PENILAIAN KESADARAN
0) ANAMNESIS:
- membedakan beneran DOC atau gangguan fungsi luhur
- cenderung banyak tidur
- siklus bangun tidur
- kontak dengan orang sekitar?
- ADL
- DOC: perubahan kebiasaan, ADL, bicara tidak sesuai, kurang kontak, lama-lama tidur terus, tidak berespons, tidak bisa makan minum
- fungsi luhur: disorientasi waktu tempat, agitasi, diam, sulit berkomunikasi, penurunan memori, tapi masih ada siklus bangun tidur dan intensitas keluhan berfluktuasi dalam sehari
- menentukan onset (kapan terakhir sadar penuh)
- drastis/bertahap progresif? (misalnya awalnya bicara kacau, disorientasi, hingga tidak berespons)
- apakah sempat membaik?
- kondisi/manifestasi lain yang mungkin berhubungan, termasuk obat
1) KUALITATIF
- Koma: hilang kesadaran penuh, tidak ada siklus bangun tidur dan gerakan motorik volunter
- Stupor: sulit dibangunkan, respons lambat dan inadekuat
- Somnolen: bisa waspada penuh jika dirangsang nyeri atau suara keras, tetapi jika rangsang dihilangkan dan ditinggal sendiri, maka akan 'tidur' lagi
- Kompos Mentis: sadar penuh akan kondisi eksternal
2) KUANTITATIF
a) GLASGOW COMA SCALE: 3 komponen
E: dites nyerinya dengan menekan nailbed maksimal 10 s
V: kalo di Lindsay, disorientasinya 4 itu spesifik untuk place and time
M: awalnya disuruh two-step action, menggenggam dan melepas tangan pemeriksa ATAU mangap & melet, kalo tidak bisa dites nyerinya dengan menekan otot trapezius (maks 10 s) => supraorbital notch (maks 10 s) => sternum.
- Jika fleksi melebihi klavikula, maka sudah dihitung melokalisir nyeri
- Dekortikasi: adduksi bahu, fleksi siku, ekstensi dan internal rotasi tungkai => lesi/kompresi talamus
- Deserebrasi: ekstensi siku => herniasi mesensefalon
Jika ada komponen yang tidak bisa dites, maka tulis Not Testable (NT)
b) FULL OUTLINE OF UNRESPONSIVENESS (FOUR SCORE)
Bisa berguna untuk yang komponen GCS-nya ada NT. Tidak menggunakan respons verbal.
3) PEMERIKSAAN SARAF KRANIAL PADA PASIEN YANG TIDAK SADAR
a) Refleks pupil: aferen N. II, eferen N. III
Anisokor jika perbedaan diameter pupil mata kanan dan kiri >= 2 mm, bisa juga sluggish/lambat karena penggunaan midriatik, albuterol.
b) Gaze
- buka mata pasien
- periksa posisi pupil pasien dalam keadaan netral => deviasi konjugat?
- lesi destruktif di frontal eye field (misal stroke) salah satu sisi menyebabkan deviasi ke ipsilateral lesi
- lesi iritatif (misal kejang) menyebabkan deviasi ke kontralateral lesi
- lesi nukleus (pons) menyebabkan deviasi ke kontralateral lesi
c) Refleks okulosefalik (SPESIAL UNTUK GANGGUAN KESADARAN, JANGAN DICOBA DI ORANG SADAR): eferen N. III, N. VI
- pastikan pasien tidak mengalami gangguan pada vertebra servikalnya
- tahan matanya agar terbuka
- putarkan kepala pasien ke kanan dan kiri dengan cepat
- gerakkan kepala pasien ke atas dan bawah
- nilai doll's eye reflex
- mata akan tetap mengarah ke medial sehingga ketika kepala ditolehkan, mata akan bergerak ke kontralateral arah menoleh => normal
- negatif jika ada kerusakan di midbrain/pons
d) Refleks okulovestibuler: aferen N.VIII, eferen N. III, N. VI
- posisikan kepala pasien 30 derajat terangkat dari bed
- irigasikan air dingin selama 1 menit ke MAE kanan pasien
- amati selama 1 menit, apakah ada gerakan melirik dan nistagmus?
- normal jika melirik ke ipsilateral, nistagmus ke kontralateral
- abnormal jika negatif => kerusakan brainstem
e) Refleks ancam: aferen N. II, eferen N. VII
Tangan pemeriksa digerakkan secara cepat ke arah mata penderita seakan mengancam mata penderita
- normal jika berkedip => lingkar refleksnya (traktus optik, area visual lobus oksipital, pons) intak
- abnormal jika tidak berkedip
f) Funduskopi: melihat papiledema N. II, perdarahan pada retina (HT => stroke)
g) Refleks kornea: aferen N. V1, eferen N. VII
- menyentuh kornea dengan kapas atau tetesan air
- berkedip?
- abnormal jika tidak
- menyentuh orofaring dengan tongue spatel atau kateter suction
- muntah?
- abnormal jika tidak => lengkung refleks di medula oblongata tidak intak
- memasukkan kateter suction melalui pipa ETT sedalam karina dan suction 1-2 kali
- batuk?
- abnormal jika tidak => lengkung refleks di medula oblongata tidak intak
Komentar
Posting Komentar