INTRACRANIAL ATHEROSCLEROTIC DISEASE (ICAD)

 Aterosklerosis arteri besar menyusun 20% kasus iskemik stroke dengan 50%-nya intrakranial => gampang rekuren walaupun mendapatkan terapi medis.


1. EPIDEMIOLOGI

Stenosis intrakranial menyusun hampir 50% stroke iskemik di Asia. 

Penyakit ini lebih prevalen di Afrika-Amerika, Hispanik, dan Asia dibanding orang kulit putih.


2. DIAGNOSIS

Modalitas untuk mendiagnosis ICAD termasuk CTA, MRA, TCD, atau angiografi konvensional. CTA memiliki sensitivitas >95% dalam mendiagnosis ICAD dan superior dibandingkan MRA. Angiografi konvensional merupakan modalitas standar baku, tetapi merupakan prosedur invasif dengan hampir 1:1000 risiko komplikasi neurologis, sehingga tidak disarankan dilakukan secara rutin.

Pada ICAD, penebalan arteri yang eksentrik dan penyangatan fibrous cap mungkin cenderung mengarah ke aterosklerosis dibanding trombus atau vaskulitis.


3. MEKANISME STROKE PADA ICAD

Mengapa muncul gejala? Ruptur plak aterosklerotik intracranial/ hemorrhage intraplak/formasi trombus => trombus mengemboli, oklusi cabang perforata, atau penyempitan lumen dan gangguan perfusi.

Mekanisme yang terjadi: gangguan perfusi distal, embolisasi dari arteri ke arteri, perforator disease (debris aterosklerotik berpindah/terdorong stent atau melalui prosedur angioplasti)

Gambaran imaging dapat menentukan mekanisme apa yang terlibat:

- infark watershed (infark yang terjadi di perbatasan teritori vaskuler di mana jaringan paling jauh dari suplai arterial dan menjadi rawan kurang perfusi) => mekanisme kurang perfusi

- infark kortikal multipel => embolisasi

- infark tunggal dan dalam => perforator disease


4. PENGOBATAN SAAT INI

Terapi antitrombotik: 

- warfarin vs aspirin (WASID trial): tidak ada perbedaan rekurensi stroke atau kematian dalam 2 tahun, tetapi aspirin lebih aman dengan tingkat kematian dan perdarahan mayor lebih rendah.

- aspirin-CPG vs aspirin (CHANCE dan POINT trial): aspirin-CPG lebih rendah tingkat kekambuhannya pada stroke minor dan TIA dibanding aspirin 

- ticagrelor vs aspirin (SOCRATES): ticagrelor lebih bermanfaat dari aspirin pada pasien dengan subtipe large artery atherosclerotic stroke

Terapi statin

Modifikasi faktor risiko: TD, DM, perubahan gaya hidup seperti diet, penurunan BB, dan aktivitas fisik

Stenting

- SAMMPRIS trial (wingspan stent + aggresive medical treatment vs aggresive medical treatment only pada ICAD simtomatik untuk mencegah kekambuhan stroke): lebih bagus aggresive medical treatment only


5. STRATEGI TERAPI POTENSIAL


Sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENINGITIS TB

TERAPI EPILEPSI (ANTI SEIZURE MEDICATION/ASM)