GLIOMA
x) EPIDEMIOLOGI
Usia pasien LGG lebih muda dibanding HGG (30-50an tahun). 40an tahun, laki2 = meningioma LGG dulu lalu menjadi HGG. True glioblastoma biasanya usia > 60th
Glioblastoma prevalensinya 3-5 dari 100.000 (kuliah Prof Sith: termasuk glioma terbanyak pada dewasa, tapi prevalensinya masih kalah dengan metastase yang 20 dari 100.000)
Defisit neurologis: bisa fokal/difus, termasuk behavioral change, pandangan kabur, gx kognitif
Peningkatan TIK
KEJANG PADA LOW GRADE GLIOMA
Mengapa terjadi?
- LGG bikin kejang krn Mutasi IDH-1 pada siklus krebs => konversi isositrat menjadi 2-hidroksiglutarat => mengubah struktur glutamate => mengaktifkan resesptor NMDA dan AMPA => epileptogenesis
- gr. II glioma sdh mulai infiltrasi, inflamasi, menyebabkan fokus epileptogenik.
- sifat iritatif pada low progresivity tumor (LGG) >< high progresivity (HGG) → destruktif
- sering di korteks. Kejang LGG bukan dari edema serebri, kalau dari radiologis dan klinis aman maka tidak usah dexa. Namun, jika terjadi GTK seizure, bukan fokal = korteks → edema
x) IMAGING
- CT scan kepala: Gambaran LGG seperti infark saja kalau non kontras. Kalau sudah kelihatan edema luas tentakel maka HGG.
- MRI Spektroskopi:
- primer: meningkatkan cholin na dan cholin cr intra- dan perilesi.
- Metas: cholin na naik hanya di intralesi
- LGG: isohipointens T1, hiperintens homogen T2, tidak menyangat kontras, edema minimal. T2-FLAIR mismatch → mungkin adalah IDH mutant astrocytoma. Sering di korteks. < 10% LGG lokasi deep. Klo ada susp. glioma tapi deep, jangan-jangan HGG
- HGG: butterfly glioma klo di korpus kalosum, menyangat kontras, bisa multiple (dd metas), gambaran kistik-perdarahan-nekrosis-kalsifikasi, edema luas. Glioblastoma: MRI central necrosis, nodular rim enhance ~ masih bisa dd metas single. oligodendroglioma tapi fokal multifokal enhancement → RED FLAG kayaknya itu HGG
- Imaging evaluasi:
- post op boleh hanya CT scan karena hanya melihat komplikasi surgery. klo imaging eval diambil lebih dari 48 jam post op, efeknya akan dirancukan oleh gambaran darah dan inflamasi
- post RT: MRI otak 2-8 minggu setelah RT selesai supaya tidak ada pseudoprogression. MRI berikutnya bisa dilakukan antara ajuvan siklus 3-4
- IDH mutan: astrositoma (low grade (Tp53, ATRX) dan anaplastic ~ imaging/morfologi PA astrositoma gr. 4 seperti glioblastoma namun berbeda IDH), oligodendroglioma jika disertai codel. 1p-19q
- IDH wild type: glioblastoma (pasti WHO grade IV)
- codel. 1p-19q: oligodendroglioma (low grade dan anaplastic), kemonya PCV (procarbazine, lomustin, vincristine)
- mutasi TERT Promoter : prognosis lebih buruk.
- CDKN2A: anaplastic
- MGMT (metil guanin metiltransferase) promoter (+) : prognosis lebih baik, karena akan lebih respon terhadap TMZ. Cek MGMT cuma bisa di RS Sardjito atau Dharmais
- H3 K27: marker DIPG
Apa ada marker IHK yang menentukan keberhasilan imunoterapi? Tidak ada. PDA 1 adalah sebuah imuno staining tapi hasil tdk konsisten.
x) KLASIFIKASI CNS TUMOR WHO 2021
DIG: diffuse infiltrative glioma gr. II, prognosis lebih jelek, tidak bisa direseksi total karena batas tidak jelas, menyerupai sel otak normal
- Simtomatik:
- Edema serebri: dexametason
- Kejang: ASM, pilih yang interaksinya kecil dengan obat kemoterapi dan dexametason, biasanya levetiracetam
- Reseksi maximal safe
- IDH mutant guideline EANO
- KPS bagus, usia muda (< 40 tahun), tidak ada defisit, low grade: bisa wait and see
- KPS rendah, usia tua, high grade: PCV (1st line pada oligodendroglioma, tetapi Lomustin (C, obat kemo golongan nitrosourea, sebenarnya banyak efek sampingnya) tidak ada di Indonesia, jadinya pakai 2nd line TMZ) CCRT (see Stupp's Protocol)
- Adult type diffuse glioma TMZ-nya ditanggung BPJS, tetapi oligodendroglioma tidak ditanggung karena 1st line-nya PCV.
- Untuk pasien umur <70, nambah TMZ bisa nambah survival. tapi sama saja pada pasien > 70 dan KPS nya bagus. Kalo pake TMZ pasiennya progression free selama 3-6 bulan (?)
survival pasien yg dikasi PCV pada pasien dengan tumor 1p 19q codel, survivalnya nambah dari 7 tahun menjadi 14 tahun (dibandingkan temozolomide. tapi PCV itu minumnya repot karena ada aturan khusus)
- Glioblastoma guideline EANO
- Usia muda < 70 tahun, KPS baik: CCRT jika MGMT promoter metilated, radioterapi saja (hypofractionated) jika MGMT promoter unmetilated
- Usia tua, KPS jelek: hypofractionated radiotherapy KECUALI KPS sangat rendah < 50 => paliatif
Kalo MGMT unmethylated kemonya pake apa? Di Inggris, ada clinical trial. Tapi di Asia Tenggara tidak ada. Coba tmz aja ttp, bbrp pasien masi bisa ttp respons. Makanya mgmt g dicekin rutin krn g mempengaruhi decision making
Mengapa glioblastoma bisa relaps?
Bagaimana membedakan progresi dan pseudoprogresi?
sulit dibedakan, terutama dalam < 3 bulan pertama pasca radioterapi. advanced imaging: Aminoacid PET? tapi datanya masih not convincing. Kalo misalnya 3 bulan nerusin kemo dan RT ternyata menetap atau tambah besar, berarti True progression → masuk algoritma rekuren
- Jika rekuren/progresif, pilihannya:
- bedah ulang
- lanjut PCV atau TMZ
- monoklonal antibodi (contoh: bevacizumab, nimotozumab): bekerja menghambat ikatan VEGF dan reseptornya. dapat kombi dengan lomustin/TMZ. Bevacizumab tanpa TMZ pada unmethylated MGMT di awal => tdk memperpanjang survival. Tapi klo rekuren mungkin bisa (makanya nunggu progresif/rekuren dulu baru masuk obat ini, dan awalnya TMZ dulu)
- Bevacizumab dosis 500 mg/hari (1 vial @ 100 mg, harga Rp 2,5 jt), single dose. Ulang 2-3 minggu lagi.
- obat-obat baru/clinical trial
- IDH inhibitor: vorasidenib
- BRAF inhibitor
- alternating electric field therapy: pakenya 20 jam/hari, 7 hari seminggu, mengganggu mitosis tumor, rambut dicukur lalu alat ditempel di sisi tumornya. dapat meningkatkan overall survival. adanya di Cina, SoKor, Singapura, dan Hongkong. Tidak ada di Thailand (dan Indonesia)
- WHO gr. IV survival 10-18 month
- WHO gr. II-III > 10 th
- klo astrositik 2-3 tahun saja
Komentar
Posting Komentar