INFEKSI SISTEM SARAF PUSAT KONGENITAL PADA ANAK
1) Kongenital Toxoplasmosis
a) DIAGNOSIS
- Klinis: TRIAS chorioretinitis, hidrosefalus, intracranial calcification (periventrikuler). Bisa ada jaundice, trombositopenia, (pada anak lebih besar) retardasi mental dan gangguan belajar.
- Lab: IgM (sensitivitas > 90%, spesifitas 100%), IgA lebih sensitif, tidak perlu PCR karena serologi sudah cukup sensitif
- Algoritma: jika ibu (+) waktu hamil, tes IgG/IgM pada anak
- jika positif dua-duanya, DX TEGAK
- jika IgM (-) IgG (+), tunggu 4-6 minggu, ulang
- jika IgG naik, DX TEGAK
- jika IgG turun, ulang
- jika selalu ada baru (+)
- jika hilang berarti (-)
- Confirmed case:
- IgA, IgM (+)
- IgG naik
- isolasi parasit dari plasenta (tidak rutin dikerjakan)
- mikroskopis amnion (+)
- Probable case: anak klinis (+) dari ibu yang confirmed.
b) TATALAKSANA: pyrimethamin + sulfadiazin
- pyrimethamin: 2 mg/kg/hari selama 2 hari, lanjut 1 mg/kg/hari selama 2-6 bulan (jika simtomatik), lalu dosis yang sama dilanjutkan sampai 1 tahun, tetapi 3 x seminggu
- efek toksik ke sumsum tulang ditambal pake leucovorin inj. (10 mg 3x/minggu sampai 1 minggu setelah terapi pyrimethamin selesai)
- sulfadiazin: 100 mg/kg/hari: 2 dosis sampai 1 tahun
- jika ada ocular toxoplasmosis, + steroid
- jika sulfadiazine tidak ada, diganti TMP-SMX
c) Prognosis:
- 98% akan menjadi retardasi mental
- 83% akan punya penyakit kejang
- bisa juga spastisitas, palsy, atau gangguan penglihatan berat
2) Infeksi Sitomegalovirus Kongenital
a) DIAGNOSIS
- Klinis: microcephali, SNHL (bisa muncul beberapa bulan setelah lahir dan normal), jaundice, lemah kejang, sesak napas, ruam seluruh tubuh, pucat, petekie, RIW. IBU INFEKSI CMV. Lebih banyak asimtomatis saat lahir: muncul beberapa bulan kemudian.
- Evaluasi Anak dengan Kecurigaan CMV: Ibu CMV tapi anak asimtomatik, curigai jika memang ibu beneran (+) atau mengalami mononucleosis-like (pilek + limfadenitis)
- USG/CT scan kepala (ventrikulomegali, kalsifikasi, polimikrogiria)
- Otoacoustic emission (jika keluar hasilnya REFER 2x => +)
- PCR/antigen/IgM (jika IgM +, dx tegak)
- Funduskopi
- Bilirubin (terutama direk) meningkat
c) TATALAKSANA
- Indikasi terapi: jika melibatkan
- CNS
- severe focal organ disease (mis. anemia, pneumonia, dsb.)
- Tx SEAWAL MUNGKIN (idealnya di usia 1 bulan, max 6 bulan karena lebih dari itu tidak bermanfaat)! Simtomatik sedang berat:
- valganciclovir 16 mg/kg/kali PO, 2x/hari selama 6 minggu (sebagian besar sampe 6 bulan)
- jika asimtomatik, ringan, atau isolated SNHL tidak secara rutin diterapi
3) Congenital Rubella Syndrome
a) DIAGNOSIS
Awal kehamilan: abortus (<12 minggu). Jika tetap hidup: birth defect. Klinis: TRIAS katarak, tuli total, gangguan jantung
Lab: IgM (+) atau kenaikan IgG (>4x) berjarak 2-3 minggu
Surveillance, jika usia < 1 bulan: IgG (+) => diulang (mungkin bawaan ibu). Puncak IgM sampai usia 5 bulan
b) Definisi Kasus (berdasarkan Pedoman Surveilans WHO)
- Suspek CRS: bayi < 12 bulan + min. 1 gejala grup A
- CRS klinis: bayi < 12 bulan + (2 A atau 1 A + 1 B) dan belum cek lab
- CRS pasti: suspek +
- usia < 6 bulan: IgM (+)
- usia 6 bulan-1 tahun: IgM, IgG (+) atau IgG 2x selang 1 bulan tetap (+)
- bukan CRS: suspek tapi lab tidak mendukung
c) Pencegahan: IMUNISASI! Eliminasi campak rubella: jika 3 tahun tidak ada dalam negara tersebut
Komentar
Posting Komentar