KRANIOFARINGIOMA
Sumber: NCBI
1) DEFINISI: tumor jinak SSP yang jarang, merupakan tumor epitelial yang berada di (umumnya) regio suprasella
2) ETIOLOGI: Terbentuknya kraniofaringioma memiliki dua teori dasar yang terkait juga dengan subtipenya, yaitu:
teori embryonik: terkait dengan subtipe adamantinomatous. Pada embriogenesis, terjadi outpouching atap ektodermal stomodeum (lengkungan embrio awal yang nanti jadi pituitari anterior dan mulut bayi) yang disebut kantong Rathke. Ketika migrasi ke kranial, terbentuklah duktus kraniofaringealis yang harusnya mengalami involusi, tetapi jika tidak, maka akan tersisa sel ektodermal => berproliferasi menjadi kraniofaringioma. Karena embrional, subtipe adamantinoma ini bisa ditemui di anak dan dewasa, dan juga merupakan subtipe yang paling banyak.
teori metaplastik: terkait dengan subtipe papillary, yang biasanya ada pada orang dewasa. Teori ini berasal dari sel adenohipofisis yang bermetaplasia menjadi sel skuamous.
3) EPIDEMIOLOGI
Distribusi klasiknya bersifat bimodal (banyak pada anak-anak dan lansia): usia 5-14 tahun dan 50-74 tahun
Komentar
Posting Komentar