CHRONIC INFLAMMATORY DEMYELINATING POLYNEUROPATHY (CIDP)

Ditandai dengan kelemahan motorik progresif atau relaps-remisi yang mengenai otot proksimal dan distal secara simetris atau asimetris, yang disertai defisit sensorik dan hilangnya refleks fisiologis. 

Pada neurofisiologi: gambaran demielinisasi saraf tepi. 

Pada pungsi lumbal: disosiasi sitoalbumin

Pada biopsi saraf: proses inflamasi, demielinisasi, remielinisasi


1) EPIDEMIOLOGI

CIDP mengenai rerata usia 30-50 tahun, sedikit lebih banyak mengenai laki-laki.


2) GAMBARAN KLINIS

Anamnesis:

- kelemahan motorik (> 90% kasus)

- defisit sensorik (64-82%) glove and stocking

- defisit nervus kranialis (10-20%)

- nyeri neuropatik

- progresifitas ≥ 2 bulan atau relaps

- kelemahan otot napas jarang terjadi

- gangguan otonom jarang


Pemeriksaan fisik:

- kelemahan motorik LMN

- defisit sensorik distal

- defisit nervus kranialis

- gait ataksia

- tremor postural ekstremitas atas

- gangguan otonom

- papiledema


3) KRITERIA DIAGNOSIS (menurut EFNS PNS 2010)

a. CIDP TIPIKAL:

Kelemahan dan disfungsi sensorik distal dan proksimal simetris yang bersifat kronik progresif, stepwise atau berulang pada semua ekstremitas yang berkembang dalam waktu minimal 2 bulan, nervus kranial dapat terlibat. Refleks tendon menurun/menghilang

b. CIDP ATIPIKAL:

Tidak memenuhi di atas, atau salah satu dari:

- kelemahan dan defisit sensorik terutama di distal (Distal Acquired Demyelinating Symmetric/DADS)

- kelemahan dan defisit sensorik asimetris (multifocal acquired demyelinating sensory and motor neuropathy/MADSAM/Lewis-Summer Syndrome)

- kelemahan dan defisit sensorik fokal (pleksus brakial, lumbosakral, atau nervus perifer)

- defisit motorik murni

- defisit sensorik murni


EKSKLUD BILA:

- penyakit Lyme, difter, obat, toksin yang menyebabkan neuropati

- herediter

- gangguan sfingter yang menonjol

- multifocal motor neuropathy

- gammopati monoklonal IgM dengan titer tinggi antibodi terhadap myelin associated glycoprotein

- penyebab neuropati demielinisasi, misalnya POEMS, PNP DM, amiloidosis dsb.


KRITERIA ELEKTRODIAGNOSIS

Definite CIDP: satu dari

- prolong DL motorik ≥ 50% batas atas normal (BAN) pada 2 nervus (tidak termasuk CTS)

- penurunan NCV motorik > 30% di bawah batas bawah normal (BBN) pada 2 nervus

- pemanjangan latensi gel. F ≥ 20% di atas BAN pada 2 nervus

- tidak adanya gel. F pada 2 nervus jika nervus itu memiliki amplitudo CMAP ≥ 20% dari BBN dan harus disertai ≥ 1 parameter demielinisasi lainnya pada ≥ 1 nervus

- ≥ 50% penurunan amplitudo CMAP proksimal terhadap distal, jika amplitudo CMAP distal ≥ 20% BBN, pada 2 nervus

- > 30% peningkatan durasi antara CMAP proksimal dan distal

- durasi CMAP distal meningkat pada ≥ 1 nervus (medianus > 6,6 ms, ulnaris ≥ 6,7 ms, peroneal ≥ 7,6 ms, tibialis ≥ 8,8 ms) + ≥ 1 parameter demielinisasi lainnya pada ≥ 1 nervus lain


Probable CIDP:

- penurunan amplitudo CMAP proksimal terhadap distal ≥ 30%, kecuali pada nervus tibialis posterior


Possible CIDP: 

- sesuai poin definite tetapi hanya ditemukan pada 1 nervus


KRITERIA SUPORTIF CIDP:

- peningkatan protein cairan serebrospinal (CSS) dengan hitung leukosit < 10/mm3

- MRI menunjukkan penyangatan gadolinium dan/atau hipertrofi kauda equina, radiks servikal atau lumbosakral, atau pleksus brakial atau lumbosakral

- elektrofisiologi sensorik abnormal minimal pada 1 nervus


KATEGORI DIAGNOSIS:

Definite: 

- kriteria klinis a atau b + kriteria elektrodiagnosis definite

- probable CIDP + minimal 1 kriteria suportif

- possible CIDP + minimal 2 kriteria suportif

Probable:

- kriteria klinis a atau b + kriteria elektrodiagnosis probable

- possible CIDP + minimal 1 kriteria suportif

Possible:

- kriteria klinis a atau b + kriteria elektrodiagnosis possible


TATALAKSANA

- imunoterapi 

induksi: IVIg jika butuh perbaikan cepat, tapi potensinya sama dengan plasmaferesis dan kortikosteroid

pemeliharaan: kalo induksi efektif → lanjut sampai ga bisa membaik lagi → turunkan bertahap sampai dosis minimal yang efektif

kalo tidak berespon atau ada efek samping → coba lini pertama lain → tambahkan imunosupresan/imunomodulator

3-6 bulan tidak berespon → evaluasi diagnosis


Pilihan:

- kortikosteroid (butuh 12 minggu hingga terlihat responnya)

MP IV 2-5 gram dalam 2-5 hari, lanjut dosis ulangan total 1-2 g/bulan selama 2-3 bulan → perbaikan → lanjut 250-1000 mg/hari tiap 4-6 minggu selama 6-12 bulan (pulse)

dexa 40 mg/hari IV/oral selama 4 hari setiap bulan selama 6 bulan

prednisolon oral 60 mg/hari selama 6 minggu → tapering down perlahan dalam 6-8 bulan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENINGITIS TB

TERAPI EPILEPSI (ANTI SEIZURE MEDICATION/ASM)