Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

PEMERIKSAAN SISTIM SARAF OTONOM

Gambar
0) PENGANTAR: KLASIFIKASI 3 divisi => simpatis (torakolumbal), parasimpatis (kraniosakral), enterik Simpatis: "fight" => takikardi, vasokonstriksi kecuali di otot rangka (dilatasi), midri, bronkodilatasi, rambut berdiri, berkeringat, "nahan" BAB dan BAK Parasimpatis: "escape/holiday" => bradikardi, bronkokonstriksi, BAB-BAK, salivasi, lakrimasi, ereksi 1) ANAMNESIS gx ortostasik (denyut jantung, tekanan darah):  dizzy, lightheaded, presinkop, sinkop, palpitasi, gemetaran, kelelahan, bingung memberat dengan perubahan dari berbaring/duduk ke berdiri, makan, mandi air panas, konsumsi alkohol, olahraga suhu keringat: an-/hipohidrosis   lakrimasi   GI : konstipasi, disfagia, mudah kenyang, anoreksia, diare (terutama malam), penurunan BB, inkontinensia VU: retensi urin, urgensi, ISK berulang, inkontinensia gx seksual : gagal ejakulasi, ejakulasi retrograd gx pertumbuhan 2) PEMERIKSAAN a) Indikasi: Pemeriksaan dilakukan terutama pada pasien dengan ...

PEMERIKSAAN KESEIMBANGAN DAN KOORDINASI

Gambar
0) PENGANTAR Keseimbangan: sistem vestibular , proprioseptif , visual . Kalo satu terganggu, dua masih bisa mengompensasi. Kalo dua terganggu  => gx keseimbangan .  1) ANAMNESIS Gejala tersering: vertigo ( sensasi berputar , entah subjeknya atau lingkungannya) => ada true (sesuai definisi, disebabkan gx vestibuler), ada variannya (goyah, tidak stabil, akan jatuh, disebabkan gx nonvestibuler) True vertigo : gx vestibuler perifer atau sentral. Bedanya: perifer : ("parah") akut, mual-muntah berat, gx pendengaran, tdk ada defisit neurologis lain sentral : gradual (kecuali stroke), mual-muntah tidak seberat perifer, jarang gx pendengaran, defisit neurologis (+) Klasifikasi Vertigo Neurogenik Vestibular Perifer  Sentral Nonvestibular: gangguan visual/proprioseptif Psikogenik 2) PEMERIKSAAN GAIT a) gx serebelum : gait tidak seimbang, goyah, canggung, rentang kaki lebar, berayun ke depan/belakang/samping, tdk mampu tandem gait , tremor, osilasi, mata terbuka/tertutup sama...

PEMERIKSAAN SENSORIK

Gambar
1) ANAMNESIS: gali dan perinci fenomena negatif (baal, tebal, kebas) dan positif (kesemutan, nyeri ditusuk, kesetrum) => tentukan distribusi (dermatomal/sesuai n. tertentu?) Dermatom 2) PEMERIKSAAN Sebelum melakukan pemeriksaan : jelaskan tujuan pemeriksaan - alat yg dipake - bentuk stimulus (raba? nyeri? dsb) - mendemokan stimulus - pasien diminta menutup mata (PADA PASIEN YANG SADAR PENUH DAN KOOPERATIF) Tanyanya: "apakah rasanya sama di dua sisi?" Stimulus diberikan dengan irama tidak beraturan supaya pasien tidak bisa mengantisipasi. kalau ada respons yang diberikan tapi tidak ada stimulus: itu bisa pasiennya ngawur atau keterlambatan hantaran impuls. a) PEMERIKSAAN RABA HALUS: pakai gumpalan kapas /kertas tisu/bulu/sikat lembut/sentuhan halus ujung jari => pasien tutup mata => pemeriksa menyentuh kulit pasien dengan intensitas yang sama => minta pasien mem bandingkan b) PEMERIKSAAN NYERI: pakai tusuk gigi => pasien tutup mata => pemeriksa memb...

PEMERIKSAAN MOTORIK

Gambar
1) TROFI OTOT:  a) Penyebab: atropi: lesi LMN, imobilisasi, malnutrisi, gx endokrin, penuaan hipertrofi: (fisiologis jika) overuse, (patologis) kontraksi otot persisten, misalnya distonia pseudohipertrofi: infiltrasi lemak, misal pada distrofi muskular (misal Duchenne) b) Cara menilai: inspeksi dengan membandingkan kedua sisi tubuh  Minta pasien menjulurkan kedua lengan dengan posisi supinasi => rapatkan kedua lengan tersebut => perhatikan dari tangan (palmar) sampai bahu => kemudian di palpasi normal: kenyal , kembali ke bentuk semula setelah ditekan hipertrofi: keras pseudohipertrofi: tampak membesar tapi lembek atrofi: butuh pita ukur , posisi pita yang sama antara kanan dan kiri (misal untuk lengan bawah, diukur 4 cm di bawah olekranon), pose yang sama saat diukur, rileks 2) KEKUATAN OTOT: membandingkan kekuatannya bergantung penyakit , misal stroke dibandingkannya antara kedua sisi, polimyositis dibandingkan sisi proximal dan distal, lesi medula spinalis dib...

REFLEKS PATOLOGIS

Gambar
Akan muncul pada lesi tr. kortikospinal , lesi ekstrapiramidal , lesi lobus frontal. 1) EKSTREMITAS BAWAH a) Respons dorsofleksi ibu jari kaki: Babinski: menggores kulit telapak kaki dari bagian tumit, menyusuri bagian lateral plantar pedis ke metatarsal sampai bawah ibu jari => respons (+): + fanning klo org normal responsnya plantarfleksi jari jangan terlalu kuat menekan Chaddock : gores dari bawah maleolus lateralis => menyusuri dorsum pedis dari bagian lateral hingga ke jempol Oppenheim : susuri area infrapatela ke anteromedial tibia sampe pergelangan kaki dengan buku jari telunjuk dan jari tengah Gordon: pencet gastrocnemius Schaffer: pencet tendon achilles b) Respons plantarfleksi jari kaki Rossolimo: ketuk di basis plantar pedis Mendel Bechtrew: ketuk di dorsum pedis 2) EKSTREMITAS ATAS a) menggenggam : bagian dari frontal release sign (refleks primitif) . prosedurnya: meletakkan jari tangan pemeriksa di telapak tangan pasien antara jempol dan telunjuk => refleks m...

PEMERIKSAAN NERVUS KRANIALIS

Gambar
 0 ) NAMA-NAMA NERVUS KRANIALIS, FUNGSI, DAN PENILAIANNYA SECARA UMUM 1) PEMERIKSAAN N. I Pasien sadar penuh dan kooperatif => menutup mata => menguji lubang hidung kanan dan kiri bergantian (yang tidak diuji ditutup) => dimulai dari yang diduga gangguan => dengan zat yang familier (tembakau, kopi, kayu manis) dan tidak iritatif => bau apa?  Kelainan: anosmia, hiperosmia, hiposmia, gangguan interpretasi 2) PEMERIKSAAN N. II a) Visus : Snellen chart (evaluasi apakah gangguan refraksi (membaik dengan pinhole) atau bukan) => hitung jari (/60) => lambai tangan  (1/300) => light perception (jika tidak bisa = NLP/no light perception) Jaeger untuk penglihatan baca.   b) Lapang Pandang (dengan tes konfrontasi. Di Lindsay, lapang pandang dites dengan Perimeter Goldmann. Untuk lapang pandang sentral dapat digunakan Tangent Screen.):  buta total satu mata ( N. II satu mata) ,  bitemporal hemianopia ( kiasma optikus ),  homonim he...

TANDA MENINGEAL

1) KAKU KUDUK (sensitivitas terbaik diagnosis meningitis) jangan ada bantalnya pastikan tidak ada kekakuan servikal dengan menolehkan kepala, lalu mengangkat bahu pasien => jika ada kekakuan, maka ada tahanan saat ditolehkan kepala, lalu kepala akan ikut terangkat saat bahu pasien diangkat jika sudah tidak ada kekakuan servikal: tahan dada pasien tekuk kepala pasien ke arah dada tahanan/nyeri? => (+) => kaku kuduk => iritasi meningeal (meningitis, SAH) 2) KERNIG fleksikan sendi panggul dan lutut supaya saling siku-siku angkat tungkai bawah (+) jika tidak mencapai 135 derajat =>  iritasi meningeal  (meningitis, SAH) 3) BRUDZINSKI obscure cheek sign: ketika inferior arkus zigomatikus ditekan, maka siku akan fleksi symphyseal sign: ketika simfisis ditekan, sendi panggul dan lutut akan fleksi Brudzinski's reflex: ketika salah satu kaki difleksikan di sendi panggul dan lutut, maka sendi panggul dan lutut yang kontralateral juga akan fleksi Brudzinski neck sign: k...

PENILAIAN KESADARAN

Gambar
0) ANAMNESIS:  membedakan beneran DOC atau gangguan fungsi luhur cenderung banyak tidur siklus bangun tidur kontak dengan orang sekitar? ADL DOC: perubahan kebiasaan, ADL, bicara tidak sesuai, kurang kontak, lama-lama tidur terus, tidak berespons, tidak bisa makan minum fungsi luhur: disorientasi waktu tempat, agitasi, diam, sulit berkomunikasi, penurunan memori, tapi masih ada siklus bangun tidur dan intensitas keluhan berfluktuasi dalam sehari menentukan onset (kapan terakhir sadar penuh) drastis/bertahap progresif? (misalnya awalnya bicara kacau, disorientasi, hingga tidak berespons) apakah sempat membaik ? kondisi/manifestasi lain yang mungkin berhubungan, termasuk obat 1) KUALITATIF Koma: hilang kesadaran penuh, tidak ada siklus bangun tidur dan gerakan motorik volunter Stupor: sulit dibangunkan, respons lambat dan inadekuat  Somnolen: bisa waspada penuh jika dirangsang nyeri atau suara keras, tetapi jika rangsang dihilangkan dan ditinggal sendiri, maka akan 'tidur' lag...

POLA PERNAPASAN ABNORMAL

Gambar
  Berdasarkan KNI, 2018: Cheyne-Stokes (hiperpnea berselang-seling dengan apneu 20 detik): ensefalopati metabolik, forebrain, diensefalon Central neurogenic hyperventilation (hiperventilasi terus menerus bahkan saat tidur): ensefalopati metabolik, (jarang) lesi mesensefalon Apneustik (ditandai dengan henti napas selama 2-3 detik pada puncak inspirasi dan akhir ekspirasi): lesi pons bilateral Klaster dan ataksik (gasping, pola roda gigi berkelompok, disertai henti napas): pontomedullary junction Apnea: ventral respiratory group, ventrolateral bilateral medula oblongata

SINGULTUS/HICCUPS/CEGUKAN

1)  DEFINISI : pretty much self-explanatory, tapi kalo yang persisten bertahan lebih dari 48 jam, sedangkan yang intractable bertahan lebih dari 1 bulan. 2)  PATOFISIOLOGI : iritasi dari lengkung refleks karena lesi di jalur/obat/kondisi sistemik.  Lengkung refleksnya terdiri dari aferen: n. phrenikus, vagus, dan saraf simpatis (T6-T12) central processing area: midbrain (periaqueductal gray nuclei, subthalamic nuclei) eferen: cabang laringeal rekuren dari n. vagus => penutupan glotis  neurotransmitters: GABA, dopamine, serotonin, glutamate, glycine, histamine, epinephrine, and acetylcholine 3) PENYEBAB : makan terlalu cepat dan banyak minuman berkarbonasi cemas, stres yang disertai bernapas cepat dan megap-megap alkohol rempah rokok obat (yang pernah dilaporkan: kombinasi aripriprazole dan benzo) kelainan sepanjang otak-perifer intractable 4) TATALAKSANA : a) hilangkan penyebab (jika diketahui) b) non medikamentosa : terapi alternatif yang sering dilaporkan dapa...