SINGULTUS/HICCUPS/CEGUKAN

1) DEFINISI: pretty much self-explanatory, tapi kalo yang persisten bertahan lebih dari 48 jam, sedangkan yang intractable bertahan lebih dari 1 bulan.


2) PATOFISIOLOGI: iritasi dari lengkung refleks karena lesi di jalur/obat/kondisi sistemik. 

Lengkung refleksnya terdiri dari

  • aferen: n. phrenikus, vagus, dan saraf simpatis (T6-T12)
  • central processing area: midbrain (periaqueductal gray nuclei, subthalamic nuclei)
  • eferen: cabang laringeal rekuren dari n. vagus => penutupan glotis 
  • neurotransmitters: GABA, dopamine, serotonin, glutamate, glycine, histamine, epinephrine, and acetylcholine


3) PENYEBAB:

  • makan terlalu cepat dan banyak
  • minuman berkarbonasi
  • cemas, stres yang disertai bernapas cepat dan megap-megap
  • alkohol
  • rempah
  • rokok
  • obat (yang pernah dilaporkan: kombinasi aripriprazole dan benzo)
  • kelainan sepanjang otak-perifer
  • intractable


4) TATALAKSANA:

a) hilangkan penyebab (jika diketahui)

b) non medikamentosa: terapi alternatif yang sering dilaporkan dapat menyelesaikan hiccups adalah

c) medikamentosa: masih belum ada guideline yang khusus, tetapi yang sering dipakai (termasuk yang di catatan sesat Iship) adalah:

  • klorpromazine 100 mg (¹/₃ tab)
  • metoklopramid 10 mg (1 tab)
Yang lain berdasarkan neurotransmiter yang berperan:
  • dopamin: haldol, chlopromazine, reglan (tapi jangan kalo di Parkinson, dan aripiprazole sudah pernah dilaporkan menimbulkan hiccup)
  • GABA: baclofen, asam valproat, benzodiazepin
  • serotonin: olanzapin, sertraline (berperan di n. vagus sebagai saraf aferen)
  • histamin: omeprazol (mengurangi stimulasi pada aferen menurut beberapa laporan)
d) bedah: nerve blok, epidural blok

Komentar