SENSORY PROCESSING DISORDER (SPD) PADA ANAK

Dalam DSM V, termasuk autistic spectrum disorder.

1) DEFINISI: Masalah organisasi informasi sensorik bersamaan dengan motorik. Gangguan deteksi, modulasi, interpretasi, atau respons terhadap rangsang, respons atipikal terhadap reaksi sensorik => sensori integrasi


2) PATOFISIOLOGI

Reseptor ada ekstero- (panca indera), proprio-, dan intero- (viscera). Dari reseptor, rangsang diregistrasi => dimodulasi (boleh lewat atau ga?) => diskriminasi (interpretasi) => dan direspons

Neokorteks: eksitasi

Ganglia basalis: sensory gating

Serebellum: mengatur kekuatan dan keseimbangan

Abnormalitas struktur/disfungsi koneksi dari jalur di atas menyebabkan SPD.


3) KLASIFIKASI (Miller and Schaaf)


4) MILESTONES NORMAL

  • 0-6 bulan: menangis (abN: sering)
  • 6-12 bulan: makan (abN: intoleransi tekstur makanan)
  • 1-2 tahun: sosialisasi dengan orang tua
  • 2-3 tahun: sosialisasi dengan teman sebaya
  • 3-4 tahun: pembelajaran
  • 4-5 tahun: pertemanan, ekspresi emosi
  • 5-6 tahun: belajar akademik dasar, atensi, berpendapat


5) DIAGNOSIS

a) Manifestasi Klinis: tergantung indra bisa secara auditori, visual, taktil, dan cium

  • jika low threshold: tidak suka rangsang (iritabel, menghindar)
  • jika high threshold: tidak pela (undersensitif, craving)

Gejala dapat berkembang dari: sensori => motoris => social => behavior

Kesulitan SPD: interaksi, partisipasi, bahasa, organisasi info sensor (bersama motor)

b) Tools


6) TATALAKSANA

  • Play-based approach
  • Environmental-based

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENINGITIS TB

TERAPI EPILEPSI (ANTI SEIZURE MEDICATION/ASM)