Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

HIV-ASSOCIATED NEUROCOGNITIVE DISORDER (HAND)

 HAND merupakan komplikasi langsung HIV pada sistem saraf pusat.  1) KLASIFIKASI: a) Asymptomatic neurocognitive impairment (ANI) Gx kognitif melibatkan setidaknya 2 domain kognitif dengan nilai performa kognitif 1SD di bawah rerata nilai normatif sesuai usia dan pendidikan tidak mengganggu fungsi sehari-hari tidak memenuhi kriteria delirium dan demensia tidak ada bukti penyebab lainnya b) Mild neurocognitive disorder (MND) Kriteria 1, 3, 4 = ANI menyebabkan hendaya ringan (setidaknya 1 dari a) laporan pasien sendiri atau b) laporan keluarga menyatakan penurunan fungsi mental yang menyebabkan inefisiensi dalam bekerja, pekerjaan rumah tangga, atau fungsi sosial) c) HIV- associated dementia (HAD) Gx kognitif yang nyata yang melibatkan setidaknya 2 domain kognitif (khasnya gx mempelejari hal baru, lambat memproses informasi, defek atensi/konsentrasi) ditemukan pada hasil pemeriksaan neuropsikologi dengan sedikitnya 2 domain memiliki nilai < 2 SD nilai normatif menyebabkan hen...

PRIMARY CNS LYMPHOMA (PCNSL)

 1) DEFINISI: PCNSL merupakan bentuk ekstranodal limfoma non Hodgkin di otak, mata, selaput otak, medula spinalis tanpa limfoma sistemik lain. 2) EPIDEMIOLOGI: terutama muncul pada pasien imunokompromais. Beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan kejadian PCNSL > 60 th, angka tertinggi usia 70-79. L = P. Pada anak, rata-rata usia 14 tahun. 3) PATOFISIOLOGI: masih belum jelas. Harusnya di SSP sedikit kelenjar limfoid. sel maligna limfoid ke SSP karena interaksi kompleks molekul selektin dan adherin, yaitu molekul adhesi CD44 dan reseptor transmembran Fas (CD95). Sel-sel PCNSL berasal dari limfosit neoplastik di perifer yang bisa dieradikasi kalau sistem imun baik. > 90% PCNSL = limfoma sel B besar difus (DLBCL), yang proliferasinya sangat tinggi, tumbuh angiosentrik, infiltrasi difus. Subtipe di PCNSL yang terbanyak: activated B-cell like (ABC) => prognosis buruk peningkatan persentase mutasi MYD88 dan CD79B 4) DIAGNOSIS: gejala: ringan dan tidak khas paling sering adalah...

REHABILITASI PASCASTROKE

Sumber: PNPK Stroke 2019 Fase hiper akut: uji menelan Fase akut: Posturing posisi terapeutik, perubahan posisi berkala Mobilisasi duduk dan latihan aktif, syaratnya: MAP < 130, 90 < GDS < 250, SpO2 > 95% RA Terapi fisik dada Latihan ROM dan stretching stimulasi sensoris multimodal/stimulasi koma

MANIFESTASI NEUROLOGIS COVID-19

Sumber: Buku UI 1) ETIOLOGI: virus SARS-CoV-2, memiliki protein spike yang mengikat reseptor ACE-2 (reseptor ini ada di epitel saluran napas, parenkim paru, sel renal, usus kecil, endotel pembuluh darah, dan SSP). 2) PATOFISIOLOGI: virus menimbulkan manifestasi neurologis dengan mekanisme: langsung: melalui saluran napas atas, melalui bulbus olfaktorius masuk ke otak tidak langsung: inflamasi sistemik yang mengenai berbagai macam organ, hipoksia (akibat pneumonia) => vasodilatasi serebral dan metabolisme anaerob, hiperkoagulasi, kerusakan endotel vaskuler, badai sitokin Trojan Horse: bersembunyi dalam leukosit untuk melewati sawar darah otak yang permeabilitasnya menurun akibat inflamasi sistemik.  3) MANIFESTASI KLINIS: akut (pada 6 minggu infeksi, menurun hingga setelah minggu ketiga): agitasi, gangguan neuropsikiatri, ensefalopati akut, stroke, anosmia, ageusia, GBS Anosmia: penyumbatan reseptor olfaktorius akibat edema epitel hidung ATAU karena virus menembus bulbus olfakt...

KRANIOFARINGIOMA

 Sumber: NCBI 1) DEFINISI: tumor jinak SSP yang jarang, merupakan tumor epitelial yang berada di (umumnya) regio suprasella 2) ETIOLOGI: Terbentuknya kraniofaringioma memiliki dua teori dasar yang terkait juga dengan subtipenya, yaitu: teori embryonik: terkait dengan subtipe adamantinomatous . Pada embriogenesis, terjadi outpouching atap ektodermal stomodeum (lengkungan embrio awal yang nanti jadi pituitari anterior dan mulut bayi) yang disebut kantong Rathke . Ketika migrasi ke kranial, terbentuklah duktus kraniofaringealis yang harusnya mengalami involusi, tetapi jika tidak, maka akan tersisa sel ektodermal => berproliferasi menjadi kraniofaringioma. Karena embrional, subtipe adamantinoma ini bisa ditemui di anak dan dewasa , dan juga merupakan subtipe yang paling banyak.  teori metaplastik: terkait dengan subtipe papillary , yang biasanya ada pada orang dewasa. Teori ini berasal dari sel adenohipofisis yang bermetaplasia menjadi sel skuamous. 3) EPIDEMIOLOGI Distribusi k...

ECLAMPSIA / EKLAMPSIA

Tatalaksana berdasarkan Pedoman Tatalaksana Epilepsi Perdossi, 2019 Magnesium sulfat 4 mg ( tapi mungkin ini harusnya gram karena 1 flask MgSO4 alias 25 cc itu isinya 10 g kalo yang 40%) IM masing-masing boka-boki (bukan dibagi 2, jadi total 8 mg) atau IV bolus pelan selama 10 menit. Tatalaksana berdasarkan buku saku kebidanan WHO Dosis awal: 4 g IV dalam 20 menit, atau 5 g IM masing-masing boka-boki (total 10 g) Dosis rumatan: 6 g drip IV dalam 6 jam, lanjut sampai 24 jam setelah persalinan/kejang berhenti

PERBEDAAN KLINIS & EMG ULNAR NEUROPATHY

Gambar
  Sumber: Preston-Barbara (Buku EMG sampul merah) Catatan: pada guyon canal syndrome, sensory lossnya cuma sisi volar; cubital tunnel, sama dorsal. pada cubital tunnel syndrome, sensory lossnya tetap tidak sampai forearm. Kalau sampai forearm, lesinya mungkin lebih tinggi dari jepitan elbow. baik guyon canal dan cubital tunnel syndrome, SNAP n. medial antebrachii cutaneous-nya bisa normal. Yang membedakan adalah SNAP n. cutaneous ulnar dorsal => kalo abnormal, lesi di elbow (cubital). lesi lebih tinggi dari elbow, maka CMAP mediannya juga akan terganggu.

JAPANESE ENCEPHALITIS

Gambar
 1) EPIDEMIOLOGI Awalnya di Jepang, kemudian menjadi banyak di Asia. Penyakit endemik di Indonesia. Sering menyerang anak-anak. Kejadian JE pada manusia akibat terinfeksi virus JE < 1%, 20-30% kasus fatal, 30-50% kasus cacat permanen. Diperkirakan terjadi 50.000 kasus dan 15.000 kematian tiap tahun 2) ETIOLOGI Virus Japanese Encephalitis: virus RNA genus Arbovirus - Flavivirus Siklus hidup: Host: burung rawa-rawa (bangau, kuntul) Host amplifier: babi (saat virus menginfeksi babi, terjadi peningkatan populasi virus yang cepat => viremia => sumber infeksi bagi nyamuk dan menularkan ke manusia) Vektor: nyamuk Culex tritaeniorhyncus , menggigit burung rawa-rawa, babi, dan manusia yang kebetulan hidup berdekatan. Larvanya banyak di area persawahan 3) PATOGENESIS Manusia digigit nyamuk yang terinfeksi => virus masuk ke sistem retikuloendotelial => menumpang limfosit T => berikatan dengan endotel => endositosis menembus sawar darah otak => replikasi dan berkemban...