EDEMA SEREBRI
Kompartemen di otak ada INTRASELULER dan EKSTRASELULER (intravaskuler dan interstitisiel).
Edema sitotoksik: terjadi karena cairan ekstrasel tertarik ke intrasel (gangguan kanal ion, ion masuk menarik air juga), biasanya pada kasus stroke iskemik. Yang masuk sel hanya ion Na dan air saja; protein tidak ikut masuk ke dalam sel karena butuh “pintu yang lebih besar”
- Tatalaksana: osmotik, dekompresi bedah
Edema vasogenik: terjadi karena hipopermeabilitas vaskuler, cairan dari vaskuler masuk interstitial (misal pada tumor dan abses, bisa juga pada stroke, pokoknya ketika terjadi kerusakan sawar darah otak di mana endotel memproduksi NO => vasodilatasi => permeabilitas meningkat).
- Tatalaksana: kortikosteroid, dekompresi bedah
- Kortikosteroid yang digunakan adalah dexamethasone, terutama pada kasus-kasus tumor, karena memiliki efek glukokortikoid yang tinggi, efek mineralokortikoid yang rendah, penetrasi yang baik ke blood brain barrier, dan half-lifenya panjang (3-4 jam, atau dari artikel ini plasma half-lifenya 100-300 menit/3-10 jam, dibandingkan MP dan prednison yang cuma 2 jam). Mengurangi edema dengan: meningkatkan protein okludin untuk membentuk tight junction => menurunkan permeabilitas vaskuler, menurunkan NF-kappa-B yang proinflamatori => mengurangi breakdown BBB yang dimediasi sitokin.
- Dosis: IV 10 mg lanjut 4x4mg, taper off per 2-4 hari, dapat dihentikan dalam 5-7 hari (Medscape). Dexametason baru kerja dlm 24-48 jam, taper off jgn terlalu cepat. Taper off 25-50% dosis awal
Edema hidrostatik: CSF yang menumpuk di ventrikel masuk parenkim, misal karena hidrosefalus obstruktif
- Tatalaksana: drainase, asetazolamid
- Asetazolamid merupakan carbonic anhydrase inhibitor. Inhibisi pada enzim ini dapat mengurangi ion bikarbonat pada pleksus koroideus => transfer air ke dalam ventrikel melambat => produksi CSF berkurang.
Komentar
Posting Komentar