PEMERIKSAAN SENSORIK
1) ANAMNESIS: gali dan perinci fenomena negatif (baal, tebal, kebas) dan positif (kesemutan, nyeri ditusuk, kesetrum) => tentukan distribusi (dermatomal/sesuai n. tertentu?)
Dermatom
2) PEMERIKSAAN
Sebelum melakukan pemeriksaan: jelaskan tujuan pemeriksaan - alat yg dipake - bentuk stimulus (raba? nyeri? dsb) - mendemokan stimulus - pasien diminta menutup mata (PADA PASIEN YANG SADAR PENUH DAN KOOPERATIF)
Tanyanya: "apakah rasanya sama di dua sisi?"
Stimulus diberikan dengan irama tidak beraturan supaya pasien tidak bisa mengantisipasi. kalau ada respons yang diberikan tapi tidak ada stimulus: itu bisa pasiennya ngawur atau keterlambatan hantaran impuls.
a) PEMERIKSAAN RABA HALUS: pakai gumpalan kapas/kertas tisu/bulu/sikat lembut/sentuhan halus ujung jari => pasien tutup mata => pemeriksa menyentuh kulit pasien dengan intensitas yang sama => minta pasien membandingkan
b) PEMERIKSAAN NYERI: pakai tusuk gigi => pasien tutup mata => pemeriksa memberi stimulus nyeri dari kulit yang kurang terasa ke yang lebih terasa => pasien diminta membandingkan sensasi nyeri, tajam/tumpul
c) PEMERIKSAAN SUHU: pakai dua tabung reaksi berpermukaan kering dengan isi air 40-45 C dan 5-10 C ATAU jari pemeriksa dan gagang garpu tala => uji satu stimulus di satu area => minta pasien menyebut ini dingin/hangat? => tunggu 2 s => lanjutkan dgn stimulus lain di area yang sama => minta pasien menyebut ini dingin/hangat?
jika tidak terasa, pindah ke sendi yang lebih proksimal atau homolog kontralateral => minta pasien membandingkan
[tempat-tempat: sendi PIP ibu jari kaki, MTP, medial maleolus, tuberositas tibia, SIAS, ujung jari tangan, sendi IP, MCP, pergelangan tangan, siku, bahu]
e) PEMERIKSAAN RASA POSISI DAN SIKAP: pemeriksa memegang ujung jari pasien dalam keadaan rileks, jangan terganggu jari lainnya => pasien tutup mata => gerakkan jari ke atas dan bawah, lalu hentikan pada posisi tertentu => minta pasien mengidentifikasi posisi jari ke atas/bawah? => ekst. atas, bawah, kedua sisi
f) PEMERIKSAAN SENSASI TEKANAN: menekan kulit hingga stuktur lebih dalam (otot tendon saraf) => mampukah pasien merasakan dan melokalisasi tekanan?
g) PEMERIKSAAN NYERI DALAM, NYERI TEKAN (jika curiga tabes dorsalis/neurosifilis akibat keterlibatan ganglion radiks dorsalis/kolumna dorsalis): cubit/remas otot/tendon ATAU menekan struktur saraf superfisial ATAU hiperfleksi paksa pada sendi IP
h) TES ROMBERG: sensorik proprioseptif
i) SENSORIK SEREBRAL (fungsi korteks sensori primer dan asosiasi):
- diskriminasi 2 titik: metal V (misal klip kertas dibentuk huruf V) => ditempel => "ini 1 atau 2?" => jika bisa membedakan pada lebih lebar dari jarak normal berarti gx lobus parietal. Batas normal:
- ujung lidah 1 mm
- bibir 2-3 mm
- ujung jari 2-4 mm
- dorsum falang: 4-6 mm
- plantar manus: 8-12 mm
- dorsum manus: 20-30 mm
- dorsum pedis 30-40 mm
- wajah 2-5 mm
- ujung jari 3-6 mm
- telapak tangan 10-15 mm
- stereognosis (kemampuan mengidentifikasi bentuk benda): hanya jika sensasi tangan seluruhnya dbn DAN tangan tidak lemah. pasien tutup mata => diberi benda yang umum di satu tangan => "benda apa ini?" => jika tidak dapat mengenali, pindahkan ke tangan lain => jika masih tidak bisa, suruh buka mata untuk mengenali => ASTEREOGNOSIA (dua sisi, lesi lobus difus >< agnosia taktil)
- grafestesi: pasien tutup mata => pemeriksa menulis huruf atau angka dengan jari/ujung pena tertutup pada telapak tangan atau punggung kaki => "huruf apa/angka berapa?"
- stimulasi ganda secara simultan (atensi sensorik): pasien tutup mata => kedua sisi tubuh yang homolog disentuh bareng dan halus => "mana yang disentuh?" => "sebelah" => SENSORY NEGLECT (jika tidak dapat mengidentifikasi raba pada sisi tubuh kontralateral lesi)
Dermatom saraf tepi
Sumber:
KNI Umum Perdossi, 2018
Notes:
Stocking distribusi sampai lutut tertingginya
Komentar
Posting Komentar