal: post-HSV ensefalitis) 2) KRITERIA DIAGNOSIS: a) ENSEFALITIS (secara umum) SINGKIRKAN SEMUA KAUSA LAIN MAJOR: PENURUNAN KESADARAN > 24 JAM minor: (2 possible, >=3 probable) demam >= 38 C selama 3 hari terakhir  seizure: yang tidak berhubungan dengan penyakit kejang sebelumnya new neurological deficit CSF WBC >= 5/mm3 temuan imaging mendukung abN EEG yang konsisten ensefalitis b) POSSIBLE AUTOIMMUNE ENCEPHALITIS (secara umum) deficit working memory/AMS/psikiatri (susah diidentifikasi pada anak) setidaknya satu dari: temuan CNS fokal...

INFEKSI SISTEM SARAF PUSAT KONGENITAL PADA ANAK

Gambar
1) Kongenital Toxoplasmosis a) DIAGNOSIS Klinis:  TRIAS   chorioretinitis , hidrosefalus , intracranial calcification (periventrikuler). Bisa ada jaundice, trombositopenia, (pada anak lebih besar) retardasi mental dan gangguan belajar. Lab: IgM (sensitivitas > 90%, spesifitas 100%), IgA lebih sensitif, tidak perlu PCR karena serologi sudah cukup sensitif Algoritma: jika ibu (+) waktu hamil , tes IgG/IgM pada anak jika positif dua-duanya, DX TEGAK  jika IgM (-) IgG (+) , tunggu 4-6 minggu, ulang jika IgG naik, DX TEGAK  jika IgG turun , ulang jika selalu ada baru (+) jika hilang berarti (-) Confirmed case: IgA, IgM (+) IgG naik isolasi parasit dari plasenta (tidak rutin dikerjakan) mikroskopis amnion (+) Probable case: anak klinis (+) dari ibu yang confirmed. b) TATALAKSANA: pyrimethamin + sulfadiazin pyrimethamin : 2 mg/kg/hari selama 2 hari, lanjut 1 mg/kg/hari selama 2-6 bulan (jika simtomatik), lalu dosis yang sama dilanjutkan sampai 1 tahun, tetapi 3 x semin...

ADHD PADA ANAK

1) DEFINISI: gangguan yang ditandai kurang perhatian, impulsif hiperaktif , mengganggu fungsi dan perkembangan anak. KRONIS => menetap bisa sampai dewasa, tidak mampu memusatkan perhatian, hiperaktif, impulsif tidak sesuai perkembangan umur, bisa bermasalah dengan orang lain (sekolah/kerja). 2) EPIDEMIOLOGI: Laki-laki >> (L:P bisa 2-9 : 1) 3) PATOFISOLOGI:  a) Patoanatomi: Defisit sistem inhibisi Overstimulasi KORTEKS FRONTAL ( dopamin menurun) : hiperkinetic, impulsivity Gangguan pemusatan perhatian di frontal dan SEREBELUM Gangguan nucleus caudatus Volume otak kecil  (3-10% lebih kecil dari normal, di otak kanan menurun drastis), penurunan aktivitas dari nucleus caudatus, cerebellum, dan korteks frontal. b) Faktor Risiko: Bisa dari gen (DAT-4 kromosom 10 => perubahannya juga bisa dipicu oleh lingkungan), lesi struktural, disregulasi neurotransmiter mempengaruhi gen-gen DOPAMINERGIK : dopamin banyak direuptake sehingga tidak sampai post sinaps, aktivitas dopa...

GANGGUAN GERAK PADA ANAK (DAN BEDANYA DENGAN EPILEPSI)

Gambar
0) PENGANTAR => gangguan gerak: ada beberapa jenis volunter: kurang cepat, tidak mencapai target, waktu tidak tepat involunter postur Gx paroxismal => sejenak Epilepsi: bangkitan spontan berulang karena lepas muatan listrik abN SERING TERTUKAR! Gx gerak didiagnosis epilepsi. 1) PATOFISIOLOGI: Gangguan gerak disebabkan disfungsi ganglia basalis (lesi struktural/gx sirkuit, menyebabkan gx fx kognitif dan afektif/behavior juga) menyebabkan gx memfasilitasi gerakan yang diinginkan ATAU gx inhibisi gerak tidak diinginkan. Neurotransmiter yang terlibat: excitatory: glutamat nigrostriatal: dopamin GABA, ACh, NE, 5HT Epilepsi : gx inhibisi-eksitasi neuronal , bisa lokal-multiple-whole brain, hipokampus dan neokorteks mudah timbul bangkitan. Neurotransmiter yang terlibat: GABA vs glutamat PERSAMAAN MEKANISME: hipereksitabilitas subkorteks. 2) GANGGUAN GERAK YANG MIRIP EPILEPSI a) Jitteriness :  ritmis involunter , gx kontraksi otot-otot antagonis dan agonis onset: hari-bulan pertam...

INTERNET GAMING DISORDER

1) DEFINISI: gaming sampe gangguan ADL selama 12 bulan terakhir.  Dalam ICD-11 termasuk 'disorders due to addictive behavior' 2) RF: menggunakan internet > 2 jam di luar komitmen kerja tanpa pengawasan > 50 tahunan yang kesepian usia paling rentan 12-24 tahun : anak dan remaja riskan karena masih perkembangan korteks prefrontal (pengambilan keputusan) dan nucleus accumbens (emosi, reward)  => suka memilih kegiatan berisiko dan menyenangkan isolasi 3) PATOFISIOLOGI:  gangguan synaptic pruning => penguatan sinaps yang terbatas desensitisasi dopamin => gx emosi, reward jangka pendek lebih disukai ketimbang panjang Perubahan struktur otak: penurunan sinyal temporal dan orbitofrontal => menurunkan konsentrasi ( Stroop test menurun) nucleus accumbens sinyal naik 4) GEJALA keasyikan main kalo diambil gamenya, marah gx ikatan dan ADL Efek fisik:  CTS trigger finger de Quervain syndrome TTH nyeri punggung migraine gangguan motorik halus dan speech dela...

PEDIATRIC BRAIN DEVELOPMENT ON LANGUAGE READING AND CONNECTION WITH SCREEN TIME

1) PROBLEM UMUM KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN ANAK terlambat bicara,  kontak mata <<,  paparan dini screen time lama,  anak-anak terapi bicara bisa ngomong, tapi balik lagi dengan social communication disorder 2) PERKEMBANGAN BAHASA NORMAL Pendengaran (berkembang duluan, lebih penting untuk bahasa) > Penglihatan. Koneksi Wernicke-Broca sudah ada sejak trimester tiga akhir, tetapi akan menjadi lebih matur tergantung lingkungan. Wernicke (temporal): mengenali dan memaknai kata Spoken word: area 41 wernicke Girus angular (parietal): mengumpulkan info, kata dan konsep Reading: area 17, 18, 39 girus anguler Korteks insular: emosi dan motor (jika terganggu menjadi sensory processing disorder, autistic) Broca (frontal): membentuk dan mengekspresikan kata Kognisi: dikirim ke Broca => cranial nerve => speak Anak umur 3-4 tahun bisa bercerita dengan gambar berurutan. 4 tahun ke atas sudah bercerita dengan insiasi sendiri hal-hal yang terjadi di masa lampau/sudah ti...

SENSORY PROCESSING DISORDER (SPD) PADA ANAK

Gambar
Dalam DSM V, termasuk autistic spectrum disorder. 1) DEFINISI: Masalah organisasi informasi sensorik bersamaan dengan motorik . Gangguan deteksi, modulasi, interpretasi, atau respons terhadap rangsang, respons atipikal terhadap reaksi sensorik => sensori integrasi 2) PATOFISIOLOGI Reseptor ada ekstero- (panca indera), proprio-, dan intero- (viscera). Dari reseptor, rangsang diregistrasi => dimodulasi (boleh lewat atau ga?) => diskriminasi (interpretasi) => dan direspons Neokorteks: eksitasi Ganglia basalis: sensory gating Serebellum: mengatur kekuatan dan keseimbangan Abnormalitas struktur/disfungsi koneksi dari jalur di atas menyebabkan SPD. 3) KLASIFIKASI (Miller and Schaaf) 4) MILESTONES NORMAL 0-6 bulan: menangis (abN: sering) 6-12 bulan: makan (abN: intoleransi tekstur makanan) 1-2 tahun: sosialisasi dengan orang tua 2-3 tahun: sosialisasi dengan teman sebaya 3-4 tahun: pembelajaran 4-5 tahun: pertemanan, ekspresi emosi 5-6 tahun: belajar akademik dasar, atensi, berpen...

FIBROMYALGIA

Gambar
1) Epidemiologi: lebih sering mengenai wanita muda dan paruh baya 2) DIAGNOSIS: Berdasarkan kriteria dari ACR, 2010 Berdasarkan Widespread Pain Index (WPI) dan Symptom Severity (SS). Symptom Severity: a) fatigue (0-3) b) waking unrefreshed (0-3) c) cognitive (0-3) d) somatic symptoms (0-3) Yang termasuk fibromyalgia adalah: a) WPI >= 7 dan SS >=5, atau WPI 3-6 dan SS > 9 b) Gejala muncul dengan tingkat yang sama selama minimal 3 bulan c) ekslusi penyebab lain 3) Klasifikasi Grup 1: nyeri tekan/severitas moderate: most people Grup 2: nyeri tekan/severitas severe: long term prognosis poor Grup 3: nyeri tekan/severitas little 4) Diagnosis banding: paling sering dibingungkan dengan polymyalgia rheumatica fibromyalgia                                         >< polymyalgia rheumatica central sensitization syndrome           ...

TERAPI EPILEPSI (ANTI SEIZURE MEDICATION/ASM)

Gambar
1) PENDAHULUAN Sebelum menerapi, jika pasien pertama kali kejang, pastikan dulu EPILEPSI ATAU BUKAN/ada risiko berulang atau tidak? Kejang pertama kali dengan risiko berulang jika: dijumpai fokus epilepsi yang jelas pada EEG pada pemeriksaan CT-scan atau MRI otak dijumpai lesi yang berorelasi dengan bangkitan pada pemeriksaan neurologik dijumpai kelainan yang mengarah pada adanya kerusakan otak terdapatnya riwayat epilepsi pada saudara sekandung (bukan orang tua) riwayat bangkitan simtomatik terdapat sindrom epilepsi yang berisiko kekambuhan tinggi seperti Juvenile Myoclonic Epilepsy riwayat trauma kepala terutama yang disertai penurunan kesadaran, stroke, infeksi SSP bangkitan pertama berupa status epileptikus Jika kejang pertama seperti di atas atau sudah 2 x lebih serangan? MULAI OAE.  Teknik: MONOTERAPI, START LOW, GO SLOW. Ada pertimbangan start dosis medium langsung pada pasien pasca status epileptikus.    Jika gagal dengan salah satu obat, maka ditambah atau digant...