POLIOMYELITIS (AKUT)
1) ETIOLOGI: Poliovirus, sejenis Enterovirus dari kelompok Picornaviridae, menyebar secara fecal-oral dan droplet aerosol, menghancurkan sel kornu anterior medula spinalis
2) MANIFESTASI KLINIS: nonparalitik (meningitis, ensefalitis) dan paralitik (dicirikan demam, kaku kuduk, kelumpuhan otot asimetris yang permanen)
Poliomyelitis paralitik ada fase recoverynya pada maksimal 2 tahun pertama (kekuatan otot kembali), tapi setelah 2 tahun akan kembali lumpuh (residual paralysis stage, kalau berlangsung lama akan menyebabkan disuse atrophy ekstremitas bawah dan kontraktur: fleksi abduksi panggul, valgus knee)
Another common deformity: genu recurvatum => lutut melengkung ke belakang.
Bisa melibatkan tulang belakang (menjadi skoliosis) dan jika diabaikan bisa menyebar ke ekstremitas atas.
3) TATALAKSANA: tidak ada obat
Pada tahap akut poliomyelitis: terapi medis suportif + plaster splint dalam posisi netral fleksi hip.
a) melepaskan kontraktur
b) menyeimbangkan kekuatan otot
c) transplantasi otot
d) stabilisasi sendi
e) arthrodesis ('menulangkan sendi')
f) osteotomi
g) pemanjangan alat gerak
h) joint replacement
Tahap recovery => latihan untuk mencegah deformitas
Residual paralysis stage > mungkin butuh ortose
4) PENCEGAHAN => VAKSINASI, jadwal lihat IDAI, 2020
Oral polio vaccine (OPV): 2 tetes oral
IPV: 0,5 ml IM
OPV-0 diberikan sebaiknya segera setelah lahir, bisa saat bayi dipulangkan, atau kunjungan pertama. Vaksinasi polio diberikan berbarengan dengan DPT. IPV minimal 2 kali sebelum 1 tahun.
Komentar
Posting Komentar