TRIGEMINAL NEURALGIA (TIC DOULOUREUX)
1) DEFINISI: nyeri wajah sesuai persebaran nervus V (trigeminal)
2) MANIFESTASI KLINIS
a) Gejala:
- nyeri wajah tiba-tiba seperti kesetrum/ditusuk-tusuk
- bisa ditunjuk dengan jelas mana yang sakit
- unilateral
- tempat tersering di area maksilla-mandibula (60% sudut mulut ke sudut rahang, 30% gigi atas/taring ke mata/alis), ophthalmic < 5% >< TAC
- DIPICU sentuhan, angin, mengunyah, pergerakan, jadi kadang di daerah yang sakit terlihat tidak terurus (misalnya kumis tidak dicukur)
b) Tanda: diketahui dari pemfis N. V (untuk menyingkirkan diagnosis lain seperti MS atau lesi struktural):
- sensori (sesuai cabang 1: ophthalmic, 2: maksilar, 3: mandibular): Bisa hipestesi/disestesi jika baru serangan ATAU ada multiple sclerosis ATAU lesi struktural.
- motorik: tonus otot temporal dan masseter (dari mengatup rapat, geser-geser rahang)
- refleks kornea
Diagnosis trigeminal neuralgia idiopatik baru tegak jika TIDAK ADA KELAINAN N. V!
3) KRITERIA DIAGNOSIS (ICHD-3)
- Nyeri memiliki SEMUA dari sifat-sifat berikut:
- durasi dari sepersekian detik sampai 2 menit
- severe
- seperti kesetrum, shooting, ditusuk-tusuk, atau tajam
- Dipicu oleh stimulus yang tidak berbahaya di persebaran trigeminal yang terpengaruh
- Tidak dapat dijelaskan oleh diagnosis ICHD-3 lainnya.
4) TATALAKSANA
a) Farmakologi
- karbamazepin 100 mg saat serangan => biasanya kalau beneran TN, maka akan berhasil dan cepat ilang nyerinya, jadi kalo tidak => coba naikkan sampai 1200 mg/hari (:4) jika ditoleransi ATAU pertimbangkan diagnosis lain
- setelah itu lanjut harian 2 x 100 mg (awal) dan dinaikkan 400-800 mg/hari (:2) sampai nyeri terkontrol atau sampai ada efek samping yang tidak dapat ditoleransi.
- diturunkan setelah nyeri terkontrol.
- extended release berguna untuk pasien yang sering serangan malam.
- efek samping karbamazepin: mengantuk, leukopenia, ataxia, penurunan kejernihan mental, rash, SJS, SLE, hepatotoxicity
- obat antikonvulsan lain (fenitoin, valproat, gabapentin)
- jika gagal medikamentosa (sudah 3 obat ditambahkan masih nyeri ATAU ada efek samping yang tidak dapat ditoleransi): PEMBEDAHAN
- microvascular decompression
- percutaneous rhizotomy
- gamma knife radiosurgery
MR WMS 130224
TRIGEMINAL NEURALGIA
Pusat inhibisi pain: paragigantoseluler reticular nucleus, periaqueductal gray matter, peripontine
Terapi nyeri: farmakoterapi → minimal invasive → surgical harus disebutkan target dan adjustmentnya
Neuropatik pain: target turun NRS > 30%
Nosiseptif pain: target turun NRS > 50%
Free pain 3-6 bulan → taper off
2 atau 3 x nya tergantung kenyamanan pasiennya minum berapa kali disesuaikan dengan dose range
Entrapment → demyelinasi → sensitisasi perifer → sampai mengganggu pusat inhibisi sentral
Looping bisa dikaitkan dengan usia dan tensi, lebih tortuous pada usia dan tensi >>>
- 13.1.1 Trigeminal neuralgia
- 13.1.1.1 Classical trigeminal neuralgia: tidak memiliki sebab lain yang jelas selain kompresi neurovaskuler
- 13.1.1.1.1 Classical trigeminal neuralgia, purely paroxysmal: paroksismal rekuren, ada pain-free
- 13.1.1.1.2 Classical trigeminal neuralgia with concomitant continuous pain: paroksismal rekuren, dengan nyeri kontinyu antara serangan
- 13.1.1.2 Secondary trigeminal neuralgia
- 13.1.1.2.1 Trigeminal neuralgia attributed to multiple sclerosis
- 13.1.1.2.2 Trigeminal neuralgia attributed to space-occupying lesion
- 13.1.1.2.3 Trigeminal neuralgia attributed to other cause
- 13.1.1.3 Idiopathic trigeminal neuralgia: tes elektrofisiologi dan MRI-nya normal. Bisa ada kontak antara vaskuler dan N. V, tetapi selama tidak ada perubahan morfologi (atrofi/displacement) maka dianggap normal => idiopatik.
- 13.1.1.3.1 Idiopathic trigeminal neuralgia, purely paroxysmal
- 13.1.1.3.2 Idiopathic trigeminal neuralgia with concomitant continuous pain

Komentar
Posting Komentar