ADHD PADA ANAK
1) DEFINISI: gangguan yang ditandai kurang perhatian, impulsif hiperaktif, mengganggu fungsi dan perkembangan anak. KRONIS => menetap bisa sampai dewasa, tidak mampu memusatkan perhatian, hiperaktif, impulsif tidak sesuai perkembangan umur, bisa bermasalah dengan orang lain (sekolah/kerja).
2) EPIDEMIOLOGI: Laki-laki >> (L:P bisa 2-9 : 1)
3) PATOFISOLOGI:
a) Patoanatomi: Defisit sistem inhibisi
- Overstimulasi KORTEKS FRONTAL (dopamin menurun): hiperkinetic, impulsivity
- Gangguan pemusatan perhatian di frontal dan SEREBELUM
- Gangguan nucleus caudatus
- Volume otak kecil (3-10% lebih kecil dari normal, di otak kanan menurun drastis), penurunan aktivitas dari nucleus caudatus, cerebellum, dan korteks frontal.
b) Faktor Risiko: Bisa dari gen (DAT-4 kromosom 10 => perubahannya juga bisa dipicu oleh lingkungan), lesi struktural, disregulasi neurotransmiter
- mempengaruhi gen-gen DOPAMINERGIK: dopamin banyak direuptake sehingga tidak sampai post sinaps, aktivitas dopamin menurun
- saudara kandung ADHD meningkatkan risiko 5-7 x lipat
- orang tua riwayat ADHD 50% chance anak terkena ADHD
- dopamin <<, fungsi kognitif << => gangguan memori
- NE >> berefek pada modulasi kejang
4) KRITERIA DIAGNOSIS (DSM V)
a) Inatensi: 6 atau lebih gejala (<16 tahun) atau 5 atau lebih (>= 17 tahun) terjadi selama sekurangnya 6 bulan dan tidak sesuai dengan level perkembangan:
- tidak memperhatikan rincian atau membuat kesalahan ceroboh di sekolah/tempat kerja/aktivitas lain
- tidak bisa mempertahankan perhatian pada tugas/permainan
- terlihat tidak mendengarkan saat diajak bicara langsung
- salah instruksi sehingga pekerjaan tidak selesai
- sulit mengatur pekerjaan dan aktivitas
- menghindari/tidak menyukai/enggan mengerjakan tugas yang membutuhkan usaha mental jangka panjang (tugas sekolah/PR)
- barang yang penting untuk tugas atau aktivitas sering hilang
- mudah teralihkan
- pelupa dalam aktivitas sehari-hari
- tidak bisa diam (fidget, taps hands, squirm in seat)
- ninggalin kursi saat disuruh duduk
- berlarian/memanjat di situasi yang tidak pantas
- tidak bisa melakukan aktivitas senggang/bermain dengan tenang
- sering 'on the go' seperti digerakkan motor
- sering banyak bicara
- menjawab sebelum pertanyaan diselesaikan
- sulit menunggu
- memotong percakapan/aktivitas orang lain
- beberapa gejala inatensi atau hiperaktif-impulsif muncul sebelum usia 12 tahun
- beberapa gejala muncul di dua/lebih situasi (misal di rumah dan sekolah, dengan teman dan saudara, di kegiatan-kegiatan tertentu)
- gejala mengganggu atau mengurangi kualitas sosial, sekolah, dan pekerjaan
- tidak dapat dijelaskan dengan gangguan mental lain. Gejala tidak terjadi hanya selama skizofrenia atau gangguan psikotik lain
5) KOMORBID
ADHD bisa disertai epilepsi, gangguan tidur, atau tic. Jika menjadi komorbid epilepsi akan memperburuk prognosis psikososial dan mengganggu kualitas tidur (mengantuk berlebihan, mimpi buruk, susah memulai dan mempertahankan tidur)
6) TATALAKSANA
a) Nonfarmakologi => terapi perilaku (reward, nonpunitive)
- jangan dihukum
- rutinkan jadwal harian
- batasi pilihan
- modif kelas supaya fokus tidak pecah
- perpanjang waktu kerja tugas
b) Farmakologi
- 1st line: metilfenidat (stimulan, mereknya biasanya Ritalin) untuk > 6 tahun. ES: appetite turun, insomnia, penurunan kesadaran, memperburuk tic. Dosis tergantung merek biasanya pagi.
- 2nd line: alpha-2 adrenergic agonist (clonidine), kurang efektif, tapi aman untuk tic. Untuk 6 tahun ke atas. Dosis awal 0,1 mg sebelum tidur, ditingkatkan tiap minggu 0,1 mg/hari, tetapi tidak melebihi 0,4 mg/hari.
c) ADHD dengan komorbid
- gangguan tidur: sleep hygiene (menurunkan stimulan), stimulus control (tidak boleh menyalakan TV atau HP), farmako dengan melatonin
- tic:
- non farmako (edukasi, relaksasi)
- farmako: tic ringan tidak butuh obat, kalo berat atau mengganggu bisa pake clonidin atau haloperidol
Komentar
Posting Komentar