NYERI NEUROPATI DIABETIK (PAINFUL DIABETIC NEUROPATHY)

 Berdasarkan Konsensus Penatalaksanaan Nyeri Perdossi 2019. 


1. PATOFISIOLOGI: ada dua mekanisme nyeri pada neuropati diabetik, yaitu:

  • Perifer:
    • aktivitas ektopik
    • sensitisasi nosiseptor
    • interaksi abnormal antar serabut saraf
    • sensitivitas terhadap katekolamin
  • Sentral:
    • sensitisasi sentral
    • reorganisasi sentral
    • hilangnya kontrol inhibisi


2. ANAMNESIS:

  • Sensorik: 
    • nyeri seperti terbakar, tertusuk, tersetrum (dan nyeri-nyeri aneh lainnya), alodynia (contoh: tidak mau pakai selimut karena sakit kalo kena kain), hiperalgesia, disestesia
    • nyeri memberat malam hari => gangguan tidur, cemas, depresi => menurunnya QoL
    • baal
    • hilang keseimbangan (mata tertutup)
    • astereognosis
    • borok tidak nyeri
  • Motorik:
    • gangguan kordinasi: sering tersandung, kedua kaki bertabrakan
    • parese distal/proksimal: sulit naik tangga, sulit bangkit dari kursi/lantai, terjatuh
    • gerakan halus tangan terganggu: sulit putar kunci, buka toples
    • ibu jari tertekuk
  • Otonom:
    • gangguan berkeringat
    • sensasi melayang pada posisi tegak
    • sinkope saat BAB/batuk/kegiatan fisik
    • disfungsi ereksi, sulit orgasme
    • inkontinensia
    • anyang-anyangan (polakisuri)


3. ALAT UKUR

  • Leeds Assessment of Neuropathic Symptom and Sign (LANSS): alat ukur pertama yang teruji untuk membedakan nyeri nosiseptif dan neuropatik. LANSS 12 atau lebih => neuropatik
  • Neuropathic Pain Diagnostic Questionaire (DN4): 4 atau lebih => neuropatik


4. PEMERIKSAAN PENUNJANG: 

  • EMG
  • Quantitative Sensory Testing (QST): pakai monofilamen (filamen Von Frey), menilai ambang stimulus yang dipersepsi
  • Lab: kadar gula darah, tes toleransi glukosa, HbA1c


5. KRITERIA DIAGNOSTIK

  • Terdapat minimal 1 kelainan (gejala, tanda, QST, otonom) atau 2 abnormalitas pada NCV
  • DN4 4 atau lebih
  • LANSS 12 atau lebih


6. TERAPI:

  • Kendali gula darah, HbA1c target <6-7%
  • Simtomatik:
    • antikonvulsan: PGB (150-600 mg/hari), GBP, CBZ, OXC
    • analgesik: NSAID, tramadol (+- PCT)
    • antidepresan: amitriptilin, imipramin, duloksetin
    • antiaritmia: meksiletin
    • topikal: kapsaisin
  • Nonfarmakologi
    • perawatan harian kaki: sepatu jangan sempit, terapi infeksi lokal
    • penurunan BB 
    • nyeri kaki: rendam kaki dalam air panas-dingin bergantian selama 10 menit
    • terapi alternatif (masih inkonklusif): akupunktur, infrared, laser, TENS
  • Invasif non bedah: blok saraf lokal
  • Bedah: jika sudah amputasi pada gangren


7. PROGNOSIS: sulit diobati 


8. INDIKATOR MEDIS KEBERHASILAN: gejala sensorik berkurang > 40%, tidak ada komplikasi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENINGITIS TB

TERAPI EPILEPSI (ANTI SEIZURE MEDICATION/ASM)