TETANUS
1) DEFINISI (& ETIOLOGI): penyakit pada saraf disebabkan tetanolysin dan tetanospasmin dari Clostridium tetani (Gram positif anaerob).
2) PATOFISIOLOGI: menghambat neurotransmiter GABA dan glisin sehingga tidak terjadi hambatan aktivitas refleks otot => spasmik.
3) DIAGNOSIS:
a) Manifestasi klinis:
TRIAS
- trismus. Ada banyak gradingnya, tapi biasanya 1-3 (mild-severe) dengan ukuran pembukaan mulut sebagai berikut
- lockjaw (= risus sardonicus: rictus grin, grinning krn spasme)
- opistothonus: kaku dada dan perut
- biasanya ada luka kotor
b) KLASIFIKASI ALBLEET: yang paling menentukan grading Ablett adalah trismusnya
- grade 1: trismus ringan ( >3 cm), spasme ringan, tdk ada penyulit respi
- grade 2: trismus sedang (< 3 cm), spasme sedang, takipneu ringan
- grade 3: trismus berat (< 1 cm), spasme seluruh tubuh, takipneu, takikardi
- grade 4: grade 3 + autonomic storm => PROGNOSIS JELEK, 100% MENINGGAL!
4) MANAJEMEN
a) A (amankan jalan napas), B (oksigen => intubasi bila perlu), C (pasang infus)
jika datang dalam keadaan kejang: berikan diazepam bolus IV 0,5 mg/kg selama 5 menit => jika tidak bereaksi diberikan 10 mg bolus lambat
Kemudian, diberikan maintenance antispasme Diazepam 50-100 mg dlm 500 cc dextrose kecepatan 10-15 mg/jam ditap-off sesuai klinis sampai oral. Tidak masalah jika punya gangguan ginjal, jika overload karena drip diazepam, berikan furosemid.
Dosis diazepam berdasarkan derajat spasme:
- spasme ringan: 3 x 5-20 mg po kp
- spasme sedang 5-10 mg iv kp, tidak lebih dari dosis 80-120 mg/24 jam
- spasme berat: 50-100 mg dalam 500 cc D5 (atau NS) kecepatan 10-15 mg/jam dalam 24 jam.
- beta bloker: pilihan
- labetolol IV 0,25-1 mg/menit atau 50-100 mg/6 jam
- clonidin 0,2-0,4 mg/hari
propanolol: dosis rendah dilaporkan menyebabkan henti jantung dan edema pulmonal- MgSO4: 4 g bolus lanjut 2-3 g/jam. [Mg] darah dipertahankan 4-8mEq/L
- Morfin: dosis sampai 140 mg/hari
- Obat anestesi: penghambat neuromuskular (vecuronium, pancuronium pilihan utama), propofol untuk mencegah spasme saat intubasi
b) rawat luka. ATS injeksi infitrasi sekitar luka
c) TT diberikan jika booster/imunisasi terakhir 10 tahun yang lalu/jika tidak diketahui riwayat. TT: 0,5 mg mL
d) TIg diberikan bersamaan dengan TT tapi di sisi berbeda. TIg bisa pake:
- ATS 50.000 U IM dilanjutkan 50.000 U IV infus lambat (1 ampul = 1500 IU, 1 mL), AWAS ALERGI!!! Pemberian dapat menggunakan metode Bedreska jika khawatir alergi dan tidak ada HTIg. Caranya: 0,1 cc serum + 0, 9 cc akuades/NS SC => tunggu 30 menit. Jika tidak ada reaksi, berikan lagi 0,5 cc serum + 0,5 cc akuades/NS SC => tunggu 30 menit. Jika tidak ada reaksi, berikan sisa serum secara IM
- tetagam 3000-5000 IU boka boki (1 spuit = 250 IU)
e) Antibiotik:
- penisilin prokain 1,2 jt U x 4 selama 10 hari ATAU
- jika alergi penisilin: tetrasiklin 4 x 500 mg selama 10 hari ATAU
- eritromisin 4 x 500 mg selama 10 hari ATAU
- metronidazol loading dose 15mg/kg/jam (50 kg = 1,5 infus bottle) => selanjutnya 7,5 mg/kg x 4 selama 10-14 hari (dr. Badrul, Sp.S (K): ini lebih dipilih karena Penicillin procain dapat mencetuskan spasme)
5) PROFILAKSIS
Diberikan pada orang yang memiliki LUKA RENTAN TETANUS, kriterianya salah satu/beberapa dari:
- umur luka > 6-8 hari
- kedalaman > 1 cm
- terkontaminasi, terinfeksi purulen, denervasi, iskemik
- bentuk stelat, avulsi, hancur
Komentar
Posting Komentar