TERAPI NONFARMAKOLOGI EPILEPSI

Pada umumnya diberikan pada epilepsi resisten obat.

1. BEDAH EPILEPSI
  • Indikasi: pada epilepsi yang mungkin membaik dengan tindakan bedah, seperti:
    • sklerosis hipokampus
    • ganglioglioma, DNET, cavernous angioma, displasia korteks
    • ensefalitis Rasmussen, hemimegalensefali, Sturge weber
    • LGS
  • Kontraindikasi
    • absolut:
      • degeneratif, metabolik
      • kelainan neurologi progresif
      • benign
    • relatif
      • tidak patuh minum OAE
      • psikosis interiktal
      • IQ < 70
      • zona epileptogenik bilateral atau difus
  • Zona bedah
    • zona iritatif: area di korteks yang menimbulkan spike interiktal (diperiksa via EEG interiktal)
    • zona onset iktal: area di korteks di mana bangkitan dimulai (diperiksa via EEG iktal)
    • lesi epileptogenik: struktur otak abnormal yang secara langsung menyebabkan bangkitan (pencitraan, histoPA)
    • zona simtomatik: area bergejala klinis (diperiksa dari anamnesis dan observasi klinis bangkitan)
    • zona defisit fungsional: disfungsi area korteks non epileptik (pemeriksaan fisik neurologi, neuropsikologi, EEG, PET, SPECT)
  • Jenis
    • reseksi:
      • mengangkat fokus epileptik fokal: lobektomi temporal anterior, amigdala-hipokampektomi selektif (TLE)
      • mengangkat jaringan luas: hemisferektomi (Rasmussen, Sturge Weber)
    • paliatif:
      • diskoneksi: korpus kalosotomi (drop attack), transeksi multiple subpial (LKS)
      • stimulasi: vagal nerve stimulation/VNS, DBS
  • Komplikasi
    • minor (menghilang dalam 3 bulan): LCS bocor, infeksi, aseptik meningitis, DVT, emboli paru, pneumonia, ICH, gx metabolik
    • mayor (><  minor): hidrosefalus, abses intrakranial, gx lapang pandang, hemianopia, afasia
    • komplikasi lobektomi temporal anterior:
      • gx memori verbal (sisi kiri: 44%, sisi kanan: 20%)
      • gx memori visuospasial
      • gx penamaan pada sisi kiri
      • fluensi verbal dapat meningkat (?)
      • gx distimik interiktal
      • psikosis
  • Luaran: bebas bangkitan 57% pada reseksi neokortikal, 70% temporal anteromesial. Berdasarkan klasifikasi ILAE
    • kelas 1: bebas bangkitan tanpa aura
    • kelas 2: hanya aura
    • kelas 3: 1-3 hari bangkitan dalam setahun
    • kelas 4: 4 hari bangkitan dalam setahun sampai penurunan 50% frek. bangkitan
    • kelas 5: penurunan < 50% sampai peningkatan 100%
    • kelas 6: peningkatan > 100%
Orang dengan epilepsi refrakter dan cluster seizure, prognosis post op-nya setelah 1 tahun justru lebih baik.
Perlu KIE keluarga tentang risiko jika reseksi dilakukan, defisit apa yang akan muncul? Kecuali jika daerahnya non eloquent. Belum tentu juga bisa sepenuhnya lepas ASM, terkontrolnya mungkin dengan 1-2 obat saja.

2. DIET KETOGENIK
  • Indikasi: anak usia 2-15 tahun
  • Kontraindikasi: mempunyai komorbid dan gangguan metabolik

3. STIMULASI NERVUS VAGUS
  • Indikasi: epilepsi fokal, >= 12 th, tidak dapat dilakukan bedah epilepsi
  • komplikasi sementara: serak, batuk, perubahan suara, parestesi

4. DEEP BRAIN STIMULATION
  • Indikasi: epilepsi fokal, resisten obat, >= 18 th
  • komplikasi saat pemasangan: perdarahan, infeksi
  • komplikasi sementara: depresi, gx memori, parestesi

5. TERAPI PERILAKU: menurunkan stres, meningkatkan kepatuhan minum obat

6. PUASA: Intermitten fasting dapat menurunkan frekuensi kejang, terutama bila dikombinasi dengan diet ketogenik. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh peningkatan BDNF selama puasa. Sumber: 1 - 2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENINGITIS TB

TERAPI EPILEPSI (ANTI SEIZURE MEDICATION/ASM)