SINDROMA LOBUS
Berdasarkan Albertstone, 2009.
1. LOBUS FRONTAL (vaskuler: ACM M4 divisi superior)
- korteks motorik primer (Broadmann 4)
- fungsi: eksekusi gerak dari tubuh kontralateral
- defisit: paralisis spastik
- korteks motorik suplementer (Broadmann 6 sisi medial)
- fungsi: perencanaan gerak di kontralateral
- defisit: Sindrom Area Motor Suplementer
- akut
- bisu
- paresis kontralateral
- tidak mampu memulai gerakan secara aktif walaupun bisa bergerak normal jika gerakan diinisiasi secara pasif <= apraksia?
- korteks premotor (Broadmann 6 sisi lateral)
- fungsi: merencanakan gerakan kontralateral
- defisit: apraksia
- korteks prefrontal (Broadmann 9-12)
- fungsi: aspek afektif perilaku motorik, kepribadian, penilaian, prediksi, aspek intelektual dan emosional
- defisit: sesuai fungsi
- Broca's area (Broadmann 44, 45 - girus frontal inferior)
- fungsi: bahasa EKSPRESIF (cabang eferen ke area fasial korteks motorik untuk artikulasi)
- defisit: afasia Broca
- fungsi: conjugate gaze horizontal
- defisit: gaze palsy tergantung lesi destruktif/iritatif. Destruktif toward lesion, iritatif away from lesion
- fungsi: mengontrol ekst. bawah dan otot perineal (bowel dan bladder, sfingter)
- defisit: sesuai fungsi (terutama inkontinensia)
2. LOBUS PARIETAL
- korteks somatosensorik primer (Broadmann 3, 1, 2)
- fungsi: sensasi diskriminatif (sentuhan, posisi, nyeri, dan suhu)
- defisit: sesuai fungsi
- korteks somatosensorik asosiasi (Broadmann 5, 7)
- fungsi: menghubungkan pengalaman sensori baru dengan yang lama
- defisit: agnosia
- Gerstmann's syndrome (ALFA: Agrafia, Left-right discrimination deficit, Finger agnosia, Akalkulia)
- defisit hemisfer KANAN
- apraksia konstruksional: tidak bisa menggambar objek dua/tiga dimensi karena gangguan mempelajari gerakan
- dressing apraxia
- neglect
- anosognosia: denial dari defisit sisi yang sakit
3. LOBUS OKSIPITAL
- korteks visual primer (Broadmann 17)
- fungsi: lapang pandang kontralateral (misal: lapang pandang kanan kedua mata diatur oleh korteks visual kiri), memproses informasi visual
- defisit: hemianopsia homonim sparing makula (penglihatan sentral) <= karena sebagian diperdarahi ACM) sedangkan lobus oksipital diperdarahi ACP, agnosia visual (tidak dapat menyadari bahwa ada benda terlihat)
- korteks asosiasi visual (Broadmann 18, 19)
- fungsi: menghubungkan pengalaman visual baru dan lama
- defisit: agnosia visual (Brodmann 18: tidak mengenali objek yang terlihat, Brodmann 19: tidak dapat mengenali ciri kompleks objek)
- oksipitotemporal inferior KANAN
- defisit: buta warna
4. LOBUS TEMPORAL
- korteks auditorik primer (Broadmann 41, 42 => girus Heschl)
- fungsi: menerima informasi auditorik bilateral dan tonotopik (sesuai nada)
- defisit: gangguan persepsi arah suara
- korteks asosiasi auditorik (termasuk area Broadmann 22 posterior, Broadmann 41-42)
- fungsi: pemrosesan informasi akustik
- Wernicke's area (regio dorsal lobus temporal superior - permukaan atas lobus temporal, termasuk Broadmann 22 dan area asosiasi auditorik)
- fungsi: RESEPTIF (menerima dan memahami bahasa), proyeksinya melalui fasikulus arkuata ke area Broca
- defisit: afasia Wernicke (sindrom vaskuler: ACM M3, M4 divisi inferior)
[Tambahan dari kunci jawaban MedUtah Neurological Exam Quiz: Memori jangka pendek juga diatur oleh lobus temporal.]
5. SINDROM KORTIKAL HEMISFER KIRI (dominan)
- apraksia ideomotor
- definisi: tidak mampu melakukan gerakan yang sudah pernah dipelajari sebelumnya
- tesnya: minta pasien melakukan gerakan sehari-hari, misal 'gosok gigi anda', maka akan terjadi kesalahan fatal, misal pasien salah memegang sikat gigi atau tidak membuka mulut).
- lokasi lesi: hemisfer kiri/dominan, bisa di mana saja dalam model Gerschwind untuk pembelajaran gerakan:
- perintah diproses di area Wernicke (lobus temporoparietal)
- disampaikan melalui fasikulus arkuata menuju korteks premotor di lobus frontal
- korteks premotor mengaktifkan korteks motoris primer sesuai sisi yang ingin digerakkan. Misal hemisfer dominannya kiri, jika ingin menggerakkan yang kanan maka langsung mengaktifkan korteks motoris primer di kiri. Jika ingin menggerakkan sisi kiri, maka menyeberang dulu ke korpus kalosum, baru ke korteks motorik primer kanan.
- visual agnosia: lesi di
- temporal inferior
- oksipital
- korpus kalosum posterior
- aleksia tanpa agrafia: lesi korpus kalosum (terputusnya input visual dengan area bahasa)
- agnosia warna: lesi di lobus oksipital dan temporal (inferomedial)
6. SINDROM BIHEMISFER
- apraksia ideasional: bisa melakukan gerakan individual, tetapi tidak bisa merangkainya <= bilateral/difus
- sindrom Anton: pasien dengan kebutaan kortikal yang menolak kebutaannya <= lobus oksipital bilateral
Komentar
Posting Komentar