NEUROSANBE

Neurosanbe merupakan merek sediaan vitamin neurotropik injeksi dari Sanbe.

  • Sediaan: 1 ampul (3 mL)
  • Komposisi per ampul: vit. B1 100 mg, vit. B6 100 mg, vit. B12 5000 mcg
  • Indikasi: 

    • Brosur resmi produk: mencegah dan mengobati kekurangan vit. B1, B6, B12 seperti pada beri-beri, polineuritis.
    • MIMS (mims.com) sesuai halaman obat Neurobion (sediaan dan kandungan Neurosanbe sama dengan Neurobion Forte solution for injection): tatalaksana penyakit terkait defisiensi vit. B kompleks. Efek-efek analgesik dan neuroregeneratif yang signifikan dihasilkan oleh kombinasi dosis tinggi ini dan karenanya menjadi bermanfaat utamanya untuk tatalaksana penyakit-penyakit susunan saraf tepi: polineuritis, neuralgia, sciatica, sindrom bahu-lengan, lumbago-lumbalgia, neuralgia interkostal, trigeminal neuralgia, facial palsy akibat herpes zoster, neuropati diabetik, neuritis optik, kebas di ekstremitas, sebagai suplemen terapi INH, reserpin dan fenotiazin, mual-muntah pada kehamilan, defisiensi vitamin B, dan cerebrovascular accident
    • Namun, pada stroke, suplementasi asam folat, vit. B6, vit. B12 tidak efektif untuk mencegah stroke selanjutnya pada pasien dengan stroke iskemik atau TIA dengan hiperhomosisteinemia (guideline secondary stroke prevention AHA/ASA 2021)
    • Neuropati perifer: dalam sebuah artikel yang dimuat dalam European Journal of Neurology pada 2021 disebutkan bahwa neuropati dikaitkan dengan turunnya kadar vit. B12 sesuai yang diindikasikan dengan plasma vit. B12, MMA (asam metilmalonat), dan tHcy (total homocysteine). Keterkaitan ini teramati, terlepas dari penyakit primer yang menyebabkan neuropati. Kaitan neuropati dengan defisiensi vit. B1 dan B6 inkonklusif. Tatalaksana neuropati sangat menantang. Hubungan antara status vit. B1 dan B12 dan gejala neuropati atau perkembangan/perbaikan setelah terapi menyiratkan bahwa menatalaksana defisiensi nutrisional (termasuk menurunkan tHcy) harusnya menjadi bagian pelayanan kesehatan dari neuropati dan semua morbiditas dengan risiko tinggi neuropati
    • Beberapa laporan kasus yang didapatkan penggunaan Neurobion injeksi (injeksi vit. B) intramuskular antara lain: neuropati optik toksik akibat metanol, preeklamsia, ensefalopati Wernicke, OA genu, gagal ginjal kronis on dialisis, stomatitis aftosa
  • Dosis: (berdasarkan brosur resmi) 1 ampul/hari IM
  • Mekanisme kerja: sumber
    • vit. B1 (tiamin) memainkan peran utama sebagai koenzim metabolisme karbohidrat yang merupakan suplai energi utama untuk serabut saraf. Tiamin pirofosfat esensial untuk memberikan piruvat pada metabolisme energi oksidatif, pada akhirnya menghasilkan produksi adenosin trifosfat (ATP). Sebagai tambahan, beberapa studi menyimpulkan bahwa vitamin ini bekerja sebagai antioksidan site-directed, karenanya melindungi saraf dari kerusakan oksidatif. Hasil akhirnya adalah penormalan sensasi nyeri dan berkurangnya hipereksitabilitas
    • vit. B6 (piridoksin) esensial untuk metabolisme asam amino, jadi vit. B6 menjamin metabolisme neurotransmiter (misalnya GABA, serotonin), yang tidak tergantikan sebagai transmisi sinyal pada sistem saraf, dan terkait dengan pelepasan glutamat. Vit. B6 mungkin menghambat rilis glutamat dengan menekan aktivitas entri voltage-dependent Ca2+ presinaptik dan protein kinase C. Sebagai tambahan, vit. B6 dapat--dengan meningkatkan sintesis GABA--menyeimbangkan aktivitas neuron glutamatergik eksitatorik. Itu juga dibutuhkan untuk sintesis sphingolipid--penyusun penting dari selubung myelin yang menyelubungi neuron. Kesimpulannya, vit. B6 memainkan peran penting pada sintesis neurotrasmiter, menghambat pelepasan glutamat neurotoksik, dan memulihkan fungsi saraf sensorik
    • vit. B12 (kobalamin) memiliki bukti kuat mengenai fungsi regenerasi saraf. Kobalamin penting untuk siklus metionin dependen folat. Jika jumlah B12 tidak mencukupi kebutuhan (yang secara signifikan meningkat selama regenerasi saraf dan pembentukan myelin), bukan hanya protein-protein penting (yaitu protein dasar myelin) yang tidak bisa dibentuk, tetapi homosistein juga terakumulasi dan memicu stres oksidatif dan juga kerusakan ini dapat memperberat degenerasi Wallerian dan memperlambat atau bahkan mencegah progres regenerasi. Selain dari efek myelinasi, terdapat kumpulan bukti mengenai pemulihan saraf. Perbaikan terminal saraf dan regenerasi aksonal, dan peningkatan densitas serabut saraf telah dilaporkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENINGITIS TB

TERAPI EPILEPSI (ANTI SEIZURE MEDICATION/ASM)