GANGGUAN TIDUR PADA ANAK
0) PENGANTAR: FAAL TIDUR
a) Anatomi
- irama sirkadian diatur hipotalamus
- mimpi diatur oleh lobus frontal, korteks, dan bagian posterior
b) Neurotransmiter dan hormon: sistem tidur dimodulasi oleh
- tidur: melatonin, adenosin, GABA
- bangun: orexin, histamin
Tidur bergantung pada irama sirkadian dan homeostasis, yang dipengaruhi oleh gen, lingkungan, dan komorbid.
Perubahan hormon saat tidur: GH naik, melatonin naik, kortisol turun.
c) Fase-fase tidur:
- NREM (terbagi tahap 1, 2, dan 3): semua aktivitas tubuh turun.
- REM (saat elektrooculogram menunjukkan peningkatan, hence 'rapid eye movement'): bisa 5-6 kali terjadi sekali tidur. Saat REM, tonus otot turun (sampe atonia), tapi aktivitas otak naik.
d) Durasi tidur normal sesuai usia:
- 0-2 bulan: 12-18 jam
- 3 bulan-1 tahun: 14-15 jam
- 1-3 tahun: 12- 14 jam
- 3-5 tahun: 11-13 jam
- 5-12 tahun: 10-11 jam
- 12-18 tahun: 8-9 jam
- adult: 7-9 jam
Hipnogram: bayi tidur terfragmen, REM >>. Setelah lebih besar, tidur lebih tidak terfragmen, REM <<
e) Rekomendasi sleep quality pada usia < 5 tahun:
- sleep latency (=< 30 menit),
- bangun lebih dari 5 menit =< 1 x)
- sleep deficiency < 50% (dinilai dari PSG)
1) DIAGNOSIS GANGGUAN TIDUR PADA ANAK
a) ANAMNESIS:
- mulai tidur, mempertahankan, durasi
- rutinitas menjelang tidur
- apakah pagi bangun dengan segar?
- cemas/depresi
- kebiasaan aneh saat malam/tidur
Sleep screening di anamnesis: BEARS
- Bedtime problem (mau tidur ga bisa)
- EDS
- Awake (klo terbangun di tengah tidur, mau tidur lagi butuh berapa lama)
- Regularity and duration
- Snore
Bisa dibantu dengan sleep log: diari tidur diisi 2 minggu sebelum ke dokter.
TOOLS GANGGUAN TIDUR ANAK: CSAQ (=<12 tahun), SDSC (=< 16 tahun)
b) Wrist actigraphy
c) PSG (tidak semua center ada)
2) GANGGUAN TIDUR YANG SERING TERJADI PADA ANAK
a) OSA (termasuk sleep related breathing disorder), bisa disebabkan oleh facial disorder, neuromuscular disorder, Down syndrome dan lain-lain.
- Diagnosis memenuhi salah satu dari kriteria A atau B, ditambah kriteria C (American Academy of Sleep Medicine):
- A. EDS
- B. Dua atau lebih dari
- tersedak atau tersengal-sengal (choking or gasping) saat tidur
- berkali-kali terbangun
- bangun tidak segar
- kelelahan pada pagi-siang hari (daytime)
- gangguan konsentrasi
- C. Monitoring semalaman (overnight) menunjukkan 5 atau lebih kejadian napas tersumbat/jam selama tidur.
- Tidak bisa dijelaskan oleh sebab lain
- Gold std: PSG
- Tx: treat underlying (mis. tonsil >> THT)
b) Parasomnia:
- sleep terror: NREM, can't recall dream detail
- nightmare: REM, can recall dream detail
- sleep walking: NREM
c) Circadian rhythm sleep wake disorder: tidur malam sekali, bangun siang (sering pada anak yang lebih besar atau remaja)
d) Delayed sleep phase disorder
Tx dengan mengembalikan sirkadian rhythm
step 1: avoid bright lights for 30 min before the target bedtime
step 2: shift the bedtime earlier by 15-20 minutes each day
step 3: consider melatonin low dose (0,5 mg-1 mg) 4-6 hours before current sleep time
step 4: get early morning light
step 5: keep the schedule for bedtime and wake time the same throughout the week
e) Insomnia: sleep onset >= 30 min, sering terbangun/bangun pagi sekali, bangun tidak segar
3) TERAPI AWAL = SLEEP HYGIENE
a) daily schedule konsisten
b) turn of gadgets sebelum tidur
c) jangan tidur dengan perut kosong/penuh
d) exercise
e) kurangi minum sebelum tidur
f) kasur nyaman
g) kurangi kafein
h) kamar gelap dan tenang
i) bangun dengan alarm internal
Komentar
Posting Komentar