PROGRESSIVE MYOCLONUS EPILEPSY
PME adalah kelainan neurodegeneratif bawaan yang heterogen secara klinis dan genetik yang ditandai dengan mioklonus, epilepsi, dan kemunduran neurologis progresif dengan derajat yang bervariasi.
- EPM1 (Penyakit Unverricht-Lundborg) ditandai dengan timbulnya penyakit pada usia 6–16 tahun, mioklonus yang diaktifkan oleh tindakan dan peka terhadap rangsangan (stimulus-sensitive action-activated myoclonus), epilepsi, dan ataksia. Bisa disertai dengan gangguan kognitif ringan yang tidak terlalu prominen dibandingkan gangguan motor.
EEG: spontaneous spike-wave discharges, photosensitivity, polyspike saat tidur REM, background slowing
MRI: biasanya normal. Pada tahap lanjut dapat muncul atrofi.
- Neuronal ceroid lipofuscinoses (NCL) adalah sekelompok gangguan yang ditandai dengan penumpukan bahan penyimpanan autofluoresensi pada neuron dan banyak jenis sel lainnya. Ciri klinisnya adalah kejang epileptik, penurunan progresif psikomotor, gangguan visual, dan kematian yang dini. Gennya CLN1-3, CLN 4-8, CLN10.
- Penyakit Lafora adalah epilepsi mioklonik progresif resesif autosomal yang parah yang terutama menyerang remaja yang sebelumnya sehat. Klinisnya: myoclonus, occipital seizures, and rapid cognitive decline. Kematian biasanya terjadi pada 10 tahun setelah onset. Secara patologis, gangguan ini disebabkan oleh badan Lafora (endapan poliglukosa di otak, hati, otot, dan kelenjar keringat). Gennya EPM2A dan EPM2B.
- Sialidosis disebabkan oleh mutasi gen NEU1. Ini merupakan kelainan penyimpanan lisosom resesif autosomal yang disebabkan oleh defisiensi neuraminidase (sialidase) terisolasi yang menyebabkan cacat pada degradasi glikoprotein dan akumulasi oligosakarida dan glikolpeptida yang mengandung asam sialik. Penyakit ini pertama kali dilaporkan sebagai ‘cherry-red spot myoclonus syndrome’ karena aspek khas pada fundus okuli, yang diakibatkan oleh penyimpanan zat dalam sel ganglion perifoveal.
Ada type I dan II. Yang karakteristiknya tipikal PME dan lebih ringan adalah type I. Type II dapat menunjukkan ciri-ciri dismorfik (wajah kasar, badan pendek, barrel chest, kelainan tulang belakang, dan displasia skeletal) dan terkadang dikaitkan dengan hepatomegali, kekeruhan kornea, dan gangguan pendengaran.
Dari kuliah Prof. KS Lim (Malaysia):
Progressive Myoclonus Ataxia/Syndrome/Epilepsy :
- ataxia yang parah/subtle, tapi dengan myoclonic seizure yang hari demi hari memburuk
- mitochondrial disease
- workup: cek laktat dan biopsi otot, baru genetic testing
- terapi ASMnya: LTG, VPA, LEV.
- terapi mitochondrial disease: coenzym q10, arginin/carnithine.

Komentar
Posting Komentar