Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

IDIOPATHIC HYPERSOMNIA

Pasien memiliki gejala EDS yang tidak ada penyebab maupun gejala penyerta lainnya. 1) WORKUP Semua hypersomnia wajib dicekkan MSLT . Sleep latency < 8 menit = hypersomnia PSG : sleep onset REM => lebih mengarah ke narkolepsi 2) DIAGNOSIS BANDING Narkolepsi Kleine Levin syndrome: hypersomnia berulang, 16-18 jam, bisa mencapai 24 jam, bisa berulang > 1x dalam 1 tahun. Hyperfagia + Hypersexuality + Hypersomnia 3) TATALAKSANA Farmakologis amfetamin metilfenidat dosis awal 5 mg (hati-hati pada pasien kardiovaskuler)  provigil (modafinil) Fluoxetine diberikan malam untuk efek mengantuk (off-label bisa) Nonfarmakologis: t erapi tidur (tidur sebentar di siang hari kalau pasien sudah mengantuk sekali)

POLISOMNOGRAFI

1) INDIKASI (berdasarkan buku Pokdi Sleep 2018) gangguan pernafasan berupa sleep apnea movement disorder diagnosis sulit ditentukan terapi perilaku dan farmakologis gagal memperbaiki keluhan keluhan pasien menyebabkan hal yang mencederai dan membahayakan pasien. ++ hypersomnia (yg nanti diikuti MSLT) ++ parasomnia: misal RBD, sleep walking, sleep talking, sleep paralysis Insomnia BUKAN indikasi PSG, kecuali sekunder. 2) PARAMETER sleep onset sleep efficiency Sleep latency: dari jam tidur menuju gel. tidur pertama yg muncul >< Sleep onset REM (normal 60-90 menit): dari jam tidur menuju tidur REM pertama yg muncul.  Sleep latency normal: 15-30 menit Wake after sleep onset: bangun setelah tidur Fase tidur: Tidur normal yang dominan adalah NREM2 (50%) apneu, ada 2 jenis, obstructive dan central (ini hanya bacaan gambaran PSG) obstructive: klo gerakan resp. effortnya masih ada . airflow turun > 90% (di grafik hampir flat), berlangsung > 10 s >< central: effort tdk ada...

GUT-BRAIN AXIS

 Sumber: Kuliah dr. Badrul, Sp.S (K) Gut brain axis: mikrobioma usus mempengaruhi otak via sistem imun, triptofan, dan SCFas (short chain fatty acid). Mikroba usus menghasilkan metabolit yang mempengaruhi neurotransmiter - fungsi kognitif: hipokampus, amigdala. B ayi yg memiliki mikroba Bacteroides, Prevotella, dan Faecalibacterium lebih cerdas dari yang tidak . Mikroba ini didapatkan pada bayi lahir normal yang diberi ASI. - multipel sklerosis: pada fase aktif, ada peningkatan mikroba tertentu yang proinflamasi (Akkermansia, Ruminococus, Methanobrevibacter). Sebaliknya, bakteri yang sama seperti di poin kognitif juga bersifat antiinflamasi. - Alzheimer: E. Coli memproduksi protein amiloid - migrain: mediator migrain mungkin bersifat antimikroba sehingga dapat menyebabkan disbiosis → proinflamasi - stroke: antibiotik seperti minosiklin mungkin dapat mengurangi keparahan Prebiotik itu zat yang dihasilkan bakteri, sementara probiotik adalah zat yang memicu bakteri ‘baik’, kalau digab...

NEUROMYELITIS OPTICA SPECTRUM DISORDER (NMOSD)

Gambar
1) EPIDEMIOLOGI Onset usia tua, wanita 90%. 2) PATOFISIOLOGI Aquaporin adalah kanal air transmembran, ada 13 tipe (0-12). Di SSP adanya di Ependimal, choroid, perivascular membran. Terletak juga pada kaki Astrosit, sel muller. IgG AQP4 dapat mengaktifkan komplemen begitu masuk peredaran darah. Dapat mengaktivasi imunisasi seluler melalui sel NK. Astrositopati, merusak BBB, makanya IgG AQP4 bisa tembus darah. AQP4 tidak spesifik CSS makanya dia banyak autoimunitas yg menyertai. 3) MANIFESTASI KLINIS Gangguan visus dan mielitis lebih berat dibanding MS , gejala sekuele lebih berat ( Gejala sisa: painful spasm). Gejala neuritis optik yang isolated dapat berkembang menjadi MS atau NMOSD. Kalau klinis bilateral dan berat, maka kemungkinan akan menjadi NMOSD. Kalau unilateral reversibel, biasanya akan menjadi MS. Sindroma postrema (cegukan, muntah2 > 48 jam tanpa causa lain) Hipotalamus (hipersomnia). SIADH. Kasus autoimun (NMOSD) klo udah lama jadi papil atrofi. 4) KRITERIA DIAGNOSIS: Ji...

KRITERIA BLAND UNTUK CARPAL TUNNEL SYNDROME

Gambar
 Kriteria ini adalah kriteria neurofisiologi untuk grading CTS.