EEG NORMAL

[THIS DRAFT IS INCOMPLETE!]

A. BANGUN

1. Posterior dominant rhythm (gelombang alfa). Akan muncul di Tx-Ox (temporooksipital). Frekuensi gelombang alfa adalah 8-12 Hz (pada dewasa) dan reaktif terhadap buka-tutup mata (kalau tutup mata akan beramplitudo lebih besar/lebih tampak)


Pada pasien normal bangun, akan didapatkan anterior-posterior gradient, dengan gelombang di sandapan anterior bervoltase/amplitudo lebih rendah dengan frekuensi lebih tinggi, sedangkan gelombang di posterior sebaliknya. Gelombang-gelombang ini juga harus simetris pada orang normal.

Varian: 
- Sharp contour background: alfa yang tajam-tajam.

2. Stimulasi fotik
Diberikan dengan menyalakan lampu yang berkedip-kedip setiap sekian Hz untuk melihat apakah stimulasi tersebut dapat merangsang munculnya gelombang abnormal/epileptiform. Photic driving adalah jika ritme EEG posteriornya sama dengan frekuensi kedipan lampunya. Bisa juga merupakan kelipatan dari Hz lampunya. Misal, stimulasi fotik diberikan dengan frekuensi 6 Hz, maka jika gelombangnya juga 6 Hz atau 12 Hz yang reguler ('harmonic'), maka didapatkan photic driving pada stimulasi fotik 6 Hz. Jika setengahnya dari Hz lampu, disebut 'subharmonic'. Amplitudo tinggi tidak masalah.

Mengapa photic driving adanya di posterior? Karena korteks visual ada di sana.

Photic driving tidak selalu ada pada orang normal. Ada pun, selama simetris maka normal.

Frekuensi cahaya > 20Hz jarang menyebabkan kejang.

TIDUR
1. Stadium 1

Gelombang Vertex: bisa berupa sharp wave di Fz-Cz yang menyebar

tbc.

NORMAL VARIANTS:

- Phase reversal dengan spike yang tidak konsisten (kadang kanan kadang kiri): Small Sharp Spike 


- SREDA (subclinical rhythmic electrographic discharge of adult): gel, lambat benign frek. 5-7 Hz dengan distribusi temporal, tidak ada evolusi. Sering muncul pada orang tua (> 50 th) dan terjadi sepanjang perekaman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENINGITIS TB

TERAPI EPILEPSI (ANTI SEIZURE MEDICATION/ASM)