Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2023

OBAT-OBATAN STATUS EPILEPTIKUS PADA GANGGUAN LIVER DAN GINJAL

 Profil farmakokinetik obat-obatan status epileptikus, berdasarkan review ini . 1. BENZODIAZEPIN Farmakodinamik: meningkatkan efek inhibisi GABA pada reseptor GABA-A First line: lorazepam , karena 1) durasi kerja lebih panjang 2) tidak ada perbedaan depresi napas antara lora- dan diazepam 3) metabolismenya paling sedikit dipengaruhi gangguan hepar dibanding benzo lainnya => 1st line pada gangguan liver a) Lorazepam 85% terikat dengan protein plasma half life 12-16 jam, bisa sampai 70 jam pada ESRD dimetabolisme sebagian besar di liver => diekskresi via urin tidak direkomendasikan pada gangguan liver berat , mungkin membutuhkan adjustment dosis pada gangguan liver ringan-sedang klirens tidak berbeda signifikan antara subjek sehat dengan CKD b) Diazepam > 98% terikat dengan protein plasma half life 30 jam (20-100 jam), meningkat 2-5 kali lipat pada sirosis ringan-sedang dimetabolisme sebagian besar di liver => hanya sedikit yang diekskresi di urin dalam keadaan unchanged ...

TARDIVE DYSKINESIA

Gambar
1. DEFINISI: sekelompok gangguan gerak dengan berbagai fenomena yang muncul akibat obat antagonis reseptor dopamin, atau disebut juga neuroleptik. Ada juga yang menggunakan istilah ini sebatas gerakan stereotipik di daerah orobukolingual akibat obat antagonis reseptor dopamin.  Kriteria DSM IV:  gerakan involunter yang ditemukan  setelah pemberian obat antagonis reseptor dopamin  minimal selama 3 bulan pengobatan , atau  minimal 1 bulan untuk pasien berusia > 60 tahun , atau  dalam waktu 4 minggu penghentian obat , atau  8 minggu penghentian obat depot (injeksi lepas lambat) tanpa ditemukan penyebab lain.  Gangguan gerak ini bertahan selama minimal 1 bulan setelah penghentian obat yang dianggap sebagai penyebab diskinesia tardif Jankovic Third Edition: gerakan involunter gangguan disebabkan oleh paparan kronik setidaknya satu dopamine-receptor blocking agent (DRBA) setidaknya 1 bulan dalam 6 bulan onset gejala bertahan setidaknya 1 bulan set...

CHOREA - ATHETOSIS - BALLISMUS

Gambar
DEFINISI:  Chorea: suatu sindroma yang terdiri dari gerakan involunter yang tidak teratur, tak dapat diduga, singkat, tersentak-sentak, meloncat-loncat dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain Atetosis: bentuk chorea yang lambat, seperti menggeliat menyerupai distonia (beda dengan distonia: gerakan sulit diduga, pola berulang, menyakitkan) Balismus: chorea yang kasar, amplitudo tinggi, gerakan kuat, nampak seperti gerakan melempar 1. CHOREA a) Klasifikasi: primer dan sekunder b) Patofisiologi: Basal ganglia neurotransmitternya: GABA, dopamin, ACh, glutamat. Striatum berinteraksi dengan korteks motorik melalui jalur direk (memfasilitasi gerakan) dan indirek (menghambat gerakan). Gangguan jalur indirek (struktural/neurokimia) menimbulkan hiperkinetik.  c) Gambaran klinis: stadium awal: menyentak yang cepat pada jari, mulut, kaki lanjut: amplitudo lebih besar sehingga selalu bergerak ketika terjaga lanjut: gerakan seperti menulis lebih lambat (chorea-atetosis) lanjut: dis...

EDEMA SEREBRI

Kompartemen di otak ada INTRASELULER dan EKSTRASELULER (intravaskuler dan interstitisiel). Edema sitotoksik: terjadi karena cairan ekstrasel tertarik ke intrasel (gangguan kanal ion, ion masuk menarik air juga), biasanya pada kasus stroke iskemik. Yang masuk sel hanya ion Na dan air saja; pr otein tidak ikut masuk ke dalam sel karena butuh “pintu yang lebih besar” Tatalaksana: osmotik, dekompresi bedah Edema vasogenik: terjadi karena hipopermeabilitas vaskuler, cairan dari vaskuler masuk interstitial (misal pada tumor dan abses, bisa juga pada stroke, pokoknya ketika terjadi kerusakan sawar darah otak di mana endotel memproduksi NO => vasodilatasi => permeabilitas meningkat).  Tatalaksana: kortikosteroid, dekompresi bedah Kortikosteroid yang digunakan adalah dexamethasone , terutama pada kasus-kasus tumor, karena memiliki efek glukokortikoid yang tinggi, efek mineralokortikoid yang rendah, penetrasi yang baik ke blood brain barrier, dan half-lifenya panjang (3-4 jam, atau dar...

NYERI NEUROPATIK

  1. Definisi: nyeri yang diakibatkan oleh penyakit, disfungsi, kerusakan atau lesi pada sistem somatosensorik, baik pada sistem saraf perifer maupun sentral (IASP). 2. Patofisiologi: - disregulasi neurotransmiter - eksitasi berlebihan kanal ion yang bertanggung jawab terhadap transmisi sinyal => ECTOPIC DISCHARGE - kerusakan saraf perifer akan mengaktivasi sel glial => mediator inflamasi lepas secara lambat dan menyembabkan perubahan sistem saraf sentral 3. Manifestasi klinis:  Anamnesis  simtom negatif: tidak nyaman, kebas, kurang/tidak terasa simtom positif: kesemutan, tersengat listrik, terbakar dsb. Pemfis: bisa ada defisit neurologis mungkin tidak disertai kerusakan jaringan hiperalgesia alodinia 4. Terapi farmakologi dan titik tangkapnya Antidepresan (trisiklik, mis: amitriptilin; SNRI-serotonin/norepinefrine reuptake inhibitor, mis: duloxetin): menghambat reuptake NE dan serotonin di celah sinaps, terutama pada kornu dorsalis medula spinalis Gabapentinoid: m...

CVA SAH (TERAPI DELAYED VASOSPASME)

Terapi delayed vasospasme: triple H (hipertensi, hemodilusi, hipervolemia) - stop nimodipine, antihipertensi, dan diuretik - dobutamine 2-15 mcg/kg - albumin 5% 250 ml IV => kalau pakai 20% berarti? 62,5 ml Target: - jaga cardiac index 4 L/menit/meter persegi (Cardiac index = stroke volume x heart rate : body surface area) - H ipertensi: pertahankan TDS > 150 atau MAP > 100, kalau belum sampai => vasopresor - H ipervolemia- H emodilusi: pertahankan central venous pressure (CVP) 8-12 mmHg

NEUROKIMIA BASAL GANGLIA

Gambar
 

TENSION TYPE HEADACHE

Kriteria Diagnosis berdasarkan ICHD-3 a. seranga n   ≥ 10 episode b. durasi 30 menit-7 hari c. karakteristik (minimal 2) bilateral  menekan, mengikat, tidak berdenyut intensitas ringan-sedang tidak memberat dengan aktivitas d. tidak didapatkan  mual/muntah fotofobia dan fonofobia secara bersamaan ++ dapat disertai pericranial tenderness: nyeri meningkat dengan palpasi manual otot ++ jika tidak memenuhi 1 kriteria A-D: probable TTH Klasifikasi a. episodik infrequent: < 1 hari/bulan b. episodik frequent: 1-14 hari/bulan selama > 3 bulan c. chronic:  ≥15 hari/bulan selama > 3 bulan Tatalaksana a. nonfarmakologis: kontrol diet terapi fisik: latihan postur, masase, kompres hangat, akupunktur, TENS behavioral terapi: biofeedback, stres management, reassurance, konseling, relaksasi, CBT psikologis hindari penggunaan harian analgesik, sedatif, ergotamin b. farmakologis: TTH akut: k/p max 2 hari/minggu analgesik: aspirin 1000 mg/hari, paracetamol 1000 mg/hari, na-di...

PERBEDAAN BANGKITAN EPILEPTIK DAN MIMICS

Gambar
  Sumber: Pedoman Tatalaksana Epilepsi Perdossi, 2019 Note:  - Variabilitas dari gerakan berarti mungkin bukan seizure - Persistent throughout the day, hilang dengan tidur → gangguan gerak - Kadang untuk membantu membedakan gangguan gerak dan seizure, perlu direkam EEG-nya sambil duduk, sebab tidak semua gangguan gerak akan muncul pada saat berbaring atau resting - Jika sangat singkat → gangguan gerak. Kejang tidak mungkin 1-2 s saja, terpendek 3-5 s pada CAE - Carpopedal spasm + perioral anaesthesia → hipokalsemia

TES PROVOKATIF NYERI

Gambar
 Sumber: DeJong 2012, KNI Khusus PROVOKATIF CTS 1. Tanda Tinel Tujuan: menilai jepitan N. medianus Prosedur: kedua lengan pasien supinasi, rileks di atas meja/pangkuan => mengetukkan kepala palu refleks yang permukaannya lebih kecil pada permukaan kulit di area terowongan karpal Respons: sensasi nyeri/kesemutan sesuai dengan persarafan 2. Tanda Phalen Prosedur: kedua telapak tangan menghadap ke bawah lalu difleksikan di depan dada, punggung tangan saling menghimpit, tahan 1 menit Respons: ~ Tinel PROVOKATIF LBP 1. Lasegue/Straight Leg Raising Tujuan: mendeteksi kompresi radikuler Prosedur: mengangkat kaki yang simtomatis dengan lutut ekstensi Dapat dimodifikasi dengan mendorsofleksi telapak kaki (Bragard) atau jempol (Sicard) Respons: pada 30-70 derajat muncul nyeri kaki ipsilateral terasa ketat (low positivity) => nyeri punggung => nyeri menjalar di kaki (high positivity), jarang: muncul hipeparestesia  kurang dari 30 derajat: meragukan, nonorganik lebih dari 70 dera...

TIPE BANGKITAN EPILEPSI (ILAE, 2017)

1. FOCAL ONSET : bisa aware/impaired awareness => asal dari network terbatas dalam satu hemisfer a. Motor : melibatkan otot dalam berbagai bentuk gerakan, kontraksi bisa meningkat atau berkurang automatisme: aktivitas otot terkoordinasi yang menyerupagi gerak volunter atonik: hilang atau berkurangnya tonus otot mendadak tanpa adanya mioklonik atau tonik sebelumnya.  klonik: jerking, simetris epileptik spasm hyperkinetic myoclonic tonic Note: kejang focal dengan impaired awareness, post ictalnya tidak akan terlalu lama. Kalau lama, pikirkan sebab lain yang mengganggu kesadarannya. b. Non motor: autonomic behavior arrest cognitive emotional sensory 2. FOCAL TO BILATERAL TONIC CLONIC 3. GENERAL ONSET  => Berasal dari suatu titik lokasi yang menyebar cepat ke kedua hemisfer a. Motor: tonic-clonic clonic tonic atonic myoclonic myoclonic-tonic-clonic epileptic spasm b. Non motor (absence) typical atypical myoclonic (?) eyelid myoclonia 4. UNKNOWN ONSET a. Motor Tonic clonic...

NYERI KEPALA PADA STROKE ISKEMIK

 Bagaimana bisa terjadi nyeri kepala pada stroke iskemik, padahal parenkim otak bukan struktur peka nyeri dan proses aterosklerosis juga tidak nyeri? - strokenya besar sehingga menyebabkan edema cerebri, yang menyebabkan penekanan pada struktur peka nyeri seperti arteri dan dura - cortical spreading depression: gelombang depolarisasi yang menyebar lambat ke seluruh bagian otak yang menyebabkan supresi dari aktivitas otak (hal ini bisa terkait dengan iskemia) - sirkulasi posterior: inervasi trigeminovaskuler lebih padat di sini - lepasnya mediator inflamasi ke CSF - lokasi strokenya mengenai jaras nyeri, misalnya di korteks somatosensorik

PERAN VITAMIN B12 UNTUK NYERI NEUROPATIK

    One proposed treatment for neuropathic pain is vitamin B12, which is thought to alleviate pain by a number of mechanisms including promoting myelination, increasing nerve regeneration and decreasing ectopic nerve firing. Sumber

MEKANISME NYERI KRONIK

 Nyeri kronik dapat nosiseptif atau neuropatik. Nyeri nosiseptif disebabkan oleh aktivasi reseptor peka nyeri. Paparan terus menerus yang berkepanjangan dan intens terhadap stimulus noksius dapat meningkatkan responsiveness dari serabut saraf nosiseptif (disebut juga sensitisasi perifer, terdapat pergeseran ambang aktivasi nosiseptor dan upregulasi kanal Na voltage gated) => meningkatkan aksi potensiol dan rilis transmiter di kornu dorsalis medula spinalis. Neuron kornu dorsalis merespon dengan eksitabilitas meningkat (disebut juga sensitisasi sentral ). Depolarisasi memicu rekrutmen reseptor glutamat NMDA-type. Aktivasi reseptor NMDA mengakibatkan peningkatan tajam Ca intraseluler, memicu perubahan jalur sinyal dan ekspresi gen yang mengakibatkan perubahan jangka panjang dalam traktus nyeri. Sensitisasi sentral menyebabkan hiperalgesia dan alodinia. Nyeri neuropatik: lesi saraf perifer memicu aktivitas ektopik (independen stimulus) pada serabut saraf. Sistim imun innate akan be...

STRUKTUR PEKA NYERI DI KEPALA

Gambar
 Dari sini . Ada ekstrakranial (kulit, otot, fasia, pembuluh darah, mukosa sinus, gigi) dan intrakranial (arteri besar dekat sirkulus Willisi, sinus vena besar, arteri dura dan bagian dura itu sendiri. Tengkorak, parenkim otak, dan piamater-arachnoid TIDAK PEKA NYERI.

PERBEDAAN JENIS NYERI NEUROPATIK DAN NOSISEPTIF

Gambar
  Anamnesis: Nyeri nosiseptif: nyeri berdenyut, keterbatasan gerak, rasa panas dan bengkak Nyeri neuropatik: simtom negatif (tidak nyaman, kebas, kurang/tidak terasa), simtom positif (kesemutan, tersengat listrik, terbakar, dsb) Keduanya bisa ada hiperalgesia dan alodinia Pemfis: Nyeri nosiseptif: tanda inflamasi (kalor, rubor, tumor, dolor, functio laesa) Nyeri neuropatik: +/- defisit neurologis

LOW BACK PAIN (TAMBAHAN)

Gambar
Patogenesis canal stenosis : yang bisa stenosis ada 3 tempat:  kanalis spinalis foramen vertebra  lateral recess (hanya di lumbar).  Penyebabnya: herniasi disk, hipertrofi facet joint dan ligamen, atau selipnya korpus vertebra yang tidak stabil relatif dr korpus yang di bawah . Khusus kanalis  spinalis , penyempitannya bisa karena hipertrofi lig. flavum. Khusus lateral recess bisa juga disebabkan hipertrofi facet joint Diagnosis Banding: Canal stenosis: Usia tua, claudicatio intermittent neurogenic, bisa radicular pain, bisa bilateral HNP Lumbal Spondylosis Lumbalis Spondylolisthesis Facet join arthropathy Coxitis (-itis di sendi acetabulofemoral) Sacro Iliac Joint Arthropathy Jenis klaudikasio dan cara membedakannya: Mengapa bisa terjadi klaudikasio neurogenik pada spinal canal stenosis? - karena penekanan pada kanalis spinalis dapat menyebabkan kongesti vena, menurunnya blood flow ke saraf, dan menurunkan hantaran saraf => nyeri - gejala akan keluar kalau ada pe...