DASAR PEMERIKSAAN ELEKTROMIOGRAFI (EMG)
Amplitudo CMAP: Stim di dua tempat untuk mengetahui lokasi blok konduksinya.
Kalau bloknya di antara elektroda aktif dan stim distal, gelombang dari stim distal dan proksimal sama-sama kecil. Kalau bloknya di antara lokasi stim distal dan proksimal, gelombang stim distal normal, proksimal kecil. Kalau bloknya di lebih proksimal dari stim proksimal, gelombang stim distal dan proksimal sama-sama normal. Bayangkan aja kabel disetrum, kalo kabelnya (saraf) putus maka ga akan bisa menyalurkan stimulasi ke avometernya (elektroda).
Pemeriksaan SNAP ada dua jenis:
Antidromik (yang sering dikerjakan): stim di proksimal, elektroda di distal >< Ortodromik
F-wave: stim supramaksimal 10x, jalurnya dari stimulator => traktus motorik => kornu dorsalis => balik ke elektroda perekam. Gunanya untuk menilai lesi proksimal. Motorik murni. Yang harus dilihat pada F-wave:
- latensi minimal dan maksimal
- persistensi: berapa yang balik, normalnya 80-100% (8-10)
- kronodispersi: perbedaan latensi F tercepat dan terlambat, normalnya (ekst. atas) 4 ms, (ekst. bawah) 6 ms
H-refleks: sama-sama untuk menilai lesi proksimal, tapi jalurnya serabut sensoris => kornu posterior => kornu anterior => serabut motoris => otot. Biasanya dikerjakan hanya di gastroc-soleus dengan stim di n. tibialis di fossa poplitea. Tidak semua otot bisa diperiksa ini.
Perbedaannya di tabel ini:
- otot harus rileks, lalu jarum ditusukkan dengan cepat ke otot
- waktu istirahat
- tidak ada aktivitas listrik (normal) atau
- ada positive sharp wave/PSW atau fibrilasi (abnormal)
- aktivitas insersional (menggerakkan eletroda jarum)
- akan muncul letupan aktivitas listrik yang berhenti jika jarum dihentikan (normal), atau
- ada peningkatan/penurunan letupan listrik, fibrilasi, fasikulasi, atau gelombang bizarre (abnormal)
- kontraksi minimal
- akan muncul gelombang bi/trifasik (normal) atau
- polifasik (abnormal)
- kontraksi maksimal (dengan memberikan tahanan)
- baseline hilang dan muncul complete interference pattern (normal) atau
- polifasik, giant potential, incomplete interference pattern (abnormal)
Apa beda lesi aksonal dan demyelinating?
Komentar
Posting Komentar