MENIERE'S DISEASE (HIDROPS ENDOLIMPH IDIOPATIK)
1) PATOFISIOLOGI: kemungkinan karena distorsi membran dalam labirin yang memisahkan endolimf dan perilimf. Karena membrannya sensitif dan tekanan meningkat, dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan vertigo. Merupakan proses degeneratif.
2) DIAGNOSIS
a) Manifestasi klinis (fluktuatif)
- Gejala tetrad:
- kehilangan pendengaran fluktuatif
- vertigo episodik
- tinitus
- sensasi penuh di telinga
- Lain-lain
- banyak pada wanita daripada pria
- sering dikaitkan dengan migraine
b) Pem.penunjang: lebih pada fungsi pendengaran (audiometri, BERA, otoskopi, elektrokokleografi)
3) TATALAKSANA
a) Lifestyle change
- menghindari zat pemicu (garam => diet rendah Na < 1-2 g/hari, cokelat, kafein)
- stop merokok
- hindari alkohol, makanan yg terlalu manis atau banyak trigliserida
b) Farmakologi
- akut simtomatis:
- IV/IM diazepam 2-10 mg (atau vestibulosupresan lain, misal meclizine, dimenhidrinate, scopolamin, promethazine) ATAU
- steroid
- IV fluid jika dehidrasi
- antiemetik
- pada serangan akut yang berat dapat dikombinasi dengan flunarizin
- maintenance (bersama dgn perubahan diet):
- diuretik (HCT 25 mg/hari)
- betahistin: satu-satunya antivertigo yang diapprove untuk Meniere disease, walaupun ada bukti di Eropa bahwa tidak efektif. Dosisnya 48 mg/day durasi 3-6 bulan. Betahistin dihidrochloride tabnya ada 24 mg. Tidak boleh kp, lanjut terus. Boleh intermiten kalau sudah rutin selama 3-6 bulan. Pengalaman dr. Ria, Sp.S (K), 2-3 bulan rutin baru membaik.
c) TERAPI BEDAH: jika gagal dengan medikasi selama 3-6 bulan pengobatan. pilihannya
- destruktif (menghancurkan inner ear, kontraindikasi jika bilateral)
- nondestruktif (memperbaiki fungsi inner ear, misalnya dgn dekompresi, seksi nervus vestibularis, labirintektomi, injeksi intratimpani gentamisin atau steroid)
Note: dapat berkembang menjadi PPPD
Komentar
Posting Komentar