PEDIATRIC BRAIN DEVELOPMENT ON LANGUAGE READING AND CONNECTION WITH SCREEN TIME
1) PROBLEM UMUM KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN ANAK
- terlambat bicara,
- kontak mata <<,
- paparan dini screen time lama,
- anak-anak terapi bicara bisa ngomong, tapi balik lagi dengan social communication disorder
2) PERKEMBANGAN BAHASA NORMAL
Pendengaran (berkembang duluan, lebih penting untuk bahasa) > Penglihatan.
Koneksi Wernicke-Broca sudah ada sejak trimester tiga akhir, tetapi akan menjadi lebih matur tergantung lingkungan.
- Wernicke (temporal): mengenali dan memaknai kata
- Spoken word: area 41 wernicke
- Girus angular (parietal): mengumpulkan info, kata dan konsep
- Reading: area 17, 18, 39 girus anguler
- Korteks insular: emosi dan motor (jika terganggu menjadi sensory processing disorder, autistic)
- Broca (frontal): membentuk dan mengekspresikan kata
- Kognisi: dikirim ke Broca => cranial nerve => speak
Anak umur 3-4 tahun bisa bercerita dengan gambar berurutan. 4 tahun ke atas sudah bercerita dengan insiasi sendiri hal-hal yang terjadi di masa lampau/sudah tidak terlihat
- Area Broadmann (oksipital) berkembang paling akhir: membentuk imajinasi visual dari cerita yang didengar
3) SCREEN TIME DAN PERKEMBANGAN BAHASA
Tx bicara juga untuk komunikasi (beropini, interaksi dengan orang lain)
- harus dikaitkan dengan panca indra lain (misal anak memegang langsung benda yang dipelajari)
- harus sering banyak mendengar dari orang tua!
Menonton video tidak membantu mengenalkan kata dengan konteksnya! Screentime mobile (> 2 jam) => keterlambatan bicara ekspresif
- kalo pada anak yang lebih besar, membantu menambah skor komunikasi
- harus ada coviewing dengan ortu
Rekomendasi IDAI
- < 2 tahun: screen time tidak boleh
- 2-5 tahun: 1 jam screen time dengan coviewing
American Academy of Pediatrics => 18 bulan-2 tahun: screen time boleh selama ada coviewing
Komentar
Posting Komentar