DISPRAKSIA (DEVELOPMENTAL COORDINATION DISORDER)
0) PENGANTAR: Bagian dari sensory processing disorder. Jenisnya ada dua, yaitu dispraxia dan postural disorder
1) DEFINISI DISPRAXIA: gangguan praxis (gerak bertujuan), terutama pada planning/koordinasi. Nama lain: developmental coordination disorder (DCD), developmental dyspraxia.
2) Etiologi: prematur, perinatal (mis. APGAR skor rendah dan IUGR)
3) Epidemiologi: 5-6 dari 100 anak, laki > perempuan
4) PATOFISIOLOGI PRAXIS:
Pertama anak belajar motorik tidak bertujuan, lalu lama-lama menjadi praxis. membutuhkan sensori yang terorganisir. Tahap-tahap praxis:
a) ide
b) plan => TERGANGGU PADA DISPRAXIA => bisa mengganggu proses belajar keterampilan baru
c) eksekusi
d) feedback dan adaptasi (untuk perbaikan)
Secara umum, neurodevelopmental disorder (meliputi: bahasa, bicara, motorik, behavior, memori, belajar, contohnya yaitu CP, ADHD, autism, dyspraxia) sering dikaitkan dengan gx kortikostriatal dan kortikoserebelar.
Terdapat gangguan neuron GABA-ergic.
5) DIAGNOSIS
a) ANAMNESIS
- penurunan body awareness (mengetahui postur relatif terhadap ruang)
- susah meniru gerakan yang dicontohkan
- gangguan balance, coordination tangan mata
- sulit menentukan jarak
- manual dexterity menurun (tangan tidak terampil: susah pegang pena, sendok, ngancing baju, nali sepatu dsb)
- dyspraxia sering menjadi komorbid neurodev. disorder lain
- anak bisa cemas dan depresi
b) PEMERIKSAAN FISIK
- disfungsi tonus dan regulasi
- abN reflex
- choreiform dyskinesia
- gangguan koordinasi
- gangguan motorik halus
- miscellaneous
c) Tools yang bisa digunakan:
- Denver
- Movement Assessment Battery Test (MABC-2) ada yang untuk 3-7 tahun, 7-11 tahun dan 11-16 tahun. Menggunakan tangan, bola, balance
- Minor Neurological Dysfunction Test
- pada usia < 12 tahun dikatakan SIMPLE jika 1-2 cluster saja, KOMPLEKS jika > 2 cluster
- > 12 tahun KOMPLEKS jika terdapat problem koordinasi & fine motor
e) Penunjang lain: hasil MRI lesi berlainan/tidak konsisten
f) Kriteria DSM V untuk DCD:
- a) poor learning dan execution of coordinated motor skill
- b) gangguan ADL dan belajar dan cari kerja (pada dewasa)
- c) onset masa awal perkembangan (sering usia 6-7 tahun)
- d) bukan karena intellectual delay, visual impairment/neuro condition lain yang memengaruhi gerakan
6) Spektrum:
a) minor neurological dysfunction
b) developmental dyspraxia: imaturitas organisasi gerakan
c) DAMP (Deficits in attention, motor control, and perception): + defisit atensi
7) Intervensi:
a) gangguan motorik elementer: fisioterapi
b) gangguan praxis: terapi okupasi
c) psikolog anak: IQ, gx psikis anak akibat tidak bisa bergerak sesuai
d) gangguan belajar: pedagogic remedial intervention
e) medication sesuai underlying
8) Prognosis:
a) simple MND: good
b) jika tetap ada sampe usia sekolah: bisa sampe dewasa
Komentar
Posting Komentar