EEG ABNORMAL

[THIS DRAFT IS INCOMPLETE]

Pada epilepsi:

  • SPIKE dan SHARP wave. Berubah montage akan tetap saja ada di tempat yang sama.
  • spike wave complex (SWC)
  • Generalized periodic discharge (GPD)
  • Photoparoxysmal response (PPR, terjadi pada stimulasi 10-20Hz) bakal terus ada walau fotik stimulasinya sudah berakhir
  • Fragmentasi: dapat terjadi pada sindroma dengan general seizure. Ditemukan 1 atau beberapa sharp focal yang kadang di kanan atau kiri, padahal videonya kejang general dan dominan general juga epileptiformnya, maka gelombang-gelombang fokal itu cuma pecahan gelombangnya dari yang generalized
  • EEG ictal untuk identifikasi bangkitan elektrografis atau memastikan kejang klinis. Ada start, stop, dan evolution (perubahan amplitude dan frekuensi); cara melihat start dan stopnya timebasenya dibesarkan supaya lebih banyak detikan yg masuk ke dalam 1 layar. Kalau misal frekuensi tidak berubah, jatuhnya hanya suspiciously ictal. Slowing juga bisa merupakan bagian dari EEG iktal.
Note: 
- jika spike yang muncul meragukan, bisa merujuk pada kriteria IFCN
- kalau gambaran abnormalitas general dengan predominan satu sisi, mungkin itu sebenernya tend to be focal, ada tempat imaging. Tapi, kalau kelainan struktur subkortikal, EEG mungkin tidak bisa menggambarkan kelainan struktur itu
- EEG general, tapi semiologi fokal dari anamnesis? Tetap generalized seizure, siapa tau yang kejang generalnya tdk tersaksi, tapi menjadi focal seizure jika gelombangnya lebih besar di satu sisi meskipun generalized. KECUALI jika video pada perekaman EEG-nya ada kejang, lalu jelas onsetnya fokal → ngikut semiologi. Jika dilanjutkan imaging dan ternyata berlesi fokal jelas satu sisi, maka epilepsinya adalah fokal dan terapi secara fokal

Pada ensefalopati:

  • Generalized periodic discharge
Membedakan GPD dengan Triphasic Wave (ensefalopati/koma metabolik) dengan GPD terkait kejang:



  • Gambaran slowing general dengan asimetri
  • Triphasic wave
  • Alfa/beta/teta/delta comma. Delta comma harus di semua channel/lokasi (difus).
  • EEG ictal bisa juga ada dalam kasus ensefalopati, yang mungkin menunjukkan NCSE.

Pada brain death:
  • EEG flatline/electrocerebral inactivity (kalau ada sesuatu yang mirip gelombang EEG pun, amplitudonya < 2 microvolt). Ini BUKAN delta comma karena memang sudah tidak ada gelombangnya, bukan frekuensi sangat rendah. Cara cek apakah benar-benar flatline: sensitivitynya diturunkan sampe 20 Hz lalu dilihat gelombangnya. Melihat artefak atau bukan, lihat di EKG dan LOC-ROC, kalau gelombang 'EEG'-nya bareng dengan EKG berarti itu adalah pulse artifact. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENINGITIS TB

TERAPI EPILEPSI (ANTI SEIZURE MEDICATION/ASM)