ENSEFALITIS AUTOIMUN
[THIS ARTICLE IS ORIGINALLY ORIENTED ON PEDIATRIC CASE. APPROACHES ON ADULT CASE WILL BE ADDED GRADUALLY.]
1) PATOFISIOLOGI:
Autoimunitas dimediasi limfosit T, B, dan autoantibodi. Pada anak-anak, autoantibodi sering menyerang: NMDA receptor, myelin oligodendrocyte glycoprotein (MOG), glutamic acid decarboxylase (GAD).
Pada dewasa, ada paraneoplastic (molekul mimikri, sel T) dan non paraneoplastic (sel B). Bisa terjadi postinfectious (misal: post-HSV ensefalitis)
2) KRITERIA DIAGNOSIS:
a) ENSEFALITIS (secara umum)
- SINGKIRKAN SEMUA KAUSA LAIN
- MAJOR: PENURUNAN KESADARAN > 24 JAM
- minor: (2 possible, >=3 probable)
- demam >= 38 C selama 3 hari terakhir
- seizure: yang tidak berhubungan dengan penyakit kejang sebelumnya
- new neurological deficit
- CSF WBC >= 5/mm3
- temuan imaging mendukung
- abN EEG yang konsisten ensefalitis
- deficit working memory/AMS/psikiatri (susah diidentifikasi pada anak)
- setidaknya satu dari:
- temuan CNS fokal baru (susah diidentifikasi pada anak)
- kejang
- pleositosis CSF
- MRI sugestif ensefalitis
- eksklusi sebab lain
c) Modif Klinis Anak untuk Kriteria AE
- anak sebelumnya sehat lalu mengalami gejala neuropsikiatrik:
- berubah kesadaran
- gx tidur (bisa berhari-hari)
- gx behavior (hiperaktif, iritabel, repetitif, stereotipi)
- stagnasi tumbuh kembang anak yang sangat kecil
- psikosis
- kejang faciobrachial => distonik (myoklonik sesisi wajah dan lengan dan posturing ke satu sisi yang sama dengan wajah yang terpengaruh), dan tidak berhubungan dengan epilepsi yang ada sebelumnya
- gerak abnormal
- kognitif/gangguan bicara (bisa turun IQ)
- gx mood
- demam
d) Perbedaaan Gambaran Klinis
ENSEFALITIS AUTOIMUN ANAK >< DEWASA
multifocal symptoms isolated
jarang berkaitan dengan tumor paraneoplastic
3) PENUNJANG
b) Penunjang lanjutan:
- konsul psikolog anak untuk melihat kemunduran kognitif yang subtle
- pemeriksaan autoAb yang dicurigai
- PET, SPECT (tidak semua senter ada)
4) Autoimun ensefalitis yang paling umum:
a) Anti NMDAR
- onset: bisa masa kanak, dewasa, atau masa kanak yang berulang saat dewasa
- klinis: seperti di atas. Pada kasus dewasa, sering psikiatrik
- MRI: normal 65%, jika abN: hiperintensity (no predilection). Pada kasus dewasa, sering mengenai sistem limbik/lobus temporal
- EEG: jika abN: delta brush
- autoAb NMDAR dalam LCS dan darah
- klinis: gx kognitif, kejang lobus temporal, ataxia
- MRI normal pada awalnya tapi bisa muncul 1) lesi di sistem limbik 2) gambaran atrofi
- LCS oligoclonal band
- RPD autoimun yang resisten
- mirip multiple sclerosis >> optic neuritis, transverse myelitis
- kelainan white matter
- myelitis ekstensif longitudinal
- Ab serum lebih terdeteksi daripada LCS
- titer tinggi pada anak sangat kecil dan bisa relaps
5) Penyesuaian Kriteria untuk Anak
a) PROPOSED CLASSIFICATION CRITERIA FOR CHILDREN

b) Kriteria untuk Encephalitis anti-NMDAR
6) DDx: infeksi primer, sistemic inflammatory, metabolic, toxic, psikiatri. Membedakan dengan skizofrenia: skizofrenia lambat dan kronis (min. 6 bulan), ensefalitis lebih cepat (< 3 bulan)
7) Tx fase akut: Konsensus Internasional NMDARE 2021
- tumor dan infeksi diatasi dulu
- 1st line:
- pulse metilprednisolon 30 mg/kg/hari max 1 g sehari
- IVIg/plasma exchange
- 2nd line: rituximab/cyclophosphamide
- Lanjut steroid rumatan: pulse metil bulanan/oral metilprednisolon (?) 3-12 bulan
- 3rd line: metotrexate (untuk mencegah relaps, bisa menggunakan azathioprine dsb.)


Komentar
Posting Komentar