NYERI NEUROPATIK
1. Definisi: nyeri yang diakibatkan oleh penyakit, disfungsi, kerusakan atau lesi pada sistem somatosensorik, baik pada sistem saraf perifer maupun sentral (IASP).
2. Patofisiologi:
- disregulasi neurotransmiter
- eksitasi berlebihan kanal ion yang bertanggung jawab terhadap transmisi sinyal
=> ECTOPIC DISCHARGE
- kerusakan saraf perifer akan mengaktivasi sel glial => mediator inflamasi lepas secara lambat dan menyembabkan perubahan sistem saraf sentral
3. Manifestasi klinis:
Anamnesis
- simtom negatif: tidak nyaman, kebas, kurang/tidak terasa
- simtom positif: kesemutan, tersengat listrik, terbakar dsb.
- bisa ada defisit neurologis
- mungkin tidak disertai kerusakan jaringan
- hiperalgesia
- alodinia
4. Terapi farmakologi dan titik tangkapnya
Antidepresan (trisiklik, mis: amitriptilin; SNRI-serotonin/norepinefrine reuptake inhibitor, mis: duloxetin): menghambat reuptake NE dan serotonin di celah sinaps, terutama pada kornu dorsalis medula spinalis
Gabapentinoid: menghambat rilis neurotransmiter eksitatorik dengan mengeblok kanal kalsium (mengikat pada reseptor alpha-2-delta)
NICE guideline 2017 => updated 2020 (pada non specialist setting)
- lini I: amitriptillin, duloxetin, gabapentin, pregabalin (kecuali trigeminal neuralgia, initial treatmentnya carbamazepine). Kalau obat pertama tidak manjur, bisa diberikan salah satu dari 3 obat sisanya, dan bisa diganti lagi ke obat yang pertama jika obat-obat lainnya tidak efektif
- lini II: krim capsaicin, tramadol short term untuk pertolongan akut saja (rescue therapy) pada setting non spesialis
Canadian Pain Society, 2014
- lini III: cannabinoid
- lini IV: lidokain topikal
Komentar
Posting Komentar