RABIES

1) DEFINISI: infeksi virus RNA Rhabdoviridae yg menjalar ke otak melalui saraf perifer. Virus ini merupakan virus zoonosis dengan vektor (anjing, kucing, kera, kelelawar)


2) PERJALANAN PENYAKIT:

Penularan: retrograde, mostly fast axonal transport. Air liur binatang sakit → masuk via gigitan ke otot, ke NMJ (nicotinic ACh-R)

Masuk melalui gigitan hewan yg terinfeksi (bisa sedikit lewat transplantasi atau aerosol) => Masa inkubasi 1-3 bulan => Klinis. 

Stadium: 

  • 1: prodromal 
  • 2: sensoris: nyeri panas kesemutan di tempat bekas luka dan hipersensitif terhadap rangsang 
  • 3: eksitasi: tonus otot >>, aktivitas simpatis >>, hiperhidrosis-salivasi-lakrimasi dan pupil dilatasi, fobia (hidrofobia), kontraksi faring dan napas karena rangsang, apneu, kejang, takikardia, psikosis 
  • 4: paralisis
Ada juga yang membagi menjadi: fase ensefalitik (gelisah, agresif, peka rangsang) dan paralitik (kemudian menjadi GBS-like plegia spastic)

PATOGNOMONIS di stadium 3: yang merah bold kesadaran fluktuatif, aerofobia.


x) WORKUP: fluorescence antibody test


3) TATALAKSANA: isolasi, rawat luka, suportif utk gagal napas


4) PROGNOSIS BURUK! Sebagian besar pasien meninggal pada stadium 3. 


5) PENCEGAHAN:
Jika ada RIWAYAT TERGIGIT hewan yang 
  • positif rabies 
  • tersangka: hewan berubah sifat 
  • mati 10 hari setelah menggigit (bukan dibunuh) jadi perlu evaluasi apakah hewan yang menggigit itu mati atau tidak
  • tidak dapat diobservasi setelah menggigit
Lakukan post exposure prophylaxis (PEP): cuci luka, VAR, SAR

  • SAR: diberikan bersama VAR H0
    • jika serum kuda: skin test => 40 IU/kgBB infiltrasi sebanyak-banyaknya pada luka, lalu sisanya di IM. 
    • jika serum homolog => 20 IU/kgBB 
  • VAR: 0,5 mL IM deltoid atau paha anterolateral, pada hari <lihat di bawah> setelah digigit
    • 0,3,7, di antara hari 14-28 (WHO)
    • 0,7,21 (Depkes RI). Namanya metode Zagreb, 4 dosis 0,5 ml deltoid: H0 2 dosis (kanan-kiri), H7, H21

Jika sudah pernah divaksin selama 5 tahun terakhir, maka vaksin hanya diberikan hari 0 dan 3, kecuali pada kasus gigitan berat (lengkap).

Menurut WHO, ada klasifikasi exposure dengan prosedur post exposure prophylaxis berbeda

  • Kategori I: menyentuh atau memberi makan binatang, jilatan pada kulit intak => tidak ada paparan. PEP: tidak perlu
  • Kategori II: gigitan kecil (nibbling) pada kulit yang terbuka, cakaran kecil/abrasi tanpa berdarah => paparan. PEP: VAR seperti di atas jika 1 lokasi suntik (Pilihan lain adalah 2 lokasi suntik intradermal). Tidak perlu SAR
  • Kategory III: gigitan/cakaran transdermal, kontaminasi membran mukosa, kulit tidak intak terkena liur hewan, kontak langsung dengan kelelawar => paparan berat. PEP = kategori II tapi perlu SAR
Lengkapnya ada dalam position paper ini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENINGITIS TB

TERAPI EPILEPSI (ANTI SEIZURE MEDICATION/ASM)