SISTEM MOTOR OKULAR SUPRANUKLEAR
1. SAKADIK
- Fungsi: untuk menempatkan objek yang ingin dilihat (jika berada di perifer) tepat di fovea, berganti-ganti secara cepat ('jump' instead of 'moving smoothly')
- Bisa terjadi secara volunter atau involunter (yang involunter adalah fase cepat dari nistagmus vestibuler atau optokinetik).
- Anatomi-fisiologi: misalnya ada objek yang blur tapi ingin dilihat di lapang pandang perifer sebelah KANAN
- korteks visual primer menerima informasi tentang lapang pandang perifer
- mengirim sinyal ke frontal eye field (Brodmann 8) KIRI (kontralateral)
- FEF menstimulasi superior coliculus di mesencephalon
- menyilang => meneruskan rangsang ke nukleus abdusen KANAN (kontralateral dengan FEF) => m. rectus lateralis KANAN => mata kanan melirik ke kanan
- (supaya mata kiri bisa melirik ke kanan juga maka ada jalur yang naik via MLF ke nukleus okulomotor KIRI. see here for conjugate gaze.)
- untuk menepatkan gerak otot ke objek target adalah tugas serebelum.
- Pemeriksaan: minta pasien memfiksasi pandangan ke dua objek berganti-ganti, misal dari pena pemeriksa ke hidung pemeriksa. Nilai apakah sakade normal, langsung diinisiasi, dan akurat.
2. SMOOTH PURSUIT
- Fungsi: mengejar objek yang bergerak supaya tetap di fovea ('move smoothly'), mata akan bergerak selaras dengan objek
- Anatomi: aferen: retina mengirim informasi kecepatan dan arah gerak benda ke korteks visual lobus oksipital => area visual lobus temporal media ipsilateral => frontal eye field => nukleus pontin menstimulasi nukleus okulomotor yang ipsilateral dengan FEF
- Pemeriksaan: (kepala pasien tidak boleh bergerak) minta pasien mengikuti target yang kecil kira-kira 1 m di depan pasien => gerakkan target perlahan dengan kecepatan seragam => amati apakah pergerakan sesuai dengan kecepatan dan arah gerak target.
- Jika gerak pursuit terlalu lambat, ada catch-up saccades. Jika terlalu cepat, muncul back-up saccades.
- Hasil dapat dipengaruhi: usia (semakin tua semakin turun => normal), obat-obatan (fenitoin, barbiturat, diazepam, alkohol, mariyuana, metadon)
3. VESTIBULAR OPTOKINETIC
- Fungsi: mempertahankan posisi mata menyesuaikan perubahan posisi badan dan kepala
- Membutuhkan keseimbangan antara sistem vestibuler, visual, dan somatosensorik.
- Refleks vestibulookular tergantung pada kanalis semisirkularis. Latensinya rendah (cepat muncul).
- Pemeriksaan vestibulookular refleks: tes kalori, jika tidak muncul reaksi yang sesuai menunjukkan gangguan fungsi vestibuler unilateral.
4. VERGENCE
- Fungsi: Mempertahankan aksis visual agar objek yang dilihat melalui dua mata dipersepsikan sebagai satu objek ('atur fokus'), syaratnya bayangan objek harus jatuh di titik retina yang sama (lihat gambar).
- Anatomi: diatur oleh jaras oksipital-mesensefalik.
- Stimulus utamanya adalah:
- retinal disparity: perbedaan lokasi bayangan pada dua retina => berujung pada fusional vergence (dua bayangannya dipersepsikan sebagai satu)
- retinal blur: bayangannya tidak fokus => berkaitan dengan akomodasi (konvergensi, miosis biar fokus, dan akomodasi lensa pada penglihatan jarak dekat, disebut juga near reflex/accomodation reflex)
5. GERAK HORIZONTAL
Asalnya dari lobus frontal kontralateral (sakade) atau lobus oksipital ipsilateral (smooth pursuit) => kapsula interna => paramedian pontine reticular formation (PPRF) => nukleus abdusen ipsi ===> ada yang naik via medial longitudinal fasciculus (MLF) => nukleus okulomotor kontralat. More here.
Gangguannya:
- internuclear ophthalmoplegia (lesi MLF ipsilateral dengan mata yang tidak bisa melirik)
- gaze palsy: kedua mata tidak bisa melirik ke satu sisi, tapi posisi netralnya normal (lesi bisa di lobus frontal kontralateral atau PPRF ipsi, misal left gaze palsy maka lesinya di frontal kanan atau PPRF kiri). Istilah "gaze" sendiri berarti gerakan kedua bola mata yang selaras.
- one-and-a-half syndrome: gaze palsy ipsilateral lesi + INO kontralateral lesi (keterlibatan PPRF dan MLF pada sisi yang sama karena lesi di pons). Contoh pada gambar adalah lesi PPRF dan MLF sama-sama di kanan, menyebabkan right gaze palsy dan INO to the left.
6. GERAK VERTIKAL
Anatomi: asalnya bilateral dan diteruskan ke area pretektal (mesensefalon) sebagai pusat gaze vertikal => nukleus N. III dan VI.
Gangguannya:
- Sindrom Parinaud (sindrom akueduktus silvii): gangguan melirik KE ATAS disebabkan oleh hidrosefalus pada akueduktus silvii, gangguan melirik ke atas. Sindroma kompletnya sbb:
- parese gaze vertikal
- pupil abnormal
- nistagmus retraksi (biasanya kalo disearch ketemunya 'convergence-retraction nystagmus' karena saat nistagmus, gerak sakadiknya ke atas ke arah yang konvergen dan bola matanya retract/tertarik masuk/mendelep)
- Collier's sign: kelopak mata retraksi ketika melirik ke atas
- hilangnya konvergensi
- hilangnya akomodasi
- Sindrom Steele-Richardson-Olszewski (primary supranuclear palsy): gangguan melirik KE BAWAH, berkaitan dengan kaku kuduk dan demensia progresif (atrofi otak)
Sumber:
- Albertstone 2009.
- Neurologic Exam Med Utah Quiz Answer Key, 2004
Komentar
Posting Komentar