NEURITIS VESTIBULARIS / VESTIBULAR NEURONITIS
1) ETIOLOGI: gangguan impuls aferen ke sistem vestibular, beberapa kasus diperkirakan disebabkan reaktivasi HSV 1 laten pada ganglion vestibularis
2) DIAGNOSIS
a) Gejala: pokoknya vertigo perifer yang mendadak, diperparah gerakan kepala, bisa disertai riwayat infeksi HSV-1 (sebab virus paling sering)
Membedakan dengan BPPV: intinya, kalo
- BPPV kepala gerak baru pusing, VN selalu pusing.
- nistagmus BPPV tidak spontan/diinduksi oleh gaze.
- BPPV tidak boleh di-HINTS, VN tidak boleh di Dix-Hallpike.
TIDAK BOLEH ADA HEARING LOSS => kalo ada mungkin labirinitis.
3) TATALAKSANA:
a) jika berat, pasang IV, rehidrasi dan obat masuk intravena
b) medikasi:
- AKUT => antihistamin: dimenhidrinat (100 mg), difenhidramin (3 x 25-50 mg PO, kalo IV 10 mg)
- benzo: diazepam, lorazepam => tapi sedatif
- antikolinergik: scopolamine (aka hyoscine butilbromide) transdermal patch (1 tiap 3 hari)
- kortikosteroid: metilprednisolone 100 mg/hari dalam 3 hari pertama ditaper selama 3 minggu, turun 20 mg tiap 3 hari. Preparat lainnya adalah prednison tab 2 x 20 mg selama 10-14 hari
- asiklovir tidak memberi perbedaan bermakna (pada jurnal-jurnal yang lebih lama diberikan asiklovir karena HSV)
c) Latihan vestibuler
Ada nama baru untuk spektrum penyakit ini:
ACUTE UNILATERAL VESTIBULOPATHY (AUVP)
KRITERIA DIAGNOSIS menurut Barany Society:
- acute (subacute) vestibular syndrome dengan intensitas sedang-berat dengan gejala bertahan setidaknya 24 jam
- nistagmus vestibular perifer spontan
- bukti penurunan fungsi VOR pada sisi yang berlawanan dengan fase cepat nistagmus spontan
- tidak ada bukti gejala neurologis sentral atau audiologis atau otologis (otalgia)
- tidak ada gangguan motor okuler sentral, tanda vestibular sentral, tidak ada deviasi skew, tidak ada gaze-evoked nystagmus, dan tidak ada tanda akut audiologis
- tidak bisa dijelaskan oleh penyakit/ gangguan lain

Komentar
Posting Komentar