PEMERIKSAAN SISTIM SARAF OTONOM
0) PENGANTAR: KLASIFIKASI
3 divisi => simpatis (torakolumbal), parasimpatis (kraniosakral), enterik
- Simpatis: "fight" => takikardi, vasokonstriksi kecuali di otot rangka (dilatasi), midri, bronkodilatasi, rambut berdiri, berkeringat, "nahan" BAB dan BAK
- Parasimpatis: "escape/holiday" => bradikardi, bronkokonstriksi, BAB-BAK, salivasi, lakrimasi, ereksi
1) ANAMNESIS
- gx ortostasik (denyut jantung, tekanan darah):
- dizzy, lightheaded, presinkop, sinkop, palpitasi, gemetaran, kelelahan, bingung
- memberat dengan perubahan dari berbaring/duduk ke berdiri, makan, mandi air panas, konsumsi alkohol, olahraga
- suhu
- keringat: an-/hipohidrosis
- lakrimasi
- GI: konstipasi, disfagia, mudah kenyang, anoreksia, diare (terutama malam), penurunan BB, inkontinensia
- VU: retensi urin, urgensi, ISK berulang, inkontinensia
- gx seksual: gagal ejakulasi, ejakulasi retrograd
- gx pertumbuhan
2) PEMERIKSAAN
a) Indikasi: Pemeriksaan dilakukan terutama pada pasien dengan abnormalitas hipotalamus (gambaran akromegali, dwarfisme, ketidakseimbangan endokrin, imaturitas seksual, kelainan sistemik lain seperti DM). Bisa juga dicek di parkinson, lesi medula spinalis, neuropati, tetanus, GBS, multiple system atrophy
b) Persiapan: konsumsi kafein/nikotin harus dihentikan 3-4 jam, alkohol 8 jam, obat simpatomimetik 24-48 jam, antikolinergik 48 jam
c) Jenis-jenis pemeriksaan:
- PERUBAHAN ORTOSTATIK (DJ dan TD)
- Persiapan: pasien berbaring/duduk pada ruangan tenang dgn suhu dan kelembaban netral selama 30 menit, lebih baik pake tempat tidur yang bisa ditegakkan, cuff sfigmomanometer diletakkan sejajar jantung
- TD diukur saat berbaring dan setelah berdiri (menit ke-1, 3, 5)
- Normal: TDS saat berdiri menurun tidak lebih dari 20 mmHg, TDD 10 mmHg
- Frekuensi denyut jantung tidak meningkat > 30 x/m di atas baseline
- Sindrom takikardi postural (tanpa hipotensi ortostatik): denyut nadi meningkat > 30 x/menit di atas baseline atau > 120x/menit
- PEMERIKSAAN TONUS VAGAL JANTUNG
- penilaian variabilitas denyut jantung terhadap manuver valsava atau menarik napas dalam
- abnormal jika tidak bervariasi
- PEMERIKSAAN VU
- distensi VU (palpasi, perkusi)
- refleks anal internal: insersi jari tangan yang berhandscoen ke dalam anus => kontraksi sfingter anal internal? => abnormal jika penurunan tonus dan anus tidak menutup segera setelah jari ditarik
- pemeriksaan volume residu urin postvoid: kateterisasi/bladder scan
- abnormal: neurogenic bladder
- PEMERIKSAAN PRODUKSI AIR MATA: Schirmer test
- REFLEKS CAHAYA
- FUNGSI SEKSUAL
- ereksi: parasimpatis (S2-S4)
- ejakulasi: simpatis (saraf lumbal)
- neuropati otonom (biasa pada DM): ejakulasi retrograd krn sfingter VU interna tidak menutup => urin berwarna susu
- TES PERSPIRASI (thermoregulatory sweat testing): pada lesi medula spinalis (menentukan batas lesi)
- Prosedur: bagian depan tubuh pasien di bawah leher ditaburi tepung beryodium/bedak => pasien berbaring dalam ruangan bersuhu 45-50 C dan kelembaban 35-40% => diberi antipiretik bila perlu biar cepet keringetan => 30-60 menit => ruangan dibuka => dicatat warna tubuh mana yang tepungnya tetep putih (kalo biru berarti berkeringat di situ)/masih berbedak
Komentar
Posting Komentar