Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2025

DEMENSIA LEWY BODIES

Gambar
1) PATOFISIOLOGI: protein  alfa-sinuklein (sinukleopati) teragregasi dalam Lewy body (berbentuk massa dalam sitoplasma yang mendesak komponen lainnya) 2) MANIFESTASI KLINIS: Stadium awal: halusinasi visual yang realistis dan terperinci (misalnya gambar anak/hewan) (80%); gangguan tidur (REM-BD, RLS, insomnia/hipersomnia); freezing; otonom (inkontinensia, hipotensi ortostatik, disfungsi seksual).   DLB harusnya fluktuatif, tidak progresif.  Stadium kedua: Parkinsonism , sulit bicara, gangguan menelan, paranoid, delusi, gangguan kognitif (atensi, eksekutif) yang fluktuatif Stadium lanjut: rigiditas ekstrem, ADL terganggu, kematian akibat pneumonia Demensia mendahului atau bersamaan dengan Parkinsonisme! Perbedaan Lewy body demensia dan Parkinson disease dementia, pada DLB: lebih berat/sering: gangguan atensi instabilitas postural langkah lebih lambat halusinasi hipotensi ortostatik demensia 1 tahun lebih dulu dibanding parkinsonisme gangguan kognitif frontal/temporal pen...

TRANSIENT GLOBAL AMNESIA

1) DEFINISI:   amnesia anterograde mendadak dengan periode sementara amnesia retrograde, dan biasanya bertahan 1-24 jam tanpa sekuele setelahnya. 2) ETIOLOGI: unknown, tetapi teori yang paling banyak didukung adalah teori cortical spreading depression menyerupai migraine 3) EPIDEMIOLOGI: 3,4-10,4 kejadian per 100.000 orang per tahun, pada populasi 50 tahun ke atas meningkat menjadi 23,5-32. Faktor risiko: penyakit jantung iskemik dan hiperlipidemia 4) PATOFISIOLOGI: stres metabolik dapat mempengaruhi lobus temporal mediobasal, termasuk hipokampus yang sensitif terhadap glutamat. 5) DIAGNOSIS: berdasarkan klinis saja mendadak selama beberapa jam (1-24 jam) amnesia anterograde prominen (dan retrograde), lupa kejadian baru-baru ini ( recent ) sering mengulang-ulang pertanyaan riwayat aktivitas berat /koitus/stres berat tanpa gangguan kesadaran tahu identitas, tidak ada defisit neurologis EKSKLUSI bila: gangguan metabolik, toksik, trauma, epilepsi, gangguan kesadaran, defisit neur...

PROGRESSIVE MYOCLONUS EPILEPSY

Gambar
PME adalah  kelainan neurodegeneratif bawaan yang heterogen secara klinis dan genetik yang ditandai dengan mioklonus , epilepsi , dan kemunduran neurologis progresif dengan derajat yang bervariasi. - EPM1 ( Penyakit Unverricht-Lundborg) ditandai dengan timbulnya penyakit pada usia 6–16 tahun , mioklonus yang diaktifkan oleh tindakan dan peka terhadap rangsangan  ( stimulus-sensitive   action-activated myoclonus ) , epilepsi , dan ataksia . Bisa disertai dengan gangguan kognitif ringan yang tidak terlalu prominen dibandingkan gangguan motor. EEG: spontaneous spike-wave discharges, photosensitivity, polyspike saat tidur REM, background slowing MRI: biasanya normal. Pada tahap lanjut dapat muncul atrofi. -  Neuronal ceroid lipofuscinoses ( NCL)  adalah sekelompok gangguan yang ditandai dengan penumpukan bahan penyimpanan autofluoresensi pada neuron dan banyak jenis sel lainnya. Ciri klinisnya adalah  kejang epileptik , penurunan progresif psikomotor , ganggu...

STATIN PADA STROKE

Statin memiliki efek pleiotropik yang mungkin bermanfaat pada stroke iskemik , tetapi mungkin efek pleiotropik ini dapat menyebabkan peningkatan risiko ICH (terutama dengan riwayat stroke ICH sebelumnya), dengan uji klinis paling terkenal tentang ini adalah SPARCL trial (2006). Kolesterol rendah dapat terkait dengan peningkatan risiko ICH, tetapi hal ini dirancukan oleh faktor risiko lain yang muncul pada kelompok dengan kolesterol rendah, misalnya konsumsi alkohol, penyakit liver, dan hipertensi. Selain menurunkan kolesterol, statin memiliki efek pleiotropik sebagai HMG-KoA reduktase inhibitor: - meningkatkan NO => vasodilator  - menghambat aktivitas platelet - berinteraksi dengan kaskade koagulasi, misalnya dengan upregulasi PAI-1 (plasminogen activator inhibitor-1)  yang mungkin saja dapat meningkatkan risiko perdarahan secara moderat.  Pada SPARCL trial,  high-intensity statin  (atorvastatin 80 mg) menunjukkan peningkatan risiko ICH seiring dengan me...

TRANSFORMASI HEMORAGIK / PERDARAHAN SETELAH TERAPI REPERFUSI

Gambar
Sumber  : sebenernya sumber ini membahas klasifikasi baru transformasi hemoragik tapi dia membahas juga tentang HI dan PH Ada dua jenis hemoragik setelah terapi reperfusi,  hemorrhagic infarction (HI) dan  parenchymatous hematoma (PH) : - HI adalah kondisi patologis di mana hemorage petekial atau konfluen mengisi bagian area dari infark iskemik; area dengan hiperdensitas yang hampir tidak terlihat dengan batas yang tidak jelas dan gambaran seperti berbintik (?) atau area multipel hemorage yang koalesen (menyatu) - PH adalah gumpalan darah solid dengan efek massa yang memindahkan (? herniasi?) dan menghancurkan jaringan otak European Cooperative Acute Stroke Study (ECASS) membagi HI dan PH menjadi: - HI 1 (gambar A): small petechiae along the margins of the infarct - HI 2 (gambar B): more confluent petechiae within the infarcted area, but without space-occupying effect - PH 1 (gambar C): a clot not exceeding 30% of the infarcted area with some mild space-occupying effec...