TERAPI EPILEPSI (ANTI SEIZURE MEDICATION/ASM)
1) PENDAHULUAN
Sebelum menerapi, jika pasien pertama kali kejang, pastikan dulu EPILEPSI ATAU BUKAN/ada risiko berulang atau tidak? Kejang pertama kali dengan risiko berulang jika:
- dijumpai fokus epilepsi yang jelas pada EEG
- pada pemeriksaan CT-scan atau MRI otak dijumpai lesi yang berorelasi dengan bangkitan
- pada pemeriksaan neurologik dijumpai kelainan yang mengarah pada adanya kerusakan otak
- terdapatnya riwayat epilepsi pada saudara sekandung (bukan orang tua)
- riwayat bangkitan simtomatik
- terdapat sindrom epilepsi yang berisiko kekambuhan tinggi seperti Juvenile Myoclonic Epilepsy
- riwayat trauma kepala terutama yang disertai penurunan kesadaran, stroke, infeksi SSP
- bangkitan pertama berupa status epileptikus
Jika kejang pertama seperti di atas atau sudah 2 x lebih serangan? MULAI OAE.
Teknik: MONOTERAPI, START LOW, GO SLOW. Ada pertimbangan start dosis medium langsung pada pasien pasca status epileptikus.
Jika gagal dengan salah satu obat, maka ditambah atau diganti. Selama memonitor, lihat: fx psikis (depresi), compliance, dx sudah bener? GANTI JIKA: serious side effect ATAU intolerance.
Terapi dari dokter lain bisa underdose politerapi tapi jangan diubah selama 1) tidak kejang (efikasi) 2) tidak ada efek samping (tolerability).
- OAE 2 telah mencapai kadar terapi (stabil dalam darah) => OAE 1 tapering off, tapi kalau kejang pas tapering off, OAE 1 dilanjutkan dengan dosis terakhir yang dapat mengontrol bangkitan
- OAE 2 sudah maksimal, tapi responsnya masih suboptimal walaupun berespons => OAE 3
- kombinasi OAE mekanismenya harus berbeda
- bangkitan tidak terkontrol dengan dosis efektif
- perubahan farmakokinetik (hamil, gx liver, gx renal, gx absorbsi)
- dugaan tidak patuh
- dugaan toksisitas obat (terutama bila politerapi)
- setelah ganti dosis/regimen
- melihat interaksi obat
Evidence (A) paling bagus - (F) paling rendah (tidak ada bukti)
- gx kognitif:
PBbenzoPHTTPMOXC GBP LTG - osteoporosis:
PBPHTCBZVPA - berat badan berlebih:
VPACBZGBPLTG LEV OXC - berat badan kurang:
TPM - gx hepar:
VPALTGbenzoPB TPM OXC GBP PGB, waspadai penggunaan PHT karena PHT bebasnya akan naik => intoksikasi - gx ginjal:
LEVLTGTPMPHT CBZ - gx jantung:
PHTVPA LEV LTG TPM - gx paru: hati-hati menggunakan CBZ dan PB
- depresi:
PBPHTTPMCBZ GBP LTG OXC VPA - anxiety:
LEVbenzo GBP PGB VPA - psikosis:
ESMLEVTPMLTG OXC VPA
- depresi:
bupropion - psikosis:
chlorpromazine,clozapine
- clobazam 20-30 mg/hari selama 10 hari mens (ada yang bilang ini lebih utama, ada yang bilang sama saja dengan acetazolamide)
- atau asetazolamid 250-500 mg/hari selama 5-7 hari sebelum dan selama menstruasi
- hormonal: progesteron/metabolitnya (contoh: MDPA, bisa diberikan jika haid tidak teratur) ATAU antagonis estrogen. Pil kontrasepsi oral bisa digunakan untuk stop siklus haid jangka pendek jika mau trial, tapi sebenarnya tidak efektif untuk menghentikan kejang.
- Efek samping:
- OAE membuat IUGR
- yang memengaruhi malformasi kongenital => VPA >>, CBZ (spina bifida, facial dysmorphic, gx tumbuh kembang, RM, IUGR); LTG dan TPM << (LTG, TPM >> kurang data), LEV efeknya lebih rendah dari CBZ
- wanita usia reproduksi tidak boleh pakai VPA (menurunkan kognisi, ADHD, neurodevelopmental disorder)!
- harus dikontrol kejang sejak sebelum hamil! Jangan di-tapering off saat hamil!
- Pre-hamil:
- 6 bulan sebelum konsepsi, ASM sudah harus mencapai kestabilan
- 9 bulan adalah cut off minimal bebas kejang sebelum hamil (karena kemungkinannya untuk bebas kejang selama kehamilan bisa 84-92%)
- 3 bulan sebelum konsepsi, asam folat diberikan suplementasi, tapi sebaik-baik asam folat adalah yang natural karena suplemen hanya diserap 50% (makanan kaya folat: sayur daun-daunan hijau seperti bayam, kacang-kacangan seperti kacang polong, tauge, telur, buah-buah-buahan)
- Selama kehamilan:
- konsentrasi LTG, LEV, OXC menurun, bisa karena hemodilusi atau peningkatan BB fisiologis pada ibu hamil. Gangguan ikatan protein binding plasma mungkin butuh naik dosis
- Vitamin K diberikan pada kehamilan 36 minggu jika mendapat enzyme inducer ASM
- Naikkan asam folat (pada trimester 1, berikan 1-5 mg, tapi pada beberapa pasien yang sejak pre-hamil sudah dapat folat, maksimalkan saja sampai 5 mg langsung).
- Persalinan dan postpartum:
- bisa persalinan normal tapi disarankan yang pain-free
- bisa kambuh karena kurang tidur selama mengurus bayi; ganti baju anak dsb. harus di lantai supaya aman.
- breastfeeding: PHT, VPA, CBZ safe. LTG kadar di ASI tinggi. Carbamazepine 80% masuk ASI. Fenobarbital juga banyak di ASI, jika ada tanda bayi sering mengantuk, tidak mau menghisap maka diganti susu formula. Fenitoin tidak diserap GIT bayi
- kontrasepsi: injeksi depoprovera safe
- early onset < 2 tahun
- JME, Lennox Gastaut
- defisit neurologi
- tipe kejang beragam
- > 1 OAE
- EEG patologis
- gangguan belajar
- late onset (>16 tahun)
- usia tua
- epilepsi 'simtomatik'
- EEG epileptiform
- myoclonic, focal impaired awareness, tonic clonic
- > 1 OAE
- defisit neurologis
- usia tua
- epilepsi 'simtomatik'
- gambaran EEG yang abnormal
- bangkitan yang sulit terkontrol dengan OAE
- jenis sindrom: epilepsi fokal kriptogenik/simtomatik, epilepsi mioklonik pada anak, dan JME
- penggunaan lebih dari 1 OAE
- gangguan belajar
- setelah minimal 3 tahun bebas bangkitan dan gambaran EEG normal
- penghentian OAE disetujui oleh pasien atau keluarganya
- harus dilakukan secara bertahap 25% dari dosis semula setiap bulan dalam jangka waktu 3-6 bulan, dapat lebih lambat untuk pasien dengan politerapi dosis tinggi atau yang mendapat barbiturat/benzodiazepine
- bila digunakan lebih dari 1 OAE, maka penghentian dimulai dari 1 OAE yang bukan utama
- terkait dosis
- idiosinkrasi: efek samping yang tidak bisa dijelaskan dengan mekanisme kerja obatnya, umumnya tidak terjadi pada dosis berapa pun pada sebagian besar individu, dan biasanya hanya muncul pada individu yang rawan. Jika ada efek samping idiosinkrasi, langsung hentikan tanpa memulai dari dosis rendah
- tambahan: intoksikasi, dapat timbul setelah obat dikonsumsi minimal 1 bulan
a) CARBAMAZEPINE
- Terkait dosis: diplopia, dizziness, drowsiness, diskinesia, aritmia, gangguan kognitif, hepatotoksik, hiponatremia (tapi insiden lebih sering pada oxcarbazepine)
- Idiosinkrasi: morbiliform rash, agranulositosis, anemia aplastik, hepatotoksik, fotosensitivitas, SJS, DRESS, TEN, teratogenik
b) KLOBAZAM
- Terkait dosis: gangguan kognitif, astenia, gangguan mood, hipersalivasi-bronchorrhea, weight gain
- Idiosinkrasi: ruam, blood dyscrasia
- Catatan:
- efek samping tidak sebesar benzodiazepine lainnya
- digunakan sebagai adjuvan
c) GABAPENTIN
- Terkait dosis: somnolen, dizziness, ataxia, parestesia, edema kaki non pitting, mual-muntah
- Idiosinkrasi: hipersensitivitas
d) LAMOTRIGIN
- Terkait dosis: Mengantuk, diplopia, nyeri kepala, ataksia, astenia, mual-muntah, aritmia (slowing QRS complex)
- Idiosinkrasi: rash, SJS, TEN, gangguan fungsi hati, anemia aplastik, pansitopenia, multi organ failure
e) FENITOIN
- Terkait dosis: ataksia, dizziness, letargi, sedasi, gangguan kognitif, diskinesia, hiperplasia gusi, defisiensi folat-anemia megaloblastik-defisiensi vitamin K, penurunan imunoglobulin, depresi, hirsutisme, jerawat, neuropati perifer, efek teratogenik, aritmia
- Idiosinkrasi: blood dyscrasia, lupus like syndrome, pseudolimfoma, neuropati perifer, hepatotoksik, SJS, neuropati perifer, teratogenik
- Catatan:
- ada kemungkinan fenitoin dan lamotrigin bereaksi silang, jadi kalau alergi fenitoin bisa jadi alergi lamotrigin juga
- fenitoin dapat menyebabkan atrofi serebelum dalam rata-rata 9,3 tahun pemakaian. Ataksia serebelar dt fenitoin dapat terjadi, tetapi obat distop jika tidak terbukti ada atrofi serebelar; penurunan bertahap dan ganti dengan ASM yang lain. Jika ada atrofi serebelar (sebelum 9,3 tahun pemakaian), penyebabnya adalah lesi struktural.
- satu-satunya ASM yang bisa dimonitor blood levelnya.
- toksisitas fenitoin juga terkait dengan zero-order kinetic (obat dieliminasi dengan jumlah yang tetap, BUKAN persentase yang tetap. TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN FREKUENSI MINUM OBAT). Jadi, fenitoin pada dosis rendah dalam darah akan dieliminasi dengan first-order kinetic (berkurangnya sesuai dengan persentase tertentu dan menyesuaikan jumlah obat di darah). Tapi, ketika dosis sudah terlalu besar, darah/albumin pengikat menjadi 'jenuh' dengan fenitoin dan masuk ke zero-order kinetic, yang mana jumlah obat dieliminasi selalu tetap, berapapun jumlah obat dalam darah. Kalau jumlah obat besar tapi yang dieliminasi sedikit, dia akan menjadi cepat toksik.
- KIE oral hygiene pada pasien dengan hyperplasia gingiva.
- Fenitoin bisa mengurangi absorbsi asam folat sampai 50%. Tetap KIE utk makan makanan hi folic acid karena rate absorpsinya lebih bagus yg dari diet. Diberikan juga asam folat dan vitamin B6 jika ada efek samping neuropati
f) ASAM VALPROAT
- Terkait dosis: tremor, sedasi, astenia, EPS, mual-muntah, weight gain (karena meningkatkan nafsu makan, bisa sangat obese pasiennya, KIE!), hepatotoksik, rambut rontok, teratogenik
- Idiosinkrasi: ensefalopati, induksi SLE
g) TOPIRAMAT
- Terkait dosis: dizziness, ataksia, nyeri kepala, parestesia, tremor, somnolen, gangguan kognitif, depresi, mual diare, weight loss
- Idiosinkrasi: glaucoma close angle
h) LEVETIRACETAM
- Terkait dosis: somnolens, astenia, dizziness, ataksia, infeksi, gelisah, iritabel, gangguan perilaku dan psikiatrik
- Idiosinkrasi: ruam, hipersensitif
i) PREGABALIN
Terkait dosis: dizziness, drowsiness, ataxia, weight gain, visual loss, tremor, edema perifer
*_bangkitan fokal anak_*
Oxcarbazepin
*_bangkitan fokal dewasa_*
*Cafezon Lev*
Carbamazepin, fenitoin, zonisamid, Levetiracetam
*_bangkitan parsial tua_*
*LaGa*
Lamotigrin, Gabapentin
*_bangkitan myoclonic dewasa_*
*LaVa*
Lamotigrin, Valproat
*_JME_*
*Topi VaLeLa*
Topiramat, Valproat, Levetiracetam, Lamotigrin
*_Dravet_*
*Topi Val*
Topiramat, Valproat
*_BECTS_*
*CaLLOV*
Carbamazepin, Lamotigrin, Levetiracetam, Oxcarbazepin, Valproat
*_bangkitan lena anak (CAE, JAE)_*
*VaLatE*
Valproat, Lamotigrin, Ethosuximide
*_menurunkan BB, es glaukoma_*
*ZoTo*
Zonisamid, Topiramat
*_menaikkan BB_*
*GaPreC Vaclo*
Gabapentin, Pregabalin, Carbamazepin, Valproat, Clobazam
*_es neuropati perifer_*
Carbamazepin
*_es trombositopenia_*
Valproat
*_es anemia aplastik_*
*CaPe*
Carbamazepin, Phenitoin
*_aman jantung_*
*TopiVaLeLa*
Topiramat, Valproat, Levetiracetam, Lamotrigin
*_aman hepar_*
*TopiGOFe PaLevi*
Topiramat, Gabapentin, Oxcarbazepine, Fenobarbital, Pregabalin, Levetiracetam
*_ES gangguan kognitif_*
*CloFe CloFe LeZoTo*
Clobazam, fenitoin, clonazepam, fenibarbital, levetiracetam, zonisamid, topiramat
*_ES batu ginjal_*
Zonisamid
*_Rekomendasi pada anxietas_*
*_GaPreg ValBen_*
Gabapentin, Pregabalin, Valproat, Benzodiazepin
*_Rekomendasi pada Psikosa_*
*OVaL*
Oxcarbazepin, Valproat, Lamotigrin
*_Aman untuk menyusui_*
*CaFe Val*
Carbazepin, Fenitoin, Valproat
*_Menurunkan efektifitas obat KB_*
*Feni Feno CaPrOL*
Fenitoin, Fenobarbital, Carbamazepin, Primidon, Oxcarbazepin, Lamotrigin

Komentar
Posting Komentar