DEMENSIA
1) DEFINISI: sindrom akibat penyakit otak KRONIK PROGRESIF, kemunduran fx KOGNITIF MULTIPEL dan deteriorasi KONTROL EMOSI, HUB. SOSIAL, DAN MOTIVASI (demensia = gangguan kognitif > 1 domain + gangguan ADL). Terjadi umumnya pada usia lanjut.
2) ETIOLOGI
a) Primer:
- Alzheimer (50-60%) sering yang terkena adalah domain memori
- Lewy body (15-25%),
- vaskuler (10%). sering yang terkena adalah domain visuospasial.
b) Sekunder biasanya Parkinson, alkohol, HIV.
3) Pemeriksaan khusus
a) MMSE
b) CLOCK DRAWING TEST: dapat mendeteksi demensia Alzheimer awal (tanpa gx memori atau orientasi)
- berikan pasien satu lembar kertas kosong
- minta menggambar jam berbentuk lingkaran dengan angka yang lengkap
- minta buat jam menunjukkan jam 11 lebih 10 menit
- setelah itu berikan pasien satu lembar kertas dgn gambar model jam 11 lebih 10 menit
- minta meniru gambar tersebut di bagian bawah kertasnya
- salah waktu
- tidak ada jarumnya
- ada angka yang kurang
- angkanya tertukar
- angka diulang
- menolak menyelesaikan tes
- 15 items Boston Naming Test
- Verbal fluency
- MMSE/MoCA INA
- Word list memory task: recall, recognition
- Recall of constructional praxis
4) KRITERIA DIAGNOSIS (DSM-V):
- PENURUNAN DAYA INGAT dan PIKIR
- MENGGANGGU AKTIVITAS SEHARI-HARI
- KESADARAN BAIK (gangguan tidak cuma muncul saat delirium)
- tidak dapat dijelaskan dengan diagnosis lain
Kriteria waktu (PPDGJ-III): disabilitas min. 6 BULAN
Workup lain: Imaging, dari MRI (wajib dilakukan untuk semua pasien demensia) dicari hipokampal atrofi dan white matter lesion
Diagnosis definitif: histo-PA dari jaringan otak postmortem didapatkan granulovacuolar degeneration dan neurofibrillary tangles (Alzheimer).
- Granulovacuolar degeneration: munculnya vakuola berisi granul protein pada neuron piramidal hipokampus (bentuk bulat dengan inti)
- Neurofibrillary tangles: agregat intraseluler dari protein tau yang mengalami hiperfosforilasi (seperti ekor sel?)5) TATALAKSANA
a) Non-farmako:
- modifikasi RF: penyakit fisik, stimulasi kognitif
- modif lingkungan
- menjadwalkan aktivitas sehari-hari dan mengoptimalkan aktivitas mandiri
- antipsikotik dosis rendah (mis. haldol 0,5-1 mg/hari) jika menunjukkan tanda agitasi.
- inhibitor ACh-ase (donepezil, memantin, dsb) tidak untuk diberikan secara rutin, kecuali oleh spesialis. Contoh:
- Aricept Evess (donepezil) 10 mg
- Donepezil (generik) 5 mg
memantin menangani gejala "hiper", donepezil menangani yang "hipo" (misalnya depresi). jika gejalanya depresi, maka bisa donepezil cukup harapannya tanpa terapi simtomatis psikiatrinya sudah tertangani sendiri
demensia vaskuler: derajat ringan bs pke memantin krn menghambat kaskade eksitotoksik, bs menghambat iskemia pada dosis rendah.
Pasien FTD gx behaviornya sangat keliatan, seperti px psikiatri. Tidak ada gx memori.
Kalo berat memori, maka Alzheimer lebih utama.
Donepezil membantu di gejala negatif BPSD (depresi), memantin di gejala positif BPSD.
BPSD:ada skoringnya sendiri
DLB: Fluktuasi
FTD: gx kognitif tdk ada
Skoring BPSD dengan neuropsychiatric inventory (npi)



Komentar
Posting Komentar