PEMERIKSAAN KESEIMBANGAN DAN KOORDINASI
0) PENGANTAR
Keseimbangan: sistem vestibular, proprioseptif, visual. Kalo satu terganggu, dua masih bisa mengompensasi. Kalo dua terganggu => gx keseimbangan.
1) ANAMNESIS
Gejala tersering: vertigo (sensasi berputar, entah subjeknya atau lingkungannya) => ada true (sesuai definisi, disebabkan gx vestibuler), ada variannya (goyah, tidak stabil, akan jatuh, disebabkan gx nonvestibuler)
True vertigo: gx vestibuler perifer atau sentral. Bedanya:
- perifer: ("parah") akut, mual-muntah berat, gx pendengaran, tdk ada defisit neurologis lain
- sentral: gradual (kecuali stroke), mual-muntah tidak seberat perifer, jarang gx pendengaran, defisit neurologis (+)
Klasifikasi Vertigo
- Neurogenik
- Vestibular
- Perifer
- Sentral
- Nonvestibular: gangguan visual/proprioseptif
- Psikogenik
2) PEMERIKSAAN GAIT
a) gx serebelum: gait tidak seimbang, goyah, canggung, rentang kaki lebar, berayun ke depan/belakang/samping, tdk mampu tandem gait, tremor, osilasi, mata terbuka/tertutup sama aja
b) gx proprioseptif: semakin terlihat jika menutup mata, mata selalu tertuju ke kedua kaki saat berjalan, tungkai diangkat tinggi dan dilempar ke lantai dengan kuat, tumitnya nyampe duluan dibanding jari kaki (double tap)
d) Miopati (misalnya DMD): waddling gait (rentang kaki lebar, rotasi pelvis berlebihan, pinggul diayunkan dari satu sisi ke sisi lain untuk memindahkan beban tubuh), Gower sign
- Syarat: EKST. BAWAH HARUS TIDAK LEMAH, VISUS BAIK, KOOPERATIF.
- Prosedur: lepas alas kaki => pasien berdiri pada alas datar, kaki rapat, lengan di sisi tubuh, mata terbuka => pemeriksa berdiri dekat pasien, kedua lengan terjulur ke depan untuk jaga2 menangkap pasien => observasi 20 s, bergoyangkah? jatuhkah? => tutup mata 30 s => tetap tegakkah?
- Romberg dipertajam: kedua kaki berada pada 1 garis, ibu jari kaki berada diblkg tumit kaki lainnya, kedua lengan menyilang di dada dengan telapak tangan menghadap bahu yang berlawanan => pasien lihat jauh ke depan selama 20 s => kemudian pasien merem 30 s
- Interpretasi:
- tdk dpt mempertahankan keseimbangan jika 1) terhuyung 2) kaki berubah posisi 3) jatuh
- serebelum: sdh terganggu dgn mata terbuka
- proprioseptif: terganggu dengan mata tertutup
- gx vestibuler bilateral berat: eyes closed tandem romberg (romberg dipertajam dgn mata tertutup) tdk mampu dalam 6 s
- gx keseimbangan organik: ibu jari kaki fleksi >< pasien histrionik
- bisa false positif di org gemuk dan lanjut usia
- Syarat: 1) harus seimbang dengan mata terbuka 2) ekst. bawah tidak lemah 3) suasana tenang dan redup (cegah bantuan suara dan cahaya)
- Prosedur: pemeriksa meragain => minta pasien melakukannya dgn mata terbuka => minta pasien berdiri dengan kedua lengan ekstensi dan terjulur ke depan => minta pasien berjalan di tempat 50 langkah dengan mata tertutup, hitung dgn suara keras => pemeriksa berdiri diam tanpa suara menjaga kalau pasien terjatuh
- Interpretasi:
- abnormal: pasien jatuh/deviasi > 45 derajat posisi awal
- gx vestibuler: berdeviasi ke arah lesi
- bisa false positif pada orang normal
- Syarat: ekst. atas tdk lemah
- Prosedur: pasien mengarahkan telunjuk ke jari telunjuk pemeriksa, beberapa kali (mata terbuka), jarinya ga pindah => mata tertutup => ekstensi lengan sampai atas kepala, dan menyentukan ujung telunjuk ke jari telunjuk pemeriksa (jari ga pindah)
- Interpretasi:
- positif bila deviasi dan arahnya konsisten setelah diulang beberapa kali
- gx vestibular akut: lengan terdorong ke sisi abnormal, dua lengan terdeviasi ke arah yg sama
- vestibulopati pasca kompensasi: negatif
- serebelum: lengan ipsilateral lesi akan ataksia dan inkoordinasi, cuman sebelah lengan
- Prosedur: jari telunjuk pemeriksa di depan pasien => minta pasien mengekstensikan lengan => minta pasien menyentuh telunjuk pemeriksa dengan telunjuknya => lalu pasien menunjuk hidung pasien => ulangi perintah ke pasien tapi telunjuk pemeriksa berubah-ubah posisi di empat kuadran, perlahan lalu cepat, jaraknya juga bisa diubah
- Perhatikan kehalusan gerakan, akurasi, tremor: intention tremor terlihat lebih jelas kalo makin deket dengan telunjuk pemeriksa
- Dismetria: gerak jari terhenti sebelum mencapai target, kemudian bergerak lagi berusaha mencapai target dengan gerak perlahan yang tidak stabil (hipometri)
- Hipermetri: melampaui target, kecepatan dan kekuatan berlebihan
- Prosedur: pasien telentang => mengangkat tungkai => tumit diletakkan pada lutut kontralateral => pasien diminta menggerakkan tumit menyusuri tuberositas tibia sampai ke jempol kaki
- Gx serebelum: kaki terangkat lebih tinggi, gerak kasar, tidak akurat, intention tremor, tungkai ipsilateral akan ataksia dan inkoordinasi
- Prosedur: Bisa dicek di tangan atau kaki => yang di tangan: gerakan pronasi dan supinasi secepat mungkin dengan tangan menumpu pada paha atau palmar/dorsum manus kontralateral => perhatikan akurasi, kehalusan, kecepatan, bandingkan tangan kanan dan kiri
- Gx serebelum: susah/lebih lambat di ipsilateral lesi
- Prosedur: pasien fleksi siku dan aduksi lengan bawah ke bahu, telapak tangan supinasi dan menggenggam => pemeriksa menarik lengan bawah pasien di pergelangan => suruh pasien melawan => lengan lain pemeriksa diletakkan di depan wajah pasien => pemeriksa melepaskan tiba-tiba pergelangan tangan pasien
- Gx serebelum: kontraksi tidak terkendali => tangannya bisa kena muka sendiri
Komentar
Posting Komentar