POLISOMNOGRAFI
1) INDIKASI (berdasarkan buku Pokdi Sleep 2018)
- gangguan pernafasan berupa sleep apnea
- movement disorder
- diagnosis sulit ditentukan
- terapi perilaku dan farmakologis gagal memperbaiki keluhan
- keluhan pasien menyebabkan hal yang mencederai dan membahayakan pasien.
++ hypersomnia (yg nanti diikuti MSLT)
++ parasomnia: misal RBD, sleep walking, sleep talking, sleep paralysis
Insomnia BUKAN indikasi PSG, kecuali sekunder.
2) PARAMETER
- sleep onset
- sleep efficiency
- Sleep latency: dari jam tidur menuju gel. tidur pertama yg muncul >< Sleep onset REM (normal 60-90 menit): dari jam tidur menuju tidur REM pertama yg muncul. Sleep latency normal: 15-30 menit
- Wake after sleep onset: bangun setelah tidur
- Fase tidur: Tidur normal yang dominan adalah NREM2 (50%)
apneu, ada 2 jenis, obstructive dan central (ini hanya bacaan gambaran PSG)
obstructive: klo gerakan resp. effortnya masih ada. airflow turun > 90% (di grafik hampir flat), berlangsung > 10 s >< central: effort tdk ada. masih bisa ada snoring, penyebab tidak selalu lesi sentral, tapi bisa juga dari OSA berkepanjangan atau kelainan kardiovaskuler
hypopneu: = apneu hanya saja airflow turun 30-90% + desaturasi (3-4% dari baseline)
- AHI (cut off): lihat OSA
- AHI = (apneu + hypopneu) / total sleep time
- AHI anak > 10 severe. < 1 normal. Mengutip sebuah jurnal: There is no universally accepted classification for OSAS severity in children, although many studies use the apnea hypopnea index (AHI) to categorize OSAS as mild (AHI 1–4.9), moderate (AHI 5–9.9), or severe (AHI > 10) https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7171982/
- RDI (resp. disturbance index) cutoffnya sama dengan AHI (dari kuliah dr. Zamroni, tapi di buku beda). RDI = (Apneu + Hypopneu + Respiratory effort related arousal) / total sleep time
- RERA = EEG arousal dengan desaturasi
- airflow dari mulut dilihat dengan thermister, airflow dari hidung dilihat dengan kanule
- resp. effort: dilihat dari alat yang dipasang di sabuk thorax-abdomen
- PLMD index
Apakah boleh minum obat tidur PSG? Boleh, jika mau menilai parasomnia yang munculnya pas tidur dan pasiennya tidak bisa tidur tanpa obat.
Komentar
Posting Komentar