Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

ELEMEN PEMERIKSAAN GERAKAN HIPERKINETIK

Distractability: berubah dengan stimuli/tugas yang irelevan Supressibility: dapat dihentikan jika diminta pemeriksa Durasi Kecepatan (Speed) Jerkiness: adanya permulaan yang mendadak, berhenti, atau berubah kecepatannya Stereotipi: berulang dan dapat dikenali Ritmis: frekuensi gerakan berulangnya dapat diidentifikasi Intermiten: gerakan dipisahkan dengan interval bervariasi tanpa gerak atau postur abnormal  Ongoing: tidak adanya jeda antara gerak abnormal Flowing: tidak jerky Sub-movement (?): terdapat gerak intensional singkat dalam gerak abnormal ( abnormal movement include brief element of recognizable intentional movement) Konteks (?): relationship to rest and voluntary movement Predictable: gerakan dapat diprediksi kemunculannya Normal pattern: dapat ditirukan secara volunter dalam kondisi normal

GERAK NORMAL

Jenis gerak: volunter: sadar automatic: jika volunter dikerjakan berulang-ulang seperti berjalan, berbicara semivolunter: misal menggaruk punggung yg gatal involunter: tidak bisa ditahan, tapi ada beberapa bisa disupresi

INTERVENSI NYERI LUTUT

Gambar
GENERATOR NYERI LUTUT: ada intraartikuler dan ekstraartikuler (mis. bursitis). Untuk menentukan generator nyerinya, tekan di medial (pes anserine), lateral (iliotibial band), dan suprapatella, cari yang sakit mana. Lihat juga apakah ada float patella (tanda efusi) .  Intraartikuler yang cukup banyak: OSTEOARTHRITIS (OA) . Salah satu tanda OA adalah krepitus, tapi krepitus lutut bisa karena tendinopathy juga. Indikasi intervensi nyeri: OA tingkat 1-3 Macam injeksi: steroid (kambuh dalam 4-6 minggu). Regimennya: Triamcinolon: 10-40 mg (2-3 cc). Bisakah disimpan obatnya kalau sisa? Ideally, jangan, tapi obat bisa dipakai minimal 24 jam, jadi bisa dipakai pada pasien yang berbeda pada hari itu juga. dextrose (disebut juga proloterapi, lebih baik dari steroid, lebih jelek dari platelet-rich plasma/PRP). Regimennya: Dextrose intraarticular 5cc PRP (efek terapi lebih lama), dilakukan 3x seminggu. Note: Post injeksi proloterapi dan PRP, obat minumnya paracetamol saja, jangan NSAID karena b...

PENANGANAN KOMPLIKASI TROMBOSIS PADA STROKE

Komplikasi trombosis pada pasien yang immobilized ada DVT dan PAD. DVT: LMWH subkutan pada pengobatan awal, p asien yang rentan terhadap DVT diberi heparin tidak apa-apa. PAD: LMWH subkutan 5 hari, lanjut oral Pada dua kondisi ini sama-sama harus diperhatikan tanda bleeding karena penggunaan heparin. 

STROKE ISKEMIK

Gambar
1) DEFINISI (untuk gangguan  vaskuler  yang menyebabkan  defisit neurologis fokal akut ): a) TRANSIENT ISCHEMIC ATTACK (TIA) :  sembuh sempurna dalam 24 jam . b) REVERSIBLE ISCHEMIC NEUROLOGICAL DEFICIT (RIND):  bertahan lebih dari 24 jam  dan  sembuh sempurna kurang dari 3 minggu.   c) STROKE: bertahan lebih dari 24 jam dan  tidak akan sembuh sempurna.  Ada  ischemic  dan  hemorrhagic. ++ Stroke hiperakut: jika masih ada tempat dilakukan intervensi definitif (trombolisis/trombektomi), maka hiperakut untuk trombolisis dan trombektomi berbeda. 2) MANIFESTASI KLINIS berdasarkan arteri yg tersumbat pada stroke iskemik: quick mnemonic untuk deteksi dini stroke => FAST (Face, Arm, Speech, Time) a) SISTEM KAROTIS  Terdiri dari  arteri serebri anterior  (menyuplai  lobus frontal ) dan  media  (menyuplai  lobus frontal, temporal, parietal ). hemiparese tipikal (lumpuh wajah sesisi ekstremitas,...

EFEK SAMPING ASM (6 TIPE ADR)

Sebenarnya, ini adalah pembagian efek samping untuk SEMUA jenis obat, bukan cuma ASM atau obat neurologi, yang dibuat oleh Rawlins-Thompson. Namun, karena di neurologi sering dibahasnya pada ASM, konteks dalam blog ini khusus ASM.  ADR (adverse drug reaction) dari ASM ada 6 tipe A(ugmented): dose-dependent, reversible, low severity. Contoh: dizziness, tremor, paresthesia B(izarre): unrelated to dose or mechanism of action, related to individual vulnerability, severe, reversible. Contoh: SJS C(hronic): related to dose and time, chronic. Contoh: gingival hiperplasia , weight gain D(elayed): related to time, ireversible, prenatal exposure. Contoh: teratogenesis E(nd-of-use): related to drug withdrawal. Contoh: insomnia, anxiety F(ailure): unexpected treatment failure. Contoh: penurunan level plasma Gingival hiperplasia dose-dependent (C), maka masih bisa adjust dosis, tapi kombinasi dengan yang lain. Kalau idiosinkrasi (B), tidak bisa adjustment, langsung stop dan ganti. 

EPILEPTOGENESIS

Gambar
Injury apapun yang menyebabkan epilepsi akan mengawali epileptogenesis dengan peningkatan rilis glutamat sebagai permulaan dari epileptogenesis. Glutamat ini juga akan mengakibatkan aktivasi berlebihan dari reseptor NMDA dan AMPA (atau kadang reseptornyalah yang mengalami upregulasi). Di saat bersamaan terjadi downregulasi dari GABA reseptor, menurunnya release GABA, atau menurunnya sensitivitas reseptor terhadap GABA.  Neuroinflamasi: berperan pada fase lanjutan epileptogenesis dengan aktivasi IL1R dan TLR4 (reseptor sitokin proinflamatori) Kerusakan sawar darah otak: albumin menembus sawar darah otak => mengaktivasi jalur signaling TGF-beta => mengganggu keseimbangan kalium dan glutamat => hipereksitabilitas Di saat glutamat meningkat, Ca2+ juga masuk ke dalam sel menyebabkan aktivasi banyak protein kinase dan enzim litik lainnya => neuronal death => inhibitory interneuron lebih rentan mati, maka eksitatori >> => gliosis (aktivasi sel astrosit dan mikrogli...

PENEMPATAN ELEKTRODA EEG DAN NAMANYA

Ganjil: kiri, Genap: kanan, Z: sentral (tengah)  C3/4: sentral Cz: vertex, Pz, Fz: parietal, frontal midline Fp1/Fp2: prefrontal F3/4: frontal F7/8: temporal anterior T1/2: temporal anterior T3/T4: midtemporal T5/6: temporal posterior P3/4: parietal O1/2: oksipital A1/2: aurikuler

HOUNSFIELD UNIT

Definisi: perbandingan densitas berbagai obyek pada CT-scan secara numerik air: -1000 HU bone (cortical): >1000 HU bone (trabecular): 300 to 800 HU brain (grey matter): 40 HU  brain (white matter): 30 HU  subcutaneous fat: -100 to -115 HU  liver: 45-50 HU  lungs: -950 to -650 HU  metal: >3000 HU muscle: 45 to 50 HU renal cortex: 25 to 30 HU spleen: 40 to 45 HU water: 0 HU (by definition) (Radiopaedia) blood: 13-75 HU (Wikipedia)

IMAGING PADA STROKE

CT scan kepala tanpa kontras : imaging awal. Mudah diakses. Yang dicari pada stroke iskemik: hipodens pada daerah yang infark hilangnya batas grey-white matter (irreversible): batas insula kabur, densitas basal ganglia kabur edema (sulcal effacement), kalo ada ini masih reversible MCA sign (dense artery sign) arteri yang ada emboli terkalsifikasinya Termasuk ASPECT score CT scan paling cepat melihat iskemik stroke pada onset 12 jam. ICH: hiperdensitas, tapi kalo SAH kurang reliable => lanjut LP MRI :  Karena daerah iskemia banyak mengandung air, di T1 jadi hipointens, T2 hiperintens dan semakin jelas batasnya (makin hipo-/hiper-) setelah lewat beberapa hari. Sekuens DWI disebut juga stroke sequence (iskemik). Melihat difusi (yang sering terjadi pada edema sitotoksik, perpindahan cairan dari ekstrasel ke intrasel), tulangnya dibuang karena tidak ada difusinya. Pada 20 menit pertama onset sudah terlihat kalo ada kelainan. Pada stroke, difusinya terhenti. makanya gambar putihnya t...

EMBOLI VS TROMBUS, RED THROMBUS VS WHITE THROMBUS

Dari Caplan: Red trombus tersusun dari sel darah merah dan fibrin yang terbentuk di tempat dengan blood flow lambat. Tidak butuh endotel rusak untuk terbentuk karena pembentukannya berawal dari aktivasi faktor koagulasi yang beredar dengan lambat itu. Prevensinya  antikoagulan (DOAC, VKA) White trombus tersusun dari platelet dan fibrin, tanpa sel darah merah, butuh endotel rusak untuk terbentuk, biasanya pada tempat beraliran darah cepat. Prevensinya antiplatelet (aspirin, CPG) Namun, biasanya setelah white trombus terbentuk, di atasnya ketempelan red trombus ++ Trombolisis bisa melisiskan red clot, tapi tidak white clot. Perbedaan emboli dan trombosis: Trombus: bekuan darah Embolus: material asing apa pun yang bergerak dalam vaskuler yang jika menyumbat aliran darah akan menyebabkan embolism (sumber emboli: udara, lemak, blood clot, material asing lainnya)

KASKADE KOAGULASI DAN TITIK TANGKAP ANTIPLATELET/ANTIKOAGULAN

Gambar
  Catatan: faktor I: fibrinogen, faktor II: trombin, faktor III: tissue factor, factor IV: kalsium, factor V: proaccelerin, faktor VI = factor Va, faktor VII: stable factor, faktor VIII: antihemophilic factor A, faktor IX: antihemophilic factor B, faktor X: Stuart-Prower factor, faktor XI: plasma thromboplastin antecedent, faktor XII: Hagemen factor, factor XIII: stabilizing factor  collagen di awal kaskade koagulasi itu berasal dari pembuluh darah yang rusak dan berkontak dengan surface environment faktor-faktor yang disintesis liver: II (protrombin), VII, IX, X ANTIKOAGULAN: Vit. K antagonis (warfarin): menghambat vit. K epoxide reduktase 1 - VKOR 1 yang mereaktivasi vit. K1. Faktor-faktor yang dependen vit. K (II, VII, IX, X) akan mengalami penurunan konsentrasi dengan berkurangnya vit. K yang aktif heparin dan LMWH (contoh Lovenox/enoxaparin): aktivasi antitrombin III yang menghambat faktor Xa dan II, tapi LMWH mostly di faktor Xa (mengurangi efek samping perdarahan dan le...