MANIFESTASI NEUROLOGIS COVID-19
Sumber: Buku UI
1) ETIOLOGI: virus SARS-CoV-2, memiliki protein spike yang mengikat reseptor ACE-2 (reseptor ini ada di epitel saluran napas, parenkim paru, sel renal, usus kecil, endotel pembuluh darah, dan SSP).
2) PATOFISIOLOGI: virus menimbulkan manifestasi neurologis dengan mekanisme:
- langsung: melalui saluran napas atas, melalui bulbus olfaktorius masuk ke otak
- tidak langsung: inflamasi sistemik yang mengenai berbagai macam organ, hipoksia (akibat pneumonia) => vasodilatasi serebral dan metabolisme anaerob, hiperkoagulasi, kerusakan endotel vaskuler, badai sitokin
- Trojan Horse: bersembunyi dalam leukosit untuk melewati sawar darah otak yang permeabilitasnya menurun akibat inflamasi sistemik.
3) MANIFESTASI KLINIS:
- akut (pada 6 minggu infeksi, menurun hingga setelah minggu ketiga): agitasi, gangguan neuropsikiatri, ensefalopati akut, stroke, anosmia, ageusia, GBS
- Anosmia: penyumbatan reseptor olfaktorius akibat edema epitel hidung ATAU karena virus menembus bulbus olfaktorius (transneural)
- Ageusia: karena reseptor ACE-2 juga ada di papil lidah
- pascainfeksi (long COVID): ADEM, gangguan kognitif, gangguan tidur, PNP
Komentar
Posting Komentar