PERAN PLATELET DALAM REPERFUSION INJURY PASCA STROKE

Dibahas oleh artikel ini.

Kebanyakan stroke adalah iskemik (disebabkan oklusi) sehingga penting untuk melakukan reperfusi, tetapi ternyata cedera sel dapat berlanjut dari ischemia/reperfusion injury (I/R injury). Mekanismenya melibatkan pembentukan reactive oxygen species (ROS) dan metabolit lain yang memicu inflamasi. Salah satu yang berperan dalam kaskade inflamasi tersebut adalah platelet.

Pada iskemia terjadi fenomena kegagalan energi sel dan penumpukan senyawa degradasi purinergik (hipoxantin). Setelah reperfusi, darah dan oksigen mengalir kembali ke daerah iskemik => oksigen memicu konversi hipoxantin => xantin dan asam urat, produk sampingannya: anion superoksida (ROS). Selain proses ini, yang menimbulkan ROS adalah kebocoran elektroda dan leukosit => ROS memicu aktivasi platelet dengan cara:

- menurunkan bioavailabilitas NO, padahal NO adalah platelet inhibitor

- meningkatkan pelepasan von Willebrand factor dari endotel

- pelepasan agonis proplatelet dari sel yang terkena I/R injury seperti protein HMGB1 dan S1P

Platelet mengalami adesi ke endotel via molekul adesi (ICAM, VCAM), interaksi CD40 dan ligannya, fibrinogen. Platelet juga bisa berkontak dengan kolagen yang merupakan agonis poten platelet. Trombin yang merupakan aktivator platelet juga meningkat pada stroke iskemik. 

Target terapi baru:

- produk yang dilepaskan granul platelet: ADP, platelet factor 4, beta-tromboglobulin => produk-produk ini selain mengaktivasi platelet juga mengaktivasi sel endotel dan merekrut leukosit. Salah satu cara mengaturnya adalah mencegah nekrosis platelet 

- fosfatidilserin: kalau normal, dia ada dalam membran platelet, tetapi begitu platelet teraktivasi, dia berada di luar dan membantu mengkonversi protrombin menjadi trombin

- mikropartikel platelet: bisa membawa granul dan komponen sitosolik

Namun, aktivitas platelet mungkin masih berguna untuk pemulihan karena 1) platelet masih merilis sitokin antiinflamatori seperti IL10 2) merilis faktor pro- dan antiangiogenik yang meregulasi pemulihan. Beberapa komponen granul mungkin juga bermanfaat untuk mencegah bleeding yang terjadi akibat administrasi agen antiplatelet baru ini.

Ke depannya, pemberian anti-I/R injury segera setelah trombolisis mungkin bermanfaat untuk mengurangi disabilitas pasca stroke.

Note: leukosit juga memicu respons inflamasi, jadi ketika pembuluh darah 'dibuka' dengan reperfusi, dia akan bersirkulasi dan menyebabkan injury reperfusi (3-5 hari)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENINGITIS TB

TERAPI EPILEPSI (ANTI SEIZURE MEDICATION/ASM)