Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2022

BILSKY SCORE

Gambar
Disebut juga dengan Epidural Spinal Cord Compression Score (ESCC). Fungsinya untuk menentukan seberapa jauh metastasis ke korpus vertebra menyempitkan kanalis spinalis, dan apakah terdapat kompresi myelum. Sering digunakan bersama SINS . Interpretasi dan tindak lanjut: in the absence of mechanical instability, grades 0, 1a, and 1b are considered for radiation as initial treatment the role of surgery and radiosurgery in patients with grade 1c epidural is controversial with high-dose hypofractionated radiation as a possible SRS (Spine Radiosurgery) option grades 2 and 3 describe high-grade epidural spinal cord compression and, unless the tumor is highly radiosensitive, require surgical decompression prior to radiation therapy.

MENINGITIS TB

Gambar
0. PATOGENESIS Meningoensefalitis TB tidak harus selalu disertai TB Paru. Jika ada TB Paru, fokus primernya berarti bukan di otak. Masuk otak karena TB suka tempat yang beroksigen tinggi. ME TB sering didapatkan parese N. III, IV, VI karena bakteri berkumpul di basis cranii. Tuberkel melunak, pecah, masuk ruang subarachnoid, bisa percontinuitatum terbentuklah suatu eksudat yang berkumpul di dasar tengkorak. Berkumpulnya eksudat menjadi suatu hidrosefalus. 1. DIAGNOSIS DAN SKORING Gejala muncul selama 2-8 minggu. Keluhan utamanya malaise, demam, dan nyeri kepala, dapat disertai penurunan kesadaran dan kelumpuhan nervus kranialis. Hemiparese kadang-kadang ada. Dari pemeriksaan lab darah, mungkin didapatkan hiponatremia yang disebabkan SIADH. CXR bisa normal. Penegakan diagnosis dengan lumbal pungsi untuk analisis LCS . Sebelum LP: cek GDS dulu, fungsinya untuk membandingkan dengan glukosa LCS. Jika glukosa LCS turun hingga kurang dari 40% GDS, mungkin TB. Kalau lebih turun lagi => ba...

SPINAL INSTABILITY NEOPLASTIC SCORE (SINS)

Gambar
 1. Definisi : skoring yang menentukan instabilitas kolumna vertebra terkait tumor. Jurnal sumbernya ini . 2. Manfaat :  - menentukan rencana mobilisasi - menentukan manajemen operatif untuk pasien dengan penyakit spinal neoplastik. 3. Skoring (kalkulator klik di sini ) dan Interpretasi Keterangan: Mechanical/postural pain: berkurang jika berbaring, memberat jika bergerak atau membebani tulang belakang. Interpretasi: - 0-6 spine stabil - 7-12 indeterminate/possibly impending instability - 13-18 unstable - 7-18 sebaiknya dikonsultasikan bagian bedah

MATI BATANG OTAK

  Kriteria Harvard Untuk Mati Batang Otak ·          Koma yang tidak responsif ·          Apnea ·          Tidak adanya reflek sefalik ·          Tidak adanya reflek spinal ·          Gambaran elektroensefalogram isoelektrik ·          Keadaan yang menetap ³ 24 jam ·          Tidak adanya intoksikasi obat atau hipotermia

Early Mobilization of Mild-Moderate Intracerebral Hemorrhage Patients in a Stroke Center: A Randomized Controlled Trial

 Jurnal tahun 2020. PDF here.

MODIFIED RANKIN SCALE (mRS)

Gambar
 

SISTEM MOTOR OKULAR SUPRANUKLEAR

Gambar
1. SAKADIK Fungsi: untuk menempatkan objek yang ingin dilihat (jika berada di perifer ) tepat di fovea , berganti-ganti secara cepat ( 'jump' instead of 'moving smoothly') Bisa terjadi secara volunter atau involunter (yang involunter adalah fase cepat dari nistagmus vestibuler atau optokinetik). Anatomi-fisiologi: misalnya ada objek yang blur tapi ingin dilihat di lapang pandang perifer sebelah KANAN korteks visual primer menerima informasi tentang lapang pandang perifer mengirim sinyal ke frontal eye field (Brodmann 8) KIRI ( kontralateral ) FEF menstimulasi superior coliculus di mesencephalon  menyilang => meneruskan rangsang ke nukleus abdusen KANAN (kontralateral dengan FEF) => m. rectus lateralis KANAN => mata kanan melirik ke kanan (supaya mata kiri bisa melirik ke kanan juga maka ada jalur yang naik via MLF ke nukleus okulomotor KIRI. see here for conjugate gaze .) untuk menepatkan gerak otot ke objek target adalah tugas serebelum. Pemeriksaan: ...

PEMERIKSAAN MEMORI

1. KLASIFIKASI MEMORI : 'Memori' di sini merujuk pada 'sistem/jalur' dalam otak yang digunakan untuk mengingat memori tersebut. Yang sering digunakan: immediate ( working memory ): kemampuan register, recall, dan memanipulasi informasi dalam short-term memory. recent ( short-term ) remote ( long-term ) Tambahan: memori episodik (biasanya bersifat khusus waktu dan acaranya, misal film yang ditonton minggu lalu atau tema rapat kemarin). 2. PEMERIKSAAN MEMORI working memory : digit span FORWARD : sebutkan tiga angka dengan nada monoton, berjarak 1 detik, dan tidak memiliki pola tertentu, misal 3, 9, 2 minta pasien mengulang 3 angka tersebut jika berhasil, tambah jumlah angkanya menjadi 4, misal 4, 7, 3, 1 minta pasien mengulang begitu seterusnya sampai ada jawaban yang salah BACKWARD : langkahnya hampir sama, tetapi pasien mengulang DENGAN URUTAN TERBALIK (misal 3, 9, 2 => 2, 9, 3) Hasil yang diharapkan (normal): (dikutip langsung dari De Jong, 2012) expected performan...

SINDROMA LOBUS

Berdasarkan Albertstone, 2009. 1. LOBUS FRONTAL (vaskuler: ACM M4 divisi superior) - korteks motorik primer ( Broadmann 4 ) fungsi: eksekusi gerak dari tubuh kontralateral defisit: paralisis spastik - korteks motorik suplementer ( Broadmann 6 sisi medial) fungsi: perencanaan gerak di kontralateral defisit: Sindrom Area Motor Suplementer   akut bisu paresis kontralateral tidak mampu memulai gerakan secara aktif walaupun bisa bergerak normal jika gerakan diinisiasi secara pasif <= apraksia? - korteks premotor (Broadmann 6 sisi lateral) fungsi: merencanakan gerakan kontralateral defisit: apraksia - korteks prefrontal (Broadmann 9-12) fungsi: aspek afektif perilaku motorik, kepribadian, penilaian, prediksi, aspek intelektual dan emosional defisit: sesuai fungsi - Broca's area (Broadmann 44, 45 - girus frontal inferior) fungsi: bahasa EKSPRESIF (cabang eferen ke area fasial korteks motorik untuk artikulasi)  defisit: afasia Broca Notes: Area Broca juga ada di sisi nondomi...

PARESE NERVUS KRANIALIS PENGGERAK BOLA MATA

Gambar
N. III (okulomotor): menyebabkan temuan sebagai berikut - ptosis : paralisis m. levator palpebra, biasanya ditemukan pada gangguan perifer, jarang pada gangguan di nukleus - mata yang sakit posisi netralnya melirik ke bawah (N. IV, m. obliquus superior) dan ke luar (N. VI, m. rektus lateralis) - midriasis : paralisis m. sfingter pupil, refleks pupil dan refleks akomodasi (-) Jika terjadinya pada otot intraokuler SAJA (m. sfingter pupil dan m. siliaris): INTERNAL OFTALMOPLEGIA (GBM-nya tidak masalah, tapi pupilnya paralisis total , tidak ada refleks pupil dan tidak bisa akomodasi sehingga pandangan kabur) <= gx selektif serabut parasimpatis dari N. III. Kebalikannya adalah OFTALMOPLEGIA EKSTERNAL.  Penyebab parese N. III terisolasi paling sering adalah: aneurisma, lesi vaskuler, dan tumor. Perifer atau sentral?  Kalau refleks cahayanya baik → perifer N. IV (troklear) : PARALISIS M. OBLIQUUS SUPERIOR => posisi mata menyimpang ke atas dan ke medial *, paling kel...