GANGGUAN GERAK PADA ANAK (DAN BEDANYA DENGAN EPILEPSI)
0) PENGANTAR => gangguan gerak: ada beberapa jenis
- volunter: kurang cepat, tidak mencapai target, waktu tidak tepat
- involunter
- postur
Gx paroxismal => sejenak
Epilepsi: bangkitan spontan berulang karena lepas muatan listrik abN
SERING TERTUKAR! Gx gerak didiagnosis epilepsi.
1) PATOFISIOLOGI: Gangguan gerak disebabkan disfungsi ganglia basalis (lesi struktural/gx sirkuit, menyebabkan gx fx kognitif dan afektif/behavior juga) menyebabkan gx memfasilitasi gerakan yang diinginkan ATAU gx inhibisi gerak tidak diinginkan.
Neurotransmiter yang terlibat:
- excitatory: glutamat
- nigrostriatal: dopamin
- GABA, ACh, NE, 5HT
Epilepsi: gx inhibisi-eksitasi neuronal, bisa lokal-multiple-whole brain, hipokampus dan neokorteks mudah timbul bangkitan. Neurotransmiter yang terlibat: GABA vs glutamat
PERSAMAAN MEKANISME: hipereksitabilitas subkorteks.
2) GANGGUAN GERAK YANG MIRIP EPILEPSI
a) Jitteriness:
- ritmis involunter, gx kontraksi otot-otot antagonis dan agonis
- onset: hari-bulan pertama hidup anak, bisa hilang sendiri bulan 4-5
- dipicu menangis, dihentikan dengan fleksi pasif extremitas
- normal
- hipertonia, hipereksitabel
b) Benign neonatal sleep myoclonus (EEG normal >< epilepsi)
- brief shaking pas tidur, kalo bangun ilang
- normal
- onset: newborn-usia beberapa bulan
c) Benign myoclonus early infancy (Fejermann syndrome)
- serangan spasme 1-2 s
- myoclonus, shudder
- mirip infantile spasm = TIDAK BISA DIBEDAKAN! kecuali dengan rekaman EEG iktal.
- normal dan bisa ilang sendiri
- untuk membantu diagnosis bisa diperhatikan riwayat keluarga, jika tidak ada yang punya penyakit kejang kemungkinan bukan epilepsi
d) Stereotipi/Complex Motor Stereotypies (yang terjadi di bawah usia < 3 tahun)
- gerakan berulang-ulang jika bosan/excited
- sering pada ADHD, autism, developmental delay
- bisa dihentikan secara volunter (disuruh)
e) Self gratification (infantile masturbation)
- 3 bulan-5 tahun, beberapa episode per minggu
- fleksi, abduksi tungkai
- posturing distonia - grunting - rocking - berkeringat
- bisa biru dan mengecap-ngecap setelah 'serangan'
- normal
f) Hiperekplexia: ditandai respons kaget berlebihan terhadap rangsangan
- sangat jarang, herediter (karena kelainan gen)
- kaku menyeluruh, refleks kaget berlebihan sejak lahir, dan myoklonus nokturnal
3) DIAGNOSIS
- Anamnesis: awitan, jenis gerakan, stimulus, hub. dengan tidur, kesadaran, prenatal-natal, postnatal, riw. keluarga
- Pem. tumbuh kembang
- Pemfis - neurologi - psikiatri
- EEG
- EMG
- Video recording
4) TATALAKSANA
- kebanyakan gx gerak tidak perlu tx khusus karena bisa ilang sendiri
- myoclonic, hiperekplexia: clonazepam
- CBT pada anak yang lebih besar
Komentar
Posting Komentar