Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

ASPECT SCORE

Gambar
ASPECTS (Alberta Stroke Program Early CT Score) dihitung melalui dua potongan CT-scan. Pemeriksa memulai dengan 10 poin, lalu setiap didapatkan perubahan iskemik dini dari 1 area, maka nilai tersebut dikurangi dengan 1.   Area MCA Cara yang sama bisa digunakan untuk sirkulasi posterior, namun regionya berbeda. Poin yang dikurangi: thalami (1 point each) occipital lobes (1 point each) midbrain (2 points) pons (2 points) cerebellar hemispheres (1 point each)  Area posterior Kalkulator: ASPECT anterior   Cutoff tradisionalnya adalah 8. Jika ASPECT < 8, maka post trombolisis outcomenya tidak akan membaik. Namun, saat ini ASPECT digunakan untuk menentukan keputusan trombolisis/trombektomi dalam beberapa cutoff .

SPIKE WAVE COMPLEX (SWC)

Gambar
Definisi: spike dan wave yang berlangsung berulang-ulang (repetitif, dalam rangkaian) dan tidak memenuhi kriteria untuk pola epileptiform yang lebih spesifik Interpretasi:  pola ini dianggap relatif spesifik karena hubungannya dengan epilepsi pada saat tidur, general, pendek-pendek, ireguler, bisa muncul polyspike Derajat abnormalitas EEG: abnormal III Contoh: SWC 4 Hz general pada anak dengan absence seizure yang sudah seizure free, durasi hanya 1s Ada dua bentuk SWC yang khusus: Slow SWC Definisi:  terdiri dari burst SWC dengan kecepatan repetisi < 2,5 Hz dibutuhkan sekurangnya 1 burst dengan durasi > 3 detik untuk klasifikasi sebagai SSWC Interpretasi: SSWC general sering muncul pada pasien dengan kejang refrakter general dan ensefalopati kronis a.k.a Lennox Gastaut Syndrome Derajat: abnormal III Contoh SSWC pada pasien 25 tahun yang mengalami epilepsi sejak usia 7 tahun karena meningoensefalitis. SSWC berfrekuensi 1-2 Hz dengan durasi > 3s. Menunjang diagnosis Len...

PERAN PLATELET DALAM REPERFUSION INJURY PASCA STROKE

Dibahas oleh artikel ini . Kebanyakan stroke adalah iskemik (disebabkan oklusi) sehingga penting untuk melakukan reperfusi, tetapi ternyata cedera sel dapat berlanjut dari ischemia/reperfusion injury (I/R injury ). Mekanismenya melibatkan pembentukan reactive oxygen species (ROS) dan metabolit lain yang memicu inflamasi. Salah satu yang berperan dalam kaskade inflamasi tersebut adalah platelet . Pada iskemia terjadi fenomena kegagalan energi sel dan penumpukan senyawa degradasi purinergik (hipoxantin). Setelah reperfusi, darah dan oksigen mengalir kembali ke daerah iskemik => oksigen memicu konversi hipoxantin => xantin dan asam urat, produk sampingannya: anion superoksida (ROS). Selain proses ini, yang menimbulkan ROS adalah kebocoran elektroda dan leukosit => ROS memicu aktivasi platelet dengan cara: - menurunkan bioavailabilitas NO, padahal NO adalah platelet inhibitor - meningkatkan pelepasan von Willebrand factor dari endotel - pelepasan agonis proplatelet dari sel yang ...

CRITICAL CARE PAIN OBSERVATION TOOL (CPOT)

Gambar
Menurut studi yang dilakukan Grosso dkk . (2019), dari beberapa skala penilaian nyeri pada pasien tidak sadar, skala yang paling sering digunakan adalah Critical-Care Pain Observation Tool (CPOT) dari Payen dan Gelinas (2006). Skor >= 3 mengindikasikan adanya nyeri dengan skor maksimal 8. Target terapi analgesik adalah < 3.

SISTEM SARAF OTONOM

As seen on Lindsay, 2010  Terbagi menjadi simpatis dan parasimpatis. Sistem saraf otonom diatur oleh sistem limbik, hipotalamus, dan formasio retikularis. Serabut dari sini bersinaps dengan neuron preganglionik di  simpatis: kolumna intermediolateral T1-T12 parasimpatis: nukleus N. III, N. VII, N. IX, N. X, medula spinalis segmen S2 dan S4  Jalur simpatis : Dari kolumna intermediolateral,  serabut preganglion (white ramus, bermyelin) => ganglion simpatis => postganglion (grey ramus, nonmielin) => pembuluh darah, kel. keringat, m. piloerektor serabut preganglion (membentuk N. splanchnicus) => ganglion prevertebralis (coeliac, mesenteric) => organ visceral. Tiap level ada ganglion dan organ visceralnya sendiri-sendiri T1: dilatasi pupil T2-T3: akselerasi kardiak T4-T5: bronkodilator T6-T8: kel. adrenal T9-T12: usus L1-L4: VU T9 ke bawah akan menurunkan aktivitas otot polos dan mengaktifkan sfingter Jalur parasimpatis: dari atas masuk ke nukleus-nukleus k...

NEUROSANBE

Neurosanbe merupakan merek sediaan vitamin neurotropik injeksi dari Sanbe. Sediaan: 1 ampul (3 mL) Komposisi per ampul: vit. B1 100 mg, vit. B6 100 mg, vit. B12 5000 mcg Indikasi:  Brosur resmi produk:  mencegah dan mengobati kekurangan vit. B1, B6, B12  seperti pada beri-beri, polineuritis. MIMS (mims.com) sesuai halaman obat Neurobion (sediaan dan kandungan Neurosanbe sama dengan Neurobion Forte solution for injection): tatalaksana penyakit terkait defisiensi vit. B kompleks. Efek-efek analgesik dan neuroregeneratif yang signifikan dihasilkan oleh kombinasi dosis tinggi ini dan karenanya menjadi bermanfaat utamanya untuk tatalaksana penyakit-penyakit susunan saraf tepi : polineuritis, neuralgia, sciatica, sindrom bahu-lengan, lumbago-lumbalgia, neuralgia interkostal, trigeminal neuralgia, facial palsy akibat herpes zoster, neuropati diabetik, neuritis optik, kebas di ekstremitas, sebagai suplemen terapi INH, reserpin dan fenotiazin, mual-muntah pada kehamilan, defisiens...

PATOFISIOLOGI GLIOBLASTOMA RELAPS

evolusi subklonal dan heterogenitas intratumor: subklon yang berbeda dalam tumor mengalami perubahan genetik dan epigenetik yang unik yang memungkinkannya menghindari terapi dan merepopulasi tumor setelah pengobatan. Contohnya adalah RAS/GEF GTP-dependent signaling pathway yang tidak terdapat pada populasi bulk tumor, tapi mengalami mutasi pada sel tunggal peran signaling pathway: epidermal growth factor receptor (eGFR) pathway adalah jalur pensinyalan yang paling sering berubah pada glioblastoma. Mutasi/amplifikasi eGFR dapat berujung pada terpicunya pertumbuhan dan survival tumor. Jalur lain, seperti jalur p53 dan IDH juga berperan dalam kekambuhan glioblastoma (menyebabkan resistensi pengobatan dan progresi tumor) microenvironment tumor: terdiri dari berbagai sel non-kanker seperti astrosit, mikroglia, dan sel endotel yang berinteraksi dengan tumor untuk menciptakan lingkungan protumorigenik. Misalnya, cancer associated fibroblast dapat mensekresi faktor pertumbuhan yang mendorong p...

DISARTRIA

Disartria tidak selalu ditimbulkan oleh N. XII, bisa juga N. VII dan N. IX. Artikulasi ototnya ada labial (N. VII), palatal (N. V), dan lingual (N. XII), pharyngeal (N. IX-X). Huruf yang tidak bisa dibunyikan: Disartria labial: m, b, p, w Disartria lingual: t, d, l, r, n Disartria palatal: (bunyi konsonan justru menjadi) nk, ng

HEAD SHAKING NYSTAGMUS

Prosedur pemeriksaan: Bimbingan dr. Ria, Sp.S (K): pasien diminta menggelengkan kepala. Bukan trigger positional vertigo de Jong: pasien diminta menggerakkan kepala ke depan dan belakang ( back and forth ) dengan mata tertutup selama 30 detik dengan cepat, amati nystagmus. Interpretasi: Normal: tidak ada nistagmus. Jika muncul nistagmus ke sisi sehat secara singkat => vestibular imbalance

DRUG-INDUCED LIVER INJURY PADA MENINGITIS TB

Gambar
Epidemiologi : DILI dilaporkan pada 8-43% pasien ME TB (di RSSA 20-30%), lebih tinggi pada ME TB dibandingkan TB ekstrakranial, padahal penghentian OAT dapat meningkatkan mortalitas/morbiditas. Insiden tertinggi pada 2 minggu pertama, tetapi DILI secara umum terjadi dalam 2 bulan setelah pemberian OAT.  44% dari kasus infeksi CNS di Malang adalah ME TB. Idealnya dx dengan Marais score, namun dalam kondisi tidak ideal tetap harus berpegang kriteria klinis Faktor yang mempengaruhi DILI :  usia (tua),  BMI (obesitas),  hipoalbumin,  jenis kelamin (wanita),  faktor metabolik (DM, hiperkolesterolemia),  interaksi obat,  konsumsi alkohol,  status asetilator metabolik INH Bagaimana terjadinya DILI : ada idiosyncratic ( immune-mediated : merusak hepatosit via jalur humoral atau sitotoksis, atau non-immune mediated : langsung merusak organel), dan toxic Kriteria DILI : OT/PT dan bilirubin. ALT 5x tanpa gejala atau 3x lipat dengan gejala, dan/at...

ENSEFALITIS VIRUS

ETIOLOGI: paling banyak HSV → umumnya self limited. Bisa juga disebabkan Mumps virus. Virus jarang melibatkan meningen karena merupakan organisme intraseluler, sehingga tidak keluar ke meningen. Artikel ini akan membahas HSV. Etiologi lain: JE virus PENYEBARAN: hematogen, retrograde neural (lobus temporal dan pons) WORKUP: kimia LCS: limfositik, protein naik dikit, glukosa normal gold std : PCR virus .  imaging: hiperintens parenkim eksklusi penyebab lain, salah satunya dengan kultur darah TATALAKSANA:  asiklovir IV 10-15 mg/kg IV q8jam min. 10 hari, umumnya 14-21 hari untuk mengurangi sekuele. Hanya untuk etiologi HSV (1-2). Hati-hati pada orang dengan gangguan ginjal, sebelum pemberian obat harus diencerkan dahulu sampai 100cc dexametason (bimbingan dr. Badrul, Sp.S (K) diberikan 5-7 hari langsung stop, tapi tidak ada pakemnya.  SEKUELE: defisit, penurunan kecerdasan 

POST STROKE EPILEPSY

Gambar
[ THIS DRAFT IS INCOMPLETE!] x) PATOFISIOLOGI PSE yang terjadi remote dari onset karena ada plastisitas otak, bisa membentuk eksitatori pathway baru dan menjadi kejang. Berbeda dengan early onset kejangnya disebabkan direct damage dari neuronnya Menghitung risiko stroke menjadi late seizure (> 7 hari post onset) menggunakan: 1) CAVE score (pada ICH) atau 2) SeLECT score (pada stroke iskemik) CAVE score: SELECT score:

POST TRAUMATIC EPILEPSY

Gambar
Epileptogenesis : Kondisi post trauma kepala dapat memicu terjadinya bangkitan yang menjadi post traumatic epilepsy. Injury primer merujuk pada trauma langsung dan perubahan jaringan yang timbul dalam waktu akut (detik ke menit) setelah trauma. Dalam timeline ini meliputi kondisi eksitotoksik, kerusakan mitokondria, inflamasi, dan cedera jaringan akut. Lebih lanjut pada injury sekunder terjadi kondisi neurogenesis dan gliosis. - peningkatan inflammatory cytokines (IL-beta, TNF-alfa): kerusakan vaskuler memicu proses inflamasi di mana berbagai komponen darah proinflamasi seperti mikroglia, astrosit, blood derived leukocytes (neutrophils, T-cells, monosit dan makrofag), serta sitokin yang berperan dalam neuroinflamasi keluar ke jaringan. IL-6 dilaporkan sering ditemukan meningkat pada CSF setelah BTI, sama seperti yang ditemukan pada kondisi epilepsi (pro-ictogenic). TNF-alfa berperan sebagai proinflamasi agen yang memediasi infiltrasi leukosit, disrupsi BBB, dan degenerasi neuronal - ne...

KLASIFIKASI SEMIOLOGI BANGKITAN (ILAE, 2025)

Gambar
Berdasarkan paper ini . tl;dr Ini adalah klasifikasi yang ada tempat menyebut 'unknown' jika tidak ada saksi, juga mengembalikan istilah 'awareness' ke 'consciousness' .

PROLONGED SEIZURE & SERIAL SEIZURE / SEIZURE CLUSTERS

Definisinya berbeda-beda tergantung literatur. Literatur yang membahas kedua jenis seizure ini dari kuliah Prof. Hirsch: here . Prolonged seizure: kejang memanjang, tapi tidak cukup memenuhi kriteria SE. Durasi prolong seizure untuk focal: 5 menit, GTC dan absence: 2 menit Serial seizure:  - jika frekuensi meningkat 3-4x dari kejang biasanya dalam periode 3 hari (kalau setiap hari kejang) - jika kejang berulang > 1x dalam 1 jam atau 24 jam (kalau kejang tidak setiap hari), ada yang bilang 2- 3 seizure 24 jam atau 2 seizure dalam 6 jam Pasien yang kejang pertamanya langsung cluster ada tempat untuk maintenance ASM. Menentukan onset/berapa kali pasien kejang jika ada aura tapi tidak diikuti kejang yang kentara:  - Aura saja lalu normal baru kejang → aura dan kejangnya beda episode.  - Aura saja lalu impaired awareness → impaired awareness dihitung kejang, onsetnya dari aura Terapi = status epileptikus Benzodiazepine pada fase pertama bisa non-IV: terbaik adalah mida...

IFCN CRITERIA

Gambar
IFCN Criteria dapat membantu membedakan apakah sebuah gelombang EEG benar-benar sharp/spike atau bukan.

EEG ABNORMAL

Gambar
[THIS DRAFT IS INCOMPLETE] Pada epilepsi: SPIKE dan SHARP wave. Berubah montage akan tetap saja ada di tempat yang sama. spike wave complex (SWC) Generalized periodic discharge (GPD) Photoparoxysmal response (PPR, terjadi pada stimulasi 10-20Hz) bakal terus ada walau fotik stimulasinya sudah berakhir Fragmentasi: dapat terjadi pada sindroma dengan general seizure. Ditemukan 1 atau beberapa sharp focal yang kadang di kanan atau kiri, padahal videonya kejang general dan dominan general juga epileptiformnya, maka gelombang-gelombang fokal itu cuma pecahan gelombangnya dari yang generalized EEG ictal untuk identifikasi bangkitan elektrografis atau memastikan kejang klinis. Ada start , stop , dan evolution (perubahan amplitude dan frekuensi); cara melihat start dan stopnya timebasenya dibesarkan supaya lebih banyak detikan yg masuk ke dalam 1 layar. Kalau misal frekuensi tidak berubah, jatuhnya hanya suspiciously ictal. Slowing juga bisa merupakan bagian dari EEG iktal. Note:  - jika...

TRIPHASIC WAVE

Gambar
Triphasic wave: up-down-up (' high amplitude > 70 Î¼V positive sharp transients that are preceded and followed by relatively low amplitude negative wave' ). Kalau ketemu ini, carilah anterior posterior lag: gelombangnya akan geser makin ke belakang. Triphasic wave akan muncul pada metabolic cause (terutama hepatic, yang biasanya disertai intermitten slow activity/ISA) Klasifikasi: Abnormal III

PHOTOPAROXYSMAL RESPONSE

Definisi: epileptiform discharge posterior dominan/general yang dipicu stimulasi fotik Respon fotik normal adalah gelombang tajam yang muncul di oksipital saja dan selalu bersama stimulasi (kalau hilang stimulasinya, maka hilang juga gelombangnya). Jika berkelanjutan setelah stimulasi selesai ATAU menjadi general , maka itu EPILEPTOGENIK. Klasifikasi: Abnormal III 

ASIMETRI

Gambar
Asimetri pada EEG: perbedaan amplitudo  dari aktivitas EEG fisiologis. Disebut asimetri ketika hemisfer yang amplitudonya lebih rendah menunjukkan reduksi 50% dibandingkan regio kontralateral homotopis ATAU jika ada peningkatan amplitudo sekurangnya 100% (berarti turun setengah atau naik 2x lipat?) 'Asimetri' frekuensi => SLOWING Interpretasi asimetri:  lesi struktural regional di regio dengan amplitudo yang rendah amplitudo background rhythm bisa naik di regio yang ada lesi (scar, kraniotomi) harus ada informasi lain, terutama slowing nya ada di mana. Daerah yang slowing itulah lesinya. secara fisiologis, background rhythm occipital lebih tinggi amplitudonya di kanan Klasifikasi:  jika isolated => abnormal II Sumber: Atlas EEG (Luders, Noachtar)

POST ICTAL PSYCHOSIS

Post ictal psychosis (PIP) didahului dengan postictal state  yang langsung, lalu lucid interval hingga 72 jam sebelum episode psikosis . (Versi catatan asli: > 72 jam pasca seizure (?)) Faktor risikonya adalah long standing epilepsi, TLE. Ada juga interictal psychosis  (dikutip dari jurnal yang sama: a psychotic episode not temporally related to ictal events, without impairment of consciousness, and might manifest in brief or chronic forms, the latter with a duration of more than 3 months ) dan ictal psychosis ( psychotic symptoms occur during a seizure or epileptic status )

DISTONIA

DISTONIA OROMANDIBULAR: ada sensory trick  biasanya dipegang di pipi/rahang akan berhenti SINDROMA DISTONIA PLUS: Dopa-responsive dystonia (Segawa syndrome): gennya GTP Epidemiologi dan Manifestasi Klinis: typically presents between infancy and adolescence with an average age of onset of 8 to 11 years (dr. Neila, Sp.S(K): typical presentation: anak-anak 5-6 th tidak bisa berjalan maju , bisa berjalan mundur ( gejala kaki ). Mirip ataksia , jalan susah karena kaku sekali.) equinovarus foot posturing ( mirip CP, menekuk ke dalam) Diurnal fluctuation is common with dystonia worsening towards the end of the day. Berespons dengan dopamin Diagnosis banding: Parkinson: levodopa tidak berespon CP: kejang, spastik, gx kognitif TATALAKSANA: Medikamentosa: Inj botulinum kalau focal, kalau seluruh tubuh tidak bisa. Selain botulinum, ada ABCD: Anticholinergic: THD KECUALI pada tardive dyskinesia (ES neuroleptic) Baclofen Clonazepam Dopamin antagonis/bloker: tetrabenazin, valbenazin