POST TRAUMATIC HEADACHE (PTH)

0) PENDAHULUAN

Jenis headache:

a) primary: migraine, TTH, TAC
b) SECONDARY (termasuk post traumatic): tidak ada karakter khusus, tetapi ada penyebab jelas yang mendahuluinya
c) painful neuropathy and facial pain
d) appendix (lain-lain)

Untuk menentukan etiologi headache harus melihat FENOTIP dan KRONOLOGI.

Eksplorasi RED FLAGS secondary headache dengan SNOOP (karena kalau ada ini berarti mungkin butuh imaging).


1) DEFINISI: POST TRAUMATIC HEADACHE adalah sakit kepala dan/atau leher yang persisten 7 HARI SETELAH TRAUMA/setelah kesadaran membaik. 

2) FAKTOR RISIKO:
a) nyeri kepala sebelum injury
b) age < 60 tahun
c) wanita
d) injuri lebih ringan

[Kriteria mod/severe injury:
- loss of consciousness > 30 menit
- GCS < 13
- post traumatic amnesia > 24 jam
- alteration of awareness dalam 24 jam
- bukti gangguan struktur pada imaging]

e) komorbid psikiatri
f) gangguan disregulasi emosi
h) blast injury
i) politrauma
j) gangguan kesadaran pada trauma di militer

3) Jenis-jenis:
a) migraine type (paling sering): karena radang meninges dan cerebrovascular, aktivitas trigeminocervical, modulasi nyeri terganggu 
b) TTH type: karena modulasi nyeri sentral terganggu sehingga tidak ada supresi nyeri
c) cervicogenic type: kerusakan otot paraspinal/spinenya sendiri, gangguan greater occipital nerve
d) neuropathic type: kerusakan saraf menyebabkan gangguan nyeri sentral

4) Diagnosis
a) Anamnesis dan pemeriksaan fisik yang penting: 
  • Onset (JIKA LEBIH DARI 3 BULAN >> PERSISTENT PTH)
  • fenotip nyeri kepala
  • cek ROM leher, trigger point
  • status mental
  • optik
  • koordinasi dan keseimbangan
  • cari RED FLAGS: dizzy, fatigue, gangguan konsentrasi, perlambatan psikomotor, (psikiatri) anxiety, mood, behavioral change
b) Penunjang: 
  • jika ada red flag mungkin butuh imaging (CT scan/MRI)
  • tidak disarankan EEG
5) TATALAKSANA 
BERDASARKAN FENOTIP PTH yang paling mengganggu (abortif dipakai 3 hari saja supaya tidak medication overuse):
a) TTH: aktivitas fisik, NSAID, PCT, kafein
b) cervicogenic: aktivitas fisik, NSAID, injeksi trigger point
c) migraine: 
  • NSAID, acetaminophen (mild-mod)
  • triptan, ergot nasal spray (severe)
  • antiemetic 
  • preventif: TCA, OAE, beta bloker
d) neuropathic: PCT, NSAID, OAE, TCA

TRAMADOL DAN BENZO TIDAK DIREKOMENDASIKAN. Benzodiazepine dapat menurunkan fungsi neuron dan menyebabkan degenerasi kognitif.

Magnetic stimulation bisa berguna.

Rujuk jika usia tua, perubahan pola, tidak respons obat (> 15 kali dalam 1 bulan), gangguan neurologi, postural aggravation, masalah THT.

6) Prognosis 
3 bulan biasanya akan resolve sendiri (jika tidak, maka menjadi PERSISTEN, biasanya karena cedera meninges, trauma dari kegiatan militer, atau jika ada gangguan kognitif setelah trauma)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENINGITIS TB

TERAPI EPILEPSI (ANTI SEIZURE MEDICATION/ASM)