EPILEPTOGENESIS
Injury apapun yang menyebabkan epilepsi akan mengawali epileptogenesis dengan peningkatan rilis glutamat sebagai permulaan dari epileptogenesis. Glutamat ini juga akan mengakibatkan aktivasi berlebihan dari reseptor NMDA dan AMPA (atau kadang reseptornyalah yang mengalami upregulasi). Di saat bersamaan terjadi downregulasi dari GABA reseptor, menurunnya release GABA, atau menurunnya sensitivitas reseptor terhadap GABA.
Neuroinflamasi: berperan pada fase lanjutan epileptogenesis dengan aktivasi IL1R dan TLR4 (reseptor sitokin proinflamatori)
Kerusakan sawar darah otak: albumin menembus sawar darah otak => mengaktivasi jalur signaling TGF-beta => mengganggu keseimbangan kalium dan glutamat => hipereksitabilitas
Di saat glutamat meningkat, Ca2+ juga masuk ke dalam sel menyebabkan aktivasi banyak protein kinase dan enzim litik lainnya => neuronal death => inhibitory interneuron lebih rentan mati, maka eksitatori >> => gliosis (aktivasi sel astrosit dan mikroglia) mengganggu sistem buffer glutamat dan menyebabkan kondisi proinflamatori
Ketika neuron mati, reorganisasi sinaps (mossy fiber sprouting kalau pada TLE) terjadi, tetapi ini bisa menjadi neuroplastisitas yang maladaptif dengan membentuk lebih banyak sirkuit eksitatorik
Pada post stroke epilepsy: ada juga istilah ferroptosis, atau kematian sel otak akibat besi (dari ekstravasasi darah pada ICH) yang mendukung terjadinya epileptogenesis
Risiko epilepsi setelah terjadinya acute symptomatic seizure

Komentar
Posting Komentar